“Suatu ketika seorang raja – seorang Cheraman Perumal – sedang berjalan di balkon istananya ketika dia melihat bulan membelah menjadi dua dan bergabung kembali. Bingung, ia berkonsultasi dengan beberapa peramal, yang mengkonfirmasi bahwa peristiwa semacam itu memang terjadi dan bukan pengalaman mistis. Beberapa bulan kemudian, ia mendapat beberapa pengunjung Arab dalam perjalanan mereka ke Ceylon dan dari mereka, raja mengetahui bahwa Nabi Muhammad berada di balik mukjizat ini dan ia adalah pembawa agama baru. Raja melakukan sesuatu yang drastis. Dia turun tahta, membagi kerajaan dan berlayar ke Mekah untuk bertemu pria ini.

Dia bertemu Nabi yang saat itu sedang bersama sahabatnya  Ali, raja membawa air suci dari Sungai Gangga dan meminta perkenan Nabi untuk membasuh kaki mulia beliau, dan beliau mengizinkan. Raja membawa arca pujaan di kantungnya, dan Nabi berkata kepadanya tanpa raja memberitahukan apapun tentang arca tersebut. Nabi berkata: ” Apa yang kau bawa dikantongmu, sedang memakan remah-remah rotiku.” Raja pun semakin takjub dan meyakini bahwa yang sedang duduk dihadapannya adalah orang suci, maka ia pun masuk Islam dan tinggal di Hijaz untuk sementara waktu. Kemudian kembali untuk menyebarkan agama islam di tanah kelahirannya, Perumal yang telah menjadi muslim kembali ke Kerala, tetapi ia meninggal di suatu tempat di perjalanan. 

Sang Raja yang seolah mengetahui bahwa ajalnya mendekat menulis surat kepada orang yang dulu diberi mandat untuk membagi kerajaannya di Kerala. Agar menerima dan menjamu kedatangan Malik bin Dinar, salah seorang Tabi’in yang ikut bersama raja ke Kerala, jauh sebelum mubaligh-mubaligh berdatangan. Raja berpesan agar dibangun sebuah masjid di Kerala dan agar jangan menghalangi dakwah agama islam oleh Malik bin Dinar. Surat itu dijunjung tinggi dan diperintahnya dipatuhi. Malik bin Dinar di terima dengan sangat baik dan ia membangun sebuah masjid yang kemudian diberi mana Cheraman Juma Masjid yang selesai tahun 629 M. Sebagian kisah menyebutkan Sang Raja kembali ke Hijaz dan wafat disana. ”

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *