Disusun oleh : Salsabilla oktavia dan Alya Safira putri
Mahasiswi Psikologi, program studi Psikologi,
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Kesehatan mental merupakan aspek utama dalam kehidupan. Kitab suci al-Qur’ān banyak kandungan nilai-nilai dan tuntunan kehidupan manusia, tetapi kurang dipahami maknanya, maka penulis ingin mengungkap sisi al-quran bagi Kesehatan mental dan juga cara pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari hari
Sebagaimana yang kita tahu bahwa al-quran merupakan sumber ajaran islam yang ajarannya bersifat haqiqi tidak bisa berubah dan kitab penyempurna bagi kitab kitab sebelumnya. Sebagai kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya dan berisi penjelasan dan juga petunjuk disana, Allah SWT telah memberikan petunjuk melalui ayat ayatnya yang berkaitan dengan Kesehatan mental dengan istilah yang digunakan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan oleh manusia.
Kesehatan mental dalam al-quran mengemukakan beberapa penyakit mental yang disebabkan karna jauhnya seseorang dari al-quran yang diantaranya adalah penyakit Riya yaitu motif dimana seseorang mengharapkan pujian atas ibadah atau kegiatan yang ia lakukan, hasad dan dengki atau iri hati , Membicarakan kejelekan orang lain (gibah) , berlarut larut dalam kesedihan, tidak percaya akan qadha dan qadar Allah, dan cinta pada dunia (hubbu dunya).
Dari permasalahan di atas, Allah SWT telah memberikan gambaran melalui ayatnya tentang Kesehatan mental yang diterapkan pada kesabaran dalam menghadapi berbagai cobaan, Q.S AL-BAQARAH (2): (155).
Yang Artinya: Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (Al-Baqarah/2:155 .)
Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah SWT pasti akan menguji hambanya. ujian ini seringkali berbentuk ketakutan, kelaparan, kurangnya harta jiwa serta buah buahan. Semua yang di ujikan ini semata -mata ingin membuat manusia merasa putus asa dan menyerah. hubungan sabar dengan kesejahteraan psikologis adalah bahwasannya orang orang yang bersabar dengan berbagai ujian yang dilewatinya cenderung memiliki keteguhan hati, rasa ingin mengembangkan kualitas ibadahnya kepada Allah SWT dan juga kegigihan dalam menyelesaikan masalah.
Kesehatan mental lahir dari kepribadian yang kuat. Dimana kepribadian ini sudah kita temui pada diri manusia paling sempurna yaitu Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah role model terbaik sepanjang zaman sehingga Allah memujinya sebagai pribadi yang agung akhlaknya. Allah berfirman: “Dan Sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung”.(QS. Al-Qolam: 4).
Al-quran dan sunah sebagai sumber utama dari ajaran islam yang khas merealisasikan Kesehatan mental melalui model nyata yakni Rasulullah SAW yang hidupnya patut untuk kita teladani . menurut Quraish sihab islam telah menetapkan tujuan kehadirannya adalah untuk memelihara agama, jiwa, akal, jasmani, harta, dan keturunan. Setidaknya tiga dari yang disebut di atas berkaitan dengan kesehatan. Tidak heran jika ditemukan bahwa Islam amat kaya dengan tuntunan Kesehatan.
Lalu bagaimana cara kita merealisasikannya pada kehidupan sehari-hari ?
Karna al-quran merupakan “as-Syifa’’ yaitu sebagai obat penawar hati yang dimana setiap huruf dan bacaannya memiliki nilai tersendiri sehingga apabila kita membacanya akan menimbulkan efek ketenangan, rasa aman dan juga tentram. Membaca dan juga mendengarkan al – Quran ini merupakan psikoterapi yang telah diuji bahwa membaca al-quran dapat menurunkan ketegangan urat saraf dengan keefektifan mencapai 65% dibandingkan dengan bacaan selainnya yang hanya mencapai 35%. Hal ini tentu sangat baik bagi kesehatan fisik maupun mental dikarenakan sel saraf merupakan bagian terpenting dari otak yang berfungsi sebagai pengendali pikiran, perasaan dan gerakan fisik (Salim, 2009).
Referensi
Samain1, Budihardjo2. KONSEP KESEHATAN MENTAL DALAM AL-QUR’ĀN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP ADVERSITY QUOTIENT PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISBAH Samain1, Budihardjo2 samainspd@gmail.com1 , samainspd@gmail.com2 Pascasarjana IAIN Salatiga,
Menjaga Kesehatan Mental Perspektif Al-Qur‟an dan Hadits Oleh: Ikhwan Fuad (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Pacitan

No responses yet