Ada cerita yg disadur dari cerita2 para sufi.
Dulu ada seorang mahmud (mamah-mamah muda) miskin yg sehari-hari berdagang keranjang tapi cantik banget. Saking cantiknya, seorang laki2 bangsawan dari sebuah negeri kepincut pingin ena-ena sama mahmud ini.
Lalu si bangsawan dgn kekuasaannya, berhasil memaksa masuk si mahmud ini ke istananya. Dan si bangsawan ini sampai berbuat kasar hendak memperkosa si mahmud. Si Mahmud karena mamah-mamah sholehah, jijik dengan kelakuan bangsawan itu dan tentu gak akan mau menuruti nafsu bangsawan itu.
Si mahmud pun lari ke sana kemari mencari jalan keluar tapi gak nemu-nemu. Akhirnya dia terdesak di loteng istana si bangsawan.
Lalu si mahmud berdoa, “Duh Gusti, saya diajak maksiat, tapi aku lebih suka menjatuhkan diriku dari loteng ini daripada aku berbuat dosa,”
Saat si bangsawan makin mendekat, sambil baca bismillah, si mahmud meloncat dari loteng dan jatuh ke tanah yg jaraknya berpuluh-puluh meter.
Tapi ternyata Gusti Allah menyelamatkan si mahmud tersebut. Sehingga, walau jatuh dari ketinggian puluhan meter, si mahmud gak mati atau lecet sedikitpun. Dia hidup dan selamat.
Sadar kalo masih hidup, si mahmud langsung lari dari istana itu. Setelah berhasil lolos, dia sadar barang dagangannya ketinggalan. Dia pun sedih memikirkan anaknya nanti makan apa.
Lalu si mahmud berdoa, “Duh Gusti, jika Engkau berkehendak, maka berilah aku rizki yang cukup agar tidak lagi menjual keranjang lagi,”
Lalu tiba2 dikirim belalang emas. Si mahmud senang sekali, semua belalang itu ditangkapi dan dimasukkan kantongnya. “Duh Gusti, berkahilah rizki ini,”
Lalu terdengar suara “Belalang emas itu adalah seperduapuluh lima bagian dari pahala kesabaranmu dalam mempertahankan kehormatan agama dan dirimu, sehingga kau rela menjatuhkan dirimu,”
Si mahmud pun jadi gak selera dengan belalang emas itu. Lalu berkata,”Duh Gusti, aku gak pingin sesuatu yang bisa mengurangi pahala di akhirat nanti,”
Selesai berdoa, tiba2 belalang emas tadi hilang. Tapi si mahmud gak kecewa. Karena dia merasa berhasil mempertahankan diri dari dosa.
Lalu di lain tempat, melihat kejadian yang menimpa mahmud tersebut, setan ditanya, “Mengapa kamu gak bisa menyesatkannya?”
“Wah, gimana mau menyesatkan, lha wong jelas mahmud itu punya tekad lebih baik mati demi keridhoan Gusti Allah daripada berbuat hal menjijikkan,”
Cerita ini mengingatkan kita pada kasus perempuan2 yg akhirnya loncat dari ketinggian demi menyelamatkan kehormatannya. Sehingga ada yg akhirnya meninggal. Semoga mereka mendapat yg terbaik dari Gusti Allah karena tawakalnya mereka menjaga kehormatannya.

No responses yet