Aku pernah menulis ini. Dan ingin menuliskannya lagi.
Suatu hari Syamsi Tabrizi, si darwish pengembara, dari Tabriz, Persia, hadir dalam pertemuan para ulama di Konya yang diadakan di sebuah “pondok” atau padepokan, atau zawiyah. Para ulama itu sedang mendiskusikan sejumlah isu sosial. Kira-kira semacam “Bahtsul Masail”, NU. Kitab-kitab Referensi diletakkan di atas meja yang telah disediakan. Masing-masing ulama menyampaikan pendapatnya atas isu-isu itu, sambil mengutip “ibarah”, redaksi/teks hadits Nabi, al-Atsar (pernyataan sahabat Nabi) dan ucapan “Auliya” para waliyullah dan para ulama fiqh yang terkenal.
Syamsi Tabrizi tampak resah mendengar dan menyaksikan perdebatan itu. Ia terusik dan tak tahan ingin sekali ikut bicara. Ia berdiri dan minta bicara. Lalu dia mengatakan :
الى ما تمضون اوقاتكم فى النقل عن فلان وفلان. اليس لديكم شيء جديد تقولونه؟. ومتى سيقول أحدكم : قلبى نقل عن الهى كذا وكذا. بدلا من أن تستعيدوا كلاما مكررا مسموعا ومعروفا؟ (شمس التبريزي).
“Sampai kapan kalian menghabiskan waktu-waktu kalian dengan mengutip kata si anu dan si anu?. Apakah tidak ada sesuatu yang baru yang kalian sampaikan?. Kapan ada orang yang mengatakan : “hatiku menerima dari Tuhanku begini dan begini, daripada mengulang-ulang kata-kata orang, atau menerima begitu saja pernyataan-pernyataan yang didengar dan yang sudah dikenal?”. (Syarh Qawa’id al-Isyq al-Arbaun/Empat puluh Kaedah Cinta).
Guru Maulana Jalaluddin Rumi dan sufi “nyentrik” ini tampaknya sedang mengkritik pengetahuan eksoteris, pandangan-pandangan dan metode Bahtsul Masail bernuansa konservatif dan tekstualistik itu dan belum beranjak ke pemecahan substantif, filosofis, esoteris/sufistik.
Kritik Syams yang tajam itu mengundang kontroversi bahkan kemarahan para ulama eksoteris. Ia dikecam danvdistigmatisasi srbagai liberal. Tetapi ia tak peduli.
Ia kembali menemui dan berdiskusi dengan Maulana Rumi, muridnya, tentang filsafat Neoplatonisme. Di tangan Syeikh Syams-i ini, Rumi berubah total, dari seorang faqih yang rigid menjadi seorang sufi yang terbuka, inklusif dan toleran sekaligus penyair besar.
22.05.2020
24.05.2021
HM

No responses yet