Oleh Andi Zalfa Aulia Azzahra Arma (Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 114 :
لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Artinya
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar.”
Sedekah dapat memiliki banyak manfaat baik bagi penerima maupun pemberinya. Amal adalah perbuatan baik yang dapat menambah kekurangan seseorang. Kesenjangan dapat diisi dan dipenuhi. Dengan bantuan sedekah, kita bisa meringankan beban seseorang dengan membuatnya tersenyum.
Amal tidak hanya didasarkan pada harta benda, itulah sebabnya sebagian dari kita berpikir untuk melakukan perbuatan baik ini. Benda yang tidak berwujud juga bisa dikatakan sebagai sedekah. Misalnya, memberi sedekah termasuk membantu orang lain dengan kekuatan dan pikiran, mengurus keluarga atau istri, menghilangkan batu, duri dan tulang di tengah jalan, atau sekedar memberi senyum kepada sesama.
Sampai dengan hal yang paling sederhana sepertimurah senyum kepada orang lainpun, adalah sedekah. Seperti yang Rasulullah sampaikan, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah”.(HR. At-Tirmidzi).
- Prioritaskan memberi sedekah kepada kerabat atau kerabat terdekat yang membutuhkan sebelum memberi kepada orang lain.
- Sedekah harus diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan.
- Sedekah lebih penting bila diberikan secara diam-diam daripada secara terbuka, seperti misalnya B. pengumuman atau pengumuman sedekah yang diberikan kepada masyarakat. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al- Baqarah :264)
- Barang yang disumbangkan harus berkualitas baik dan memenuhi preferensi pemilik. Allah SWT berfirman:
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Artinya ; “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai…” (QS Ali Imran : 92)
Apakah keutamaan sedekah?
Banyak keutamaan bersedekah diantaranya adalah :
- Tidak akan mengurangi Rezeki dari Allah SWT. Allah SWT berfirman :
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Artinya : “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)`. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ ayat 39)
- Pintu rezeki akan terbuka
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwasanny Rosulullah Shallallahu’ alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
Artinya : “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun dua malaikat. Lalu salah satunya berkata, “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata, “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
- Sedekah Sebagai Penghapus Dosa, seperti air memadamkan api.
Orang yang banyak bersedekah ibarat air yang memadamkan api. Dosa-dosa kita dihapuskan dengan kasih amal, yang sangat menghargai kebaikan. Dengan berbuat baik, Allah SWT menghapus dosa hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, jangan pernah ragu dan menolak untuk bersedekah. Kita juga tidak pernah tahu seberapa besar dosa kita. Karena itu, amal dapat menjadi salah satu amalan yang harus terus-menerus kita lakukan.
Rasulullah Saw bersabda, “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi).
- Sedekah merupakan salah satu amal jariyah yang pahalanya tidak pernah terputus.
Sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam “Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan kedua orang tuanya.”(HR. At-Tirmidzi)
- Mendapatkan Naungan di Hari Kiamat Karena Sedekah.
Allah menjelaskan dalam ayat Al-Qur’an bahwa pada hari kiamat orang akan bangkit dari kematian dan berkumpul di Padang Mahsyar. Disebutkan juga bahwa matahari saat ini sangat dekat dengan kepala, sehingga terasa sangat panas.
Untuk melindungi diri dari panasnya terik matahari, Rasulullah SAW memberikan kabar gembira kepada umatnya tentang amalan apa saja yang terkadang bisa digunakan untuk melindungi diri dari teriknya sinar matahari.
Nantinya, saat di Padang Mahsyar, semua orang menunggu giliran untuk diadili berdasarkan amal baik dan buruknya. Bisa dibayangkan berapa lama orang menunggu dan merasakan panas terik matahari yang sangat dekat dengan kepala mereka. Demikian Hadis Nabi SAW menjelaskan bahwa yang akan membayangi umat manusia di hari kiamat adalah sedekah.
“Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya (pada hari kiamat) hingga diputuskan di antara manusia atau ia berkata: “Ditetapkan hukuman di antara manusia.” Yazid berkata: “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah padanya dengan sesuatu, walaupun hanya sepotong kue atau bawang merah atau seperti ini.” (HR. Al-Baihqi, Al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah).
Dan dijelaskan pula dalam riwayat lainnya, bahwasannya Rasulullah Saw bersabda:
“Naungan orang beriman di hari Kiamat adalah sedekahnya.”(HR Ahmad).

No responses yet