Oleh: Puput Waina (Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof.DR.Hamka)
Pada kehidupan keseharian kita, tidak terlepas dari komunikasi, komikasi ailah car akita agar dapat bertukar pikiran dengan orang lain, dan tidak terlepas dalam lingkup keluarga, kita menghabiskan waktu bersama keluarga untuk saling berkomunikasi antar anggota keluarga baik orang tua dan anak. Komunikasi adalah wadah cara seseorang mengungkapkan ekspresinya terhadap orang lain, mengembangkan nilai-nilai yang dibutuhkan dalam hidup, dan cara menyusuaikan diri pada masyarakat, komunikasi yang baik dimulai dari keluarga.
Komunikasi dalam keluarga merupakan cara berinteraksi dengan keluarga, keluarga sendiri adalah jembatan awal kita untuk bisa berkomunikasi, sedari kecil anak sudah berkomunikasi dengan orang tuanya dengan demikian keluarga selain orang pertama yang berkomunikasi dengan anak, keluarga juga yang paling sering kita ajak berkomunikasi.
Keluarga merupakan sebuah komunitas dalam suatu “rumah”. Kesadaran untuk membangun hidup Bersama dalam satu atap sebagai suatu keluarga, didalamnya terdapat suami, istri, dan anak. Di dalam suatu keluarga pasti ada unsur emosional dan keterikatan antar anggota yang tercipta karena adanya komunikasi.
Tetapi didalam suatu keluarga juga tidak terlepas dari pertengkaran, da rasa saling ingi dipahami satu sama lain yang menimbulkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi, banyak kode dan raut wajah yang kerap kali muncul ketika salah satu dari anggota keluarga tersebut ingin dimengerti, ketidakjelasan, enggan atau gengsi dalam menyampaikan perasaan atau pendapat itulah yang sering menciptakan konflik dalam keluarga, berikut ini cara berkomunikasi dalam keluarga yang bisa kamu contoh:
- Berani dan Jujur
Berani mengutarakan pendapat dalam keluarga, berani menyampaikan teguran bagi anggota keluarga yang melakukan kesalahan, karena mengutarakan perasaan, dan pendapat lebih baik daripada diam saja, emosi itu akan meluap Ketika terlalu lama di pendam dan akan menimbulkan kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Kejujuran juga syarat utama dalam berkomunikasi dalam keluarga, Ketika kita atau anggota keluarga melakukan kesalahan lebih baik untuk jujur dan minta maaf dengan terus terang kepada keluarga dibangkan dengan berbohong, karena dengan begitu terciptanya rasa saling memahami di dalam keluarga tersebut.
- Terbuka satu sama lain
Keterbukaan dalam keluarga juga penting dalam mewujudkan keluarga yang harmonis, saling mengerti satu sama lain, dan menceritakan atau curhat untuk menuangkan isi hati tentang apa yang dirasakan, kegelisahan dalam menjalani pekerjaan atau sekolah saling terbuka mengungkapkan isi hati pada kelurga. Selain mengungkapn isi hati atau curhat kita sebagai anggota keluarga juga harus menjadi pendengar yang baik untu meringankan masalh yang dihadapai oleh anggota keluarga, memberikan saran jika memnag diperlukan dan menyemangati dan memberi apresiasi setelah bercerita.
Kesimpulannya keluarga yang harmonis dapat tercipta karena adanya komunikasi yang baik dan transparan. Komunikasi tersebut harus terjali baik secara lahiriah dan bathiniah, selain itu keharmonisan dalam keluarga juga didukung oleh sikap saling terbuka antar anggota keluaraga, hal ini yang menjadi kunci keharmonisan dalam keluarga bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, dan terjalinya komunikasi yang baik dan sehat.
Referensi
Dlaifurrahman, M. (2017). Upaya Membangun Keluarga Sakinah. Jurnal Hadratul Madaniyah, 4(2), 40–55. https://journal.umpr.ac.id/index.php/jhm/article/view/486
Firdausi, S., Syam, N. K., & Shaleh, N. S. M. (2021). Efektivitas Komunikasi Dakwah Kelas Jodoh terhadap Perubahan Wawasan Member Kelas Jodoh untuk Membangun Keluarga Sakinah di Bandung. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 1(1), 38–44. https://doi.org/10.29313/jrkpi.v1i1.168
Kuswanti, A., Muqsith, M. A., Zainal, A. G., & Oktarina, S. (2020). Manajemen Komunikasi Keluarga Saat Pandemi COVID-19. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 7(8), 707–722. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v7i8.15959
Mahmudah, M., Nurfalah, F., & Lestari, A. D. (2020). Efektivitas Komunikasi Keluarga dalam Membentuk Keluarga Sakinah ( Studi Fenomenologi Keluarga di Griya Lobunta Lestari Cirebon). Jurnal Signal, 8(1), 79. https://doi.org/10.33603/signal.v8i1.2859
Miftahol Ulum, M. (2019). Upaya Islam dalam Pembentukan Keluarga Harmonis (Analisis Normatif). Jurnal Pemikiran Dan Ilmu Keislaman, 2(1), 233.
Nur, S. M. (2018). Model Komunikasi Elit Agama dalam Membangun Keluarga Sakinah Perspektif Teori Kontruksi Sosial (Studi Kasus di Tideng Pale Kab. Tana Tindung Prov.Kalimantan Utara ).
Sainul, A. (2018). Sainul, Ahmad. “Konsep Keluarga Harmonis dalam Islam.” Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan 4.1 (2018): 86-98. Jurnal Al-Maqasid, 4(1), 86–98.

No responses yet