Kesabaran itu mahal, mbah. Karena sabar itu buah dari keyakinan. Orang bisa sabar kalo hatinya yakin bahwa tidak nuruti syahwat, tidak grusa-grusu dan tidak arogan dalam menghadapi masalah dan musibah, itu jalan yg terbaik. Nah, keyakinan semacam ini, kalo kita masih punya pikiran materialisme, pasti gak nyampek pikirannya.

Coba bayangkan kalo sampeyan kena musibah misal rumah habis terbakar, anak meninggal, duit modal usaha habis kena tipu atau musibah2 lain yg bikin nyesek di dada. Kalo sampeyan gak sampai nglesot2 sambil meraung-raung, itu udah bagus. Kebanyakan orang pasti jadi lemes mentalnya, serasa dunia runtuh, gila bahkan ada yg jadi atheis pula kalo gak punya keyakinan.

Padahal Gusti Allah dawuh

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ ۗ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Gusti Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An Nahl 96)

Sabar itu yakin bahwa musibah itu kehendak Gusti Allah, semua itu milik Gusti Allah, bakal kembali pada Gusti Allah cepat atau lambat lalu berusaha mendekat pada Gusti Allah. Nah, siapa saja yg yakin akan hal itu lalu berbuah kesabaran, bakal diberi ganjaran.

Gusti Allah dawuh

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (١٥٦) أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (١٥٧)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al Baqoroh 155-157)

Dari ayat2 tersebut, mengandung makna bahwa gak semua orang punya keyakinan seperti itu. Karena itulah mengapa kesabaran itu amat mahal harganya.

Kanjeng Nabi Muhammad SAW bersabda :

من أقل ما أوتيتم اليقين وعزيمة الصبر ومن أعطى حظه منهما لم يبال ما فاته من قيام الليل وصيام النهار

“Ada hal yang tidak sembarangan diberikan Gusti Allah kepada kamu sekalian manusia, yaitu hati yang penuh keyakinan dan teguh kesabaran. Siapa saja yg beruntung diberi dua anugerah itu, pasti dia gak akan peduli dengan apapun yang tidak dimilikinya, kecuali sembahyang malam dan puasa di siang hari”

Maknanya, bahwa tanda orang yg diberi keyakinan dan berbuah kesabaran itu gak bakal lari dari Gusti Allah. Malahan dia semakin gak peduli kehilangan materi atau dunia, apapun itu, asal hatinya tetap percaya pada Gusti Allah.

Saya jadi ingat salah satu guru saya yang kehilangan putranya. Meski merasa kehilangan, namun semangat ngajinya mengalahkan segalanya. Sehabis pemakaman putranya, beliau tidak mau meliburkan ngajinya, tetap beliau mengajar ngaji seperti biasa. Kalo orang gak yakin, mana bisa kayak gitu. Sekali lagi, kesabaran itu amat mahal

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *