Suatu ketika, sopir pribadi Shaykh Muhammad ibn al Habib meninggal dunia. Dan Shaykh meminta pada muridnya untuk mencarikan sopir baru. Mereka mencarinya tapi tidak menemukan orang yang pantas mendampingi Shaykh. Salah satu diantara muridnya berkata: “Aku mengenal seseorang yang sangat mahir mengendalikan kendaraan, tapi ia bukanlah orang yang pantas untukmu Tuanku.” Shaykh pun bertanya “Mengapa bisa begitu?”. Murid beliau menjawab: “Sebab ia seorang pecandu alkohol dan tinggal di rumah pelacuran. Sungguh muslim yang buruk!”. Shaykh justru sangat bersemangat mendengarnya dan menyuruh mereka membawa orang itu kepadanya.

Ketika pria itu telah dihadapkan pada Shaykh, Shaykh berkata: “Aku hanya memiliki satu syarat. Jangan minum alkohol disekitarkku apalagi saat mendampingiku, karena aku sungguh tidak tahan dengan baunya.” Pria itu menyanggupi syarat dari Shaykh. Maka sejak hari itu dia diberkahi menjadi pengantar Shaykh kemanapun Shaykh pergi. Mendampingi Shaykh ke acara Mawlid, pembacaan shalawat, nasheed dengan jamuan teh, majelis dzikir, sima’an al Qur’an, dan berbagai pengajian dan pengajaran ruhani. Pria itu pun merasakan sesuatu yang berbeda dalam hatinya tapi ia masih tetap tinggal di rumah pelacuran..

Hingga suatu hari, pria itu mengetuk pintu rumah Shaykh padahal Shaykh tidak sedang memanggilnya. Air matanya berlinangan dan ia berkata kepada Shaykh “Telah banyak hari-hari berlalu dan aku tidak menyentuh botol anggur sama sekali. Aku juga sudah tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu. Bahkan saking malunya kepada Allah, aku memberanikan diri sholat di rumah pelacuran secara sembunyi-sembunyi. Cukup sudah! Aku akan meninggalkan khidupanku yang lalu. Izinkanlah aku selalu bersamamu dan mendampingimu Tuan, sampai akhir hayatku..”

Pria itupun bertaubat, dan menjadi slah satu murid terdekat Shaykh Muhammad ibn al Habib. Dia tidak pernah kembali ke rumah pelacuran, dan tidak pernah lagi minum minuman keras. 

Itulah yang terjadi jika kau tidak pernah menyerah pada seseorang. Itulah pentinganya berkawan dengan orang yang Dekat dengan Allah (Shiddiqqin). Nasehat yang baik bukanlah yang disampaikan panjang lebar dalam ceramah atau pembicaraan, melainkan dengan akhlak yang baik, toleransi dan kerendahan hati. Petunjuk bagi seseorang mungkin bisa terjadi seketika, tapi bagi yang lain bisa memakan waktu bertahun-tahun bahkan mungkin seumur hidupnya. Jangan berputus asa pada seseorang. Walau sejauh apapun tampaknya dia, atau walau bagaimanapun keadaanya bahkan walau pun dia masih terjebak dalam dosa yang sama bertahun-tahun lamanya ..

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *