Categories:

Cerita Roisul Akbar Hadrotussyaikh Hasyim Asy’ari.

Ketika KH.Hasyim Asy’ari nyantri kepada Syaikhona Kholil Albangkalaniy ~ yang mashur dengan panggilan (Syaikhona)yang termasuk pembesar Ulama pada masanya.

Hampir setiap hari rombongan tamu berduyun-duyun silih berganti sowan kepada Syaikhona. Pada suatu malam yang disertai hujan deras, datanglah seorang kakek tua yang lumpuh dengan berjalan ngesot menuju ndalem Syaikhona. Ketika Syaikhona melihat orang tua itu, Syaikhona melontarkan permintaan kepada para santrinya ; 

Siapa yang mau menggendong orang tua ini…?

” |Salah satu santri matur kepada syaikhona,bahwa dialah sendiri yang akan menggendong kakek tersebut.

Maka, ketika sampai didepan pintu ndalem, Syaikhona menyambut dengan penuh penghormatan kepada kakek tersebut, ketika beliau berdua sudah selesai pembicaraannya,syaikhona memanggil para santri, syaikhona melontarkan sebuah permintaan ;

Siapa yang mau menggendong kakek tua ini sampai ke ndalemnya…?

“|Salah satu santri matur kepada syaikhona,bahwa dialah yang akan mengantarkan kakek tersebut sampai ke ndalemnya. (Ternyata santri tersebut adalah yang tadi menggendong sang kakek menuju ndalem Syaikhona).

Ketika santri tersebut sudah berangkat mengantarkan sang kakek, lantas Syaikhona berkata kepada para santrinya :

~” Saksikanlah kalian semua,bahwa ilmuku telah dibawa oleh santri tersebut.”

Dan ternyata seorang kakek yang digendong oleh santri tersebut adalah Nabiyullah Khidir Alaihis salam. 

Pada Akhirnya santri yang menggendong sang kakek sekarang menjadi Rois Akbar didalam Jam’iyah Nahdlatul ulama. Perlu kalian ketahui,bahwa beliau adalah Hadrotussyaikh Hasyim Asy’ari.

Sumber: FB Koh oca Siauw

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *