Categories:

Oleh : Mahira Salimah mahasiswi Universitas MUhammdiyah Prof Dr Hamka.

Memiliki keluarga yang bahagia dan harmonis adalah impian dari setiap orang, keharmonisan yang didambakan harus di mulai dari cara berkomunikasi yang baik. Tetapi dimasa modern sekarang, ikatan keluarga tampak bukan hal yang mudah di jalin dengan baik. Banyak faktor kenapa ikatan keluarga dizaman modern sedikit lebih sulit di jalanin, salah satunya disebabkan oleh faktor perkembangan zaman dimana setiap anggota keluarga sudah asik dengan handphone dan kesibukan masing – masing. Karena itu kurangnya kedekatan yang terjalin anatar anggota keluarga sehingga ketika ada hal yang tidak sesuai dengan keinginan orang tua seorang anak langsung di marah begitu pun sebaliknya.

Sayangnya juga banyak orang tua yang melakukan komunikasi satu arah dengan langsung memerintah tanpa melakukan diskusi terlebih dahulu seakan terkesan tidak terlalu menganal diri anak. Situasi komunikasi satu arah dapat membuat anak takut untuk berpendapat dan takut mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Disinilah peran komunikasi afektif untuk membantu menyatukan pendapat anggota keluarga dan menghadirkan suasana keluarga harmonis.

Komunikasi efektif selalu di temukan di keluarga yang memiliki hubungan baik antara anak dan orang tua, kenapa? Karena bentuk komunikasi yang benar sehingga dapat membuat kualitas orang tua, dan anak mempengaruhi perkembangan anak. Karena itu komunikasi efektif di mulai dari orang tua terlebih dahulu sehingga mengahadirkan komunikasi yang erat dan kedekatan anatara anggota keluarga.

Berikut beberapa tips dalam membangun komunikasi yang efektif dengan anak, diantaranya:

  1. Mengatakan sesuatu dengan lebih positif

Bicarakan setiap hal dengan intonasi yang tidak langsung tinggi dan menggunakan kalimat sayang kepada anak, sehingga anak tidak takut membangun komunikasi dengan orang tuanya.

  • Menjadi pendengar yang baik

Masa kanak kanak / remaja adalah masa dimana anak mencoba banyak hal, yang mungkin pastinya tingkah laku nya tidak sesuai dengan harapan orang tuanya. Sering terjadi ketika anak cerita bukannya di dengarkan malah di marahi dan disalahkan atas tingkahnya. Ketika orang tua menjadi pendengar yang baik, anak akan merasa nyaman untuk selalu bercerita.

  • Menghargai prestasi anak

Setiap anak memiliki kelebihan dan potensinya masing masing sehingga tidak bisa di bandingkan dengan anak lain. Menghargai setiap prestasi anak akan lebih baik karena akan merasa di hargai setiap prosesnnya.

  • Mengajak anak berdiskusi

Forum diskusi harus di hadirkan dalam bentuk komunikasi dengan anak agar anak terbiasa dengan mengutarakan pendapat dan bisa membuatnya lebih bertanggung jawab dengan apa yang dia bicarakan. Libatkan anak dalam kondisi sehari hari dengan adanya forum diskusi.

  • Tidak malu untuk meminta maaf

Tidak selamanya kesalahan datang dari anak, adakalanya kesalahan datang dari orang tua. Segerelah minta maaf jika melakukan kesalahan, mengakui kesalahan dan minta maaf dapat menjadi contoh yang baik untuk anak.

Semoga setiap keluarga nantinya memiliki komunikasi yang baik hubungan antar anak dan orang tua, sehingga menghadirkan keluarga bahagia dan harmonis yang Rahmatan Lilalamin.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *