Mana di dunia ini ada Islam kaffah. Apakah Islam yang ada d Yaman, Saudi, Mesir,Turkey, Iran atau negara negara Arab teluk itu kaffah ? Ahh — nonsens saya bilang. Kita sama, tak jauh berbeda.

*^^^*

Semua kita sedang berikhtiar menuju kaffah tidak ada yang final, semua sedang dalam proses, sebab kita adalah pejalan. Ada ratusan bahkan puluhan ribu syariat Islam yang bisa dilakukan tanpa harus menunggu legitimasi khilafah. Menolong dan suka membantu salah satunya.

Charities Aid Foundation atau CAF menempatkan Indonesia dalam daftar negeri paling peduli dan suka membantu terhadap sesama. Menjadi relawan dan empati yang luar biasa. Masya Allah — bersyukur masih banyak orang baik di Indonesia

Banyak tetangga, kerabat dekat, handai tolan dan kawan yang suka membantu dan menolong — ini Islami banget. Hanya orang ruwet yang mencela negeri sendiri — Orang kita punya kebiasaan saling berbalas kebajikan, saling berkunjung dan weh-weh.

*^^^^^*

Bahkan ada beberapa orang yang mempermalukan negeri nya dihadapan orang asing —-

Kemudian puiang kembali ke Negri asalnya meminum airnya memetik buahnya melahab semua makanannya tanpa rasa malu. Kemudian nabi saw berpesan: ‘malu itu bagian dari iman dan jika tak malu berbuatlah sesukamu’. Hubbul Wathan minal iman itu artinya bersukur —- dan syukur itu bagian iman

Dasar pencela. Berlomba-lomba membangun masjid di bilang bermegah-megahan. Mesjid rusak dan kotor dibilang hubud dun-ya bahkan fasik. Datang berbondong di majelis maulid dan dzikir dibilang riya tak ada tuntunan. Berdiam diri di rumah dibilang pemalas alias kikir. Jadi apa yang antum inginkan.

Tak urung betapa Ketua Mejelis Tabligh PP Fathurrahman Kamal mengemukakan :”betapa sulitnya ketika Muhammadiyah misalnya mengeluarkan fatwa-fatwa keagamaan, banyak ditentang oleh orang kuar dan de-legitimasi secara internal. Kita lihat di grup grup kita. Orang bergama saat ini persis seperti orang masuk ke suatu mall, atau super market dia pilih apa yang dia suka”.

Ngakunya Indonesia tapi lebih mencintai Turkey. Ber-Muhammadiyah tapi beriman pada FPI dan beribadat cara Salafi— ambil sesuka hati sesuai yang dimau. Pernyataan Kyai Ahmad Siddiq yang menyebut bahwa Pancasila adalah final, NKRI harga mati adalah ikhtiar agar semua kita mencintai negeri dengan sepenuh hati.

*^^^^**

Tapi apakah syariat bisa ditegakkan melalui kekuasaan dulu atau sebaliknja, hanyalah hipotes bisa benar, bisa pula sebaliknja —- apakah khilafah tegak karena masyarakat yang Islami atau masyarakat yang islami membentuk khilafah ? Ali Syariati sebagaimana Al Mawardi, tak peduli mana diantara keduanya lebih dahulu dan efektif berjalan.

Meski Aboel A’la Maododi dan Taqqiyuddin An Nabhani memberi catatan khusus bahwa syariat Islam tegak bila hanya ada khilafah, tapi sayangnya, saya tak percaya dengan tesis ini, sebab patah karena realitasnya umat Islam telah leluasa menjalankan syariat Islam tanpa khilafah.

*^^^*

Silakan saja berputar putar pada hipotesis itu, sementara biarkan MUHAMMADIYAH dan NU bekerja keras membilang kebajikan dan menolong banyak Kesengsaraan Oemoem. Menegakkan syariat Islam dengan cara yang dipahami.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *