Kutoarjo adalah kota kecil di Pesisir Pantai selatan Pulau Jawa, Kota tempat kelahiranku. Aku dilahirkan tepatnya di Rumah Sakit Palang Biru Pada Hari Selasa Tanggal 14 Juni 1986.

Pada awal mulanya Kutoarjo adalah sebuah kabupaten yang bernama semawung setelah pasca perang Diponegoro berganti nama menjadi Kabupaten Kutoarjo. Setelah wafatnya Bupati Kutoarjo terakhir K.R.A.A. Purbohadikusumo pada hari Minggu tanggal 2 April tahun 1933.

Lalu pada tahun 1934 kabupaten kutoarjo dihapus oleh Pemerintah kolonial Belanda dan digabungkan dengan kabupaten Purworejo, yang pada waktu itu Bupati Purworejo dijabat oleh K.R.A.A. Hasan Danudiningrat, Status Kota kutoarjo turun menjadi setingkat kawedanan, pada era Presiden Gusdur kawedanan dihapus dan kutoarjo menjadi setingkat kecamatan.

Secara geografis kabupaten Kutoarjo  merupakan wilayah yang kompleks karena mempunyai kawasan pantai dengan laut selatan samudera Hindia, dataran rendah dengan tanahnya yang subur serta kawasan perbukitan yang sejuk di sebelah Utara kota kutoarjo yang dahulu menjadi kawedanan kemiri dan kawedanan pituruh yang meliputi Bruno, kemiri, dan Pituruh.

Kutoarjo sekarang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Letak geografis Kota Kutoarjo adalah sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Grabag, sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Bayan, sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Butuh, sebelah Utara berbatasan dengan kecamatan kemiri dan kecamatan Bruno.

Luas wilayah kecamatan Kutoarjo 37,59 km². Jumlah terdiri dari 21 Desa dan 6 kelurahan di kecamatan Kutoarjo, total ada 27 yang terdiri dari : Kelurahan Kutoarjo, Kelurahan Mbandung, Keluragan Katerban, Kelurahan Bayem, Kelurahan Semawung Daleman, kelurahan Semawung Kembaran, Desa Kaligesing, Desa Karangrejo, Desa Karang wuluh, Desa Kebondalem, Desa kemadu lor, Desa Kepuh, Desa Kiyangkongrejo, Desa kuwurejo, Desa Majir, Desa Pacor, Desa Pringgowijayan, Desa Purwosari, Desa Sidarum, Desa Sokoharjo, Desa suren, Desa tepus Kulon, Desa Tepus wetan, Desa Tunggorono, Desa Tuntungpahit, Desa Tursino, dan Desa Wirun

Danang Sutawijaya alias Panembahan Senopati.

Kutoarjo awal mulanya bernama semawung diawali berdirinya Mataram Islam oleh Danang Sutowijoyo atau Panembahan Senopati Loring Pasar putra dari Ki Ageng Pemanahan, pada masa itu nama Semawung sudah ada dan semawung sendiri berasal dari nama saudagar benang dari Cina yang bernama “Sie mau wong” yang  tinggal disitu.

Makam cikal bakal semawung saudagar benang dari cina yang bernama “Sie mau wong”

Pada waktu itu Danang Sutowijoyo memperistri putri dari Ki Ageng Panjawi penguasa Pati yang juga sahabat ayahnya Ki Ageng Pemanahan, yang bernama R.Ay. Waskitajawi untuk di jadikan permaisuri yang nantinya bergelar Gusti Kanjeng Ratu Hemas atau Gusti Kanjeng Ratu Mas Kulon dan melahirkan R.M. Jolang.

Ki Ageng Panjawi adalah cucu Kanjeng Sunan Kali Jogo dari salah satu putrinya kanjeng Sunan Kalijogo yang bernama Ratu Penengah yang makamnya ada di Laweyan Solo dan menikah dengan Ki Ageng Ngerang III Pati dan mempunyai putra bernama Ki Ageng Panjawi, Jadi ibu Ki Ageng panjawi adalah putri kanjeng sunan Kalijaga.

Ki Ageng Penjawi yang juga disebut Ki Ageng Pati karena mendapat hadiah dari Raja Pajang yang berupa tanah perdikan yang sudah berbentuk wilayah, Kota yang ramai dan berpenduduk banyak yang sebelumnya Pati vakum pemimpin

Kyai Ageng Ngerang I (Sunan Ngerang I atau Syeh Muhammad Nurul Yaqin) yang mempunyai wilayah kekuasaan di Juwana dan mempunyai istri Nyai Ageng Ngerang/Dewi Roro Kasihan.

Sunan Ngerang atau Syeh Muhammad Nurul Yaqin ialah putra Ki Ageng Jabung trah Sunan Ngudung ayah dari Sunan Kudus.

Ki Panjawi atau Ki Ageng Penjawi adalah keturunan ke 5 dari Bhre Kertabhumi melalui garis ayahnya Ki Ageng Ngerang III, ibunya adalah Raden Ayu Panengah putri Sunan Kalijaga dari isteri putri Aria Dikara. Semasa anak-anak sampai dewasa Ki Panjawi menerima gemblengan ilmu keagamaan dan ilmu pemerintahan (ilmu tentang tata pemerintahan yang dikuasai oleh Walisongo adalah mengadopsi gaya khilafah atau kesultanan islam jajirah Arab), disamping mendapatkan bekal ilmu dari Sunan Kalijaga, Ki Panjawi juga mendapatkan bimbingan ilmu spiritual dari Nenek dan Kakek-buyutnya Ki Ageng ngerang I yang masih keturunan Sunan Kudus.

Danang Sutawijaya mendirikan Kesultanan Mataram pada tahun 1587 Masehi. Salah satu Putra Ki Ageng Panjawi yang bernama R.M. Wasis Joyokusuma I menjadi Adipati Pati bergelar Adipati Pragola Pati I. Tokoh utama Perintis Kesultanan Mataram adalah Ki Ageng Pamanahan, Ki Juru Martani dan Ki Panjawi mereka bertiga dikenal dengan “Tiga Serangkai Mataram” atau istilah lainnya adalah “Three Musketeers from Mataram”.        Adipati Pragola Pati I alias R.M. Wasis Djojokoesoema I menjadi Adipati Pati dari tahu 1577 – 1601 M 

Adipati Pragolo I Pati  Secara suka rela tunduk kepada Mataram karena kakaknya dijadikan permaisuri utama bergelar Ratu Mas Kulon alias G.K.R Mas Kulon, sedangkan R.M. Jolang keponakan Adipati Pragolo I Pati dijadikan putra mahkota Mataram. Pada tahun 1590 M Adipati Pragola I Pati ikut membantu Mataram menaklukkan Madiun. Pemimpin Madiun pada waktu itu bernama R.M. Rangga Jemuna (putra bungsu Sultan Trenggana Demak) yang melarikan diri ke Surabaya setelah penyerangan Panembahan Senopati bersama Adipati Pragolo I Pati.

       

Putri R.M. Ronggo Jumeno penguasa Madiun yang bernama R.Ay. Retno Dumilah diambil Panembahan Senopati dan diper-istri sebagai permaisuri ke-dua.

Peristiwa ini membuat Adipati Pragola I Pati kecewa dan sakit hati karena khawatir kedudukan kakaknya. Lalu Adipati Pragolo I Pati menilai Perjuangan Panembahan Senopati sudah tidak murni lagi, Pemberontakan Pati pun meletus tahun 1600 M. Daerah-daerah di sebelah utara Pegunungan Kendeng dapat ditaklukan Adipati  PragolaI Pati. Lalu Panembahan Senopati mengirim putranya R.M. Jolang yang tak lain adalah keponakan R.M. Wasis Joyokusuma I/Adipati Pragola pati I ,untuk menghadapi dan meredam pemberontakan Pragola I Pati yang tak lain juga adalah paman dari dari R.M. Jolang.

Paman dan keponakan akhirnya bertempur, Kedua pasukan bertemu dekat Prambanan, Adipati Pragola I Pati dengan mudah melukai keponakannya itu sampai pingsan. lalu mau tidak mau Panembahan Senopati berangkat sendiri untuk meredam dan menumpas pemberontakan adik iparnya Adipati Pragola I Pati. Menurut Babad Tanah Jawi,  K.G.R. Mas Kulon istri panembahan Senopati sekaligus kakak Adipati Pragolo I Pati sudah merelakan kematian adiknya.

Pertempuran  terjadi di Prambanan. Pasukan Adipati Pragola I pati kalah dan mundur ke Pati. Panembahan Senopati mengejar dan menghancurkan kota Pati. Akhirnya, Adipati Pragola l sembunyi dan hilang tidak diketahui nasibnya.

Kedua Wangsa dan Trah yang sangat dekat dan bersaudara yaitu wangsa Ki Ageng Pemanahan dan Trah Ki Ageng panjawi Pati kembali menumpahkan darah di era R.M. Wasis Joyokusuma II alias Adipati Pragolo II Pati dengan Raja Mataram ke-3 Sultan Agung Hanyokrokusumo,

Adipati Pragolo II Pati/R.M. Wasis Joyokusuma II memerintah dari tahun 1601 – 1628, pertumpahan darah kembali terjadi antara Trah Ki Ageng panjawi dan wangsa Ki Ageng Pemanahan hal itu terjadi karena hasutan Patih endratna bupati Demak. Patih endratna menilai Adipati Pragolo II Pati akan melakukan pemberontakan terhadap Mataram. Adipati Pragolo II Pati adalah adik ipar Sultan Agung, karena adik Sultan agung menikah dengan Adipati Pragolo II Pati. Setelah kematian Adipati Pragolo II Pati di pertempuran serta menghancurkan kota Pati, Sultan Agung menemui adikknya dan adiknya menjelaskan bahwa peperangan terjadi karena fitnah Patih endratna bupati Demak, setelah mendengarkan penjelasan itu Patih endratna di hukum pancung oleh Sultan agung.

Sultan agung di saat kemenangan peperangan melawan Adipati Pragolo II Pati memberikan hadiah kepada para prajurit Sentana, punggawa, dan panglima yang ikut pertempuran menumpas pemberontakan Adipati Pragolo II Pati dengan memberikan kinatah emas atau Candra sengkala pada ganja-ganja keris mereka dengan simbol Gajah Ngiwar(Pati) dan singgo Nggeroo (Mataram).

R.M. Wasis Joyo Kusumo atau Adipati Pragola Pati I Pati mempunyai putra :

  1. Raden Mas Tdjoemantoko.
  2. Kanjeng Ratu Beroek/Putri Moertisari.
  3. Raden Mas Baoeredjo.
Makam Raden Mas Tumenggung Tdjuemantoko adipati pertama semawung/kutoarjo di Bukit Desa Kaliwatubumi

Bersambung

One response

Tinggalkan Balasan ke Arga nawa Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *