Dari kitab Hakaya Ash Shufiyah. Ada seorang Badui datang kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Dia curhat kegelisahannya tentang ibadahnya yang sangat sedikit dan apa adanya. Si Badui berkata “Duh Kanjeng Nabi, saya ini selalu puasa di bulan Ramadhan dan saya selalu sholat 5 waktu sehari semalam. Masalahnya, ibadah saya hanya itu saja, tidak lebih. Saya pun tidak bisa berzakat dan tidak bisa haji saking miskinnya saya. Saya jadi gelisah, kira-kira di hari kiamat, orang macam saya ini ada di mana?”

Dicurhati begitu, Kanjeng Nabi SAW tertawa. Beliau SAW senang, ada orang miskin tapi dia tidak gelisah tentang harta. Justru dia gelisah tentang ibadahnya. Ini badui yang istimewa.

Kanjeng Nabi SAW pun menghibur badui itu, “Kamu tenang saja. Asal kamu bisa menghindarkan mata dari dua hal : melihat hal yang haram dan melihat manusia dengan pandangan hina. Lalu kamu bisa menjaga hatimu dari dua hal : dendam dan dengki. Lalu kamu juga bisa menahan lisanmu dari dua hal : berbohong dan nggosip. Maka kamu akan bersamaku di surga”

Kemiskinan, kesakitan, ketidak berdayaan dan kelemahan itu takdir dari Gusti Allah. Harus kita terima. Namun bukan halangan untuk mengabdi kepada Gusti Allah. Apapun yang membelit kita, kita tetap harus berkomitmen ngawulo pada Gusti Allah semampunya dan semaksimalnya. Termasuk menjaga mata, hati dan lisan kita dari hal yang diharamkan Gusti Allah.

Dan saat puasa, sebenarnya semua hal itulah yang kita lakukan. Saat puasa, tubuh lapar dan lemah badan, namun kita tetap berusaha menjaga sholat sembari menjaga mata, lisan dan hati dari hal yang haram. Semua itu latihan agar mbok menowo nanti jadi kebiasaan di luar puasa.  Demi komitmen kita untuk mengabdi pada Gusti Allah. Dan semoga kita bisa kumpul dengan Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Aamiin.

Mugi manfaat.

#AyoNyarkub #AyoNgopi

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *