Pada Jumat akhir bulan Sya’ban, menyambut ramadan pada tahun ke-2 hijriyah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, menyampaikan khutbah atau nasihat kepada para sahabatnya, untuk menjelaskan keutamaan dan keistimewaan bulan suci Ramadan.

Khutbah akhir Sya’ban Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam, seraya menyambut bulan Ramadhan adalah sebagai berikut:

Sahabat Abu Abdullah Salman al-Farisi radliyallahu anhu (wafat tahun 656 M di Al-Madain Irak) berkata: “Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, menyampaikan khutbah kepada kami pada hari terakhir di bulan Sya’ban.

أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا،

Artinya: ”Wahai manusia, sungguh telah dekat kepadamu bulan yg agung, bulan yg penuh dgn keberkahan, yg di dalamnya terdapat satu malam yg lebih baik (nilainya) dari seribu bulan, bulan yg mana Allah tetapkan puasa di siang harinya sbg fardhu, dan shalat (tarawih) di malamnya sbg sunah.”

 مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخِصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَة فِيْمَا سِوَاهُ،

“Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah di bulan ini dgn satu kebaikan (amalan sunnah), maka pahalanya seperti dia melakukan amalan fardhu di bulan2 yg lain. Barangsiapa melakukan amalan fardhu di bulan ini, maka pahalanya seperti telah melakukan 70 amalan fardhu di bulan lainnya.”

وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ،

“Inilah bulan kesabaran dan balasan atas kesabaran adalah surga, bulan ini merupakan bulan kedermawanan dan simpati (satu rasa) terhadap sesama. Dan bulan di mana rezki orang2 yg beriman ditambah. Barang siapa memberi makan (untuk berbuka) orang yg berpuasa maka baginya pengampunan atas dosa2nya dan dibebaskan dari api neraka dan dia mendapatkan pahala yg sama sebagaimana yg berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yg berpuasa.”

قَالُوْا: لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يفطرُ الصَّائِمُ. فَقَالَ : يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةَ مَاءٍ أَوْ مَذقَةَ لَبَنٍ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ، مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ غَفَرَ اللهُ لَهُ، وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ،

Mereka (para sahabat) berkata : “Wahai Rasulullah! tidak semua dari kami mempunyai sesuatu yg bisa diberikan kepada orang yg berpuasa untuk berbuka.”

Rasulullah menjawab: “Allah akan memberikan pahala ini kepada orang yg memberi buka puasa walaupun dgn sebiji kurma, atau seteguk air, atau setetes susu”.

“Inilah bulan yg permulaannya (sepuluh hari pertama) Allah menurunkan rahmat, yang pertengahannya (sepuluh hari pertengahan) Allah memberikan ampunan, dan yg terakhirnya (sepuluh hari terakhir) Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka . Barangsiapa yg meringankan hamba sahayanya di bulan ini, maka Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka.

وَاسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ، : خِصْلَتَيْنِ تَرْضْوَنِ بِهِمَا رَبَّكُمْ، وَخِصْلَتَيْنِ لَا غِنًى بِكُمْ عَنْهُمَا، فَأَمَّا الْخِصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ فَشَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لَا غِنَى بِكُمْ عَنْهُمَا فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ وَ تَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ، وَمَنْ أَشْبَعَ فِيْهِ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِيْ شَرْبَةً لَا يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ.

Dan perbanyaklah melakukan empat hal di bulan ini, yg dua hal dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan yg dua hal kamu pasti memerlukannya. Dua hal yg mendatangkan keridhaan Allah yaitu syahadah (Laailaaha illallaah) dan beristighfar kepada Allah, dan dua hal yg pasti kalian memerlukannya yaitu mohonlah kepada-Nya untuk masuk surga dan berlindung kepada-Nya dari api neraka . Dan barang siapa memberi minum kepada orang yg berpuasa (untuk berbuka), maka Allah akan memberinya minum dari telagaku, di mana dgn sekali minum ia tidak akan merasakan haus sehingga ia memasuki surga“.

Meskipun ulama wahabi, Syaikh Al-Albany menilai hadits ini sbg hadits dha’if (lemah), sebagaimana dalam kitabnya, Dha’if at-Targhib wat Tarhib.

Namun hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaemah Asy-Syafi’i rahimahullah (837 – 923 M, Naisabur, Iran) dalam Shahihnya dan kitab at-Targhib (jld. 2, hal. 217-218), dan Zakiyyuddin Abdul ‘Adhim bin Abdul-Qawiy bin Abdullah bin Salamah Abu Muhammad Al-Mundziri Asy-Syafi’i atau Imam al-Mundziri rahimahullah (wafat 4 Dzulqa’dah 656 H / 2 November 1258 M Damaskus) dalam kitab at-Targhib wat Tarhib mengatakan: Ibnu Khuzaemah berkata, “Khabar ini shahih”. Juga diriwayatkan oleh Abubakar Ahmad bin Husain bin Ali bin Abdullah al-Baihaqi Asy-Syafi’i atau Imam Al-Baihaqi rahimahullah (994 – 1066 M, Naisabur, Iran) dan Muhammad bin Hibban Al-Busti Asy-Syafi’i atau nImam Ibnu Hibban rahimahullah (884 – 965 M di Afghanistan)

Sebagian ulama menyebutkan, meskipun hadits tentang Khutbah Akhir Sya’ban dikatakan sbg hadits dha’if (lemah). Namun, redaksi hadits tsb didukung oleh 25 riwayat hadits lainnya, dan pada makna2 kalimatnya didukung oleh hadits2 shahih. Maka, pada hakikatnya, meskipun dikatakan hadits ini riwayatnya dha’if, namun merupakan perpaduan hadits2 shahih yg terpisah, dan dapat digunakan untuk memberikan nasihat tentang keutamaan bulan suci Ramadhan.

Semoga kita dapat berjumpa dgn bulan suci Ramadhan dgn aman dan sehat, terbebas dari virus corona yg saat ini masih ada.

Sumber terkuno khutbah ini adalah kitab Fadhailu Amiril Mukminin as, karya Imam Abul Abbas Ahmad Bin Muhammad Bin Sa’id Al-Kufi atau Imam Ibnu Uqdah Rahimahullah (wafat 332 H /944 M di Kufah Irak)

from various sources by Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *