‎“We are not human beings having a spiritual experience.‎

We are spiritual beings having a human experience”.‎

‎(Pierre Teilhard de Chardin)‎

Seorang atheis sekalipun, yang tidak mengakui adanya Tuhan, ketika ‎tiba-tiba dia mengalami kejadian yang mengejutkan, dari mulutnya spontan ‎terucap kalimat: “Oh My God!”  ‎

Inilah yang dialami Michael Gorbachev, Presiden Rusia pada tahun ‎‎1980 di Moskow, ketika tengah menyaksikan manuver pesawat-pesawat ‎tempur Rusia dengan beragam formasi yang mengagumkan, kemudian tiba-‎tiba dua pesawat bertabrakan. Kalimat yang terucap dari mulut Gorbachev, ‎seorang atheis tulen tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya dalam alam ‎bawah sadarnya terdapat ruang imajinasi untuk Tuhan. ‎

Ya, sesungguhnya kita, seperti ditegaskan oleh Teilhard de Chardin, ‎adalah makhluk spiritual yang memiliki pengalaman manusia. Bukan manusia ‎yang memiliki pengalaman spiritual. Hal ini bisa dibuktikan dengan kenyataan ‎bahwa aktivitas hidup kita digerakkan oleh jiwa (spirit). Fisik kita hanyalah ‎alat, sarana yang kita pakai untuk bergerak dan beraktivitas. Sesungguhnya ‎yang membuat kita bergerak dan hidup adalah jiwa, ruh, spirit kita. ‎

Tubuh kita tidak akan berarti apa-apa tanpa ruh.  Bahkan, tubuh kita ‎tidak ada harganya sama sekali, ketika ruh sudah melepaskan diri darinya. ‎

Kita ini makhluk spiritual. Maka betapa pun kita ingkari keberadaan ‎Tuhan, sampai kapan pun nurani kita tidak akan pernah bisa melepaskan ‎apalagi melupakan-Nya. ‎

Betapa pun hebat dan luar biasanya kita, tidak akan pernah bisa kita ‎melepaskan diri dari ketergantungan kepada Tuhan. Betapa pun perkasanya ‎kita, selalu ada kelemahan yang melingkupi diri kita. Di titik lemah inilah, kita ‎disadarkan tentang kehadiran Dzat yang Mahahebat, Mahaperkasa, ‎Mahakuasa, Mahasempurna, dan Maha segala-galanya. Dialah Tuhan.‎

Kesadaran akan hadirnya Tuhan dalam kehidupan kita, akan ‎menjadikan kita lebih bijak dalam menjalani hidup dan kehidupan. Keyakinan ‎akan adanya kuasa Tuhan, akan menjadikan kita lebih arif dalam menghadapi ‎setiap persoalan yang menerpa kita.‎

‎ Inilah alasan mengapa kita harus menyertakan Tuhan dalam setiap ‎rencana yang kita susun, cita-cita serta impian yang hendak kita capai. Karena ‎Tuhanlah yang akan memutuskan segala hal yang terbaik buat kita.‎

Agama mengajarkan tentang betapa pentingnya kita mendekatkan diri ‎kepada Tuhan. Karena Dialah sumber dari segala sumber kehidupan ini. ‎

‎ Ketika kita sudah dekat dengan Tuhan, maka kehidupan kita akan ‎terasa tenang, damai dan bahagia. Karena Dialah yang mengalirkan energi ‎ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan. ‎

Ketika kita selalu menyatukan langkah sejalan dengan aturan-Nya, ‎maka langkah yang kita tempuh akan selalu dibimbing dan diarahkan-Nya. ‎Ketika kita selalu menyertakan Tuhan dalam setiap aktivitas kita, Tuhan  akan ‎dengan senang hati mengulurkan pertolongan-Nya. Ketika dalam kesulitan, ‎Tuhan akan memudahkan kita. Ketika banyak persoalan menimpa kita, Tuhan ‎akan menunjukkan solusinya. ‎

Tidak akan berarti apa-apa kesuksesan yang diraih seseorang, ketika ia ‎meninggalkan Tuhan demi memenuhi ambisi pribadinya. Tidak akan pernah ‎tenang, bahagia, apalagi berkah, seseorang yang menafikan keberadaan ‎Tuhan dalam hidupnya. ‎

Meskipun segala bentuk kesuksesan duniawi berhasil dicapai, segala ‎fasilitas kehidupan dimiliki, seluruh kebutuhan hidup terpenuhi, tetapi ketika ‎Tuhan sudah diabaikan, maka pada hakekatnya hanya kehampaan yang dia ‎jalani. ‎

Karena kita makhluk spiritual, maka mendekatkan diri kepada Tuhan, ‎memohon petunjuk-Nya, mengadukan segala persoalan sekaligus meminta ‎solusi kepada-Nya adalah suatu yang niscaya. ‎

Hanya bersama Tuhan, hidup kita akan damai, sejahtera, bahagia dan ‎bermakna.‎

* Ruang Inspirasi, Senin, 8 Februari 2021

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *