oleh : Halimatus Sa’diyah ms, (Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Profesor Dr Hamka)
Apa itu ikhlas? Manurut bahasa, ikhlas memiliki arti ‘murni’ ikhlas menurut filosofi dikatakan ‘bersih’ ikhlas juga memiliki arti lain yaitu sikap menerima apapun yang terjadi dengan lapang dada. Di dalam buku yang ditulis oleh seorang syekh yang bernama Ibnu Athahillah terdapat tiga pembagian ikhlas dengan tingkatan / golongan yang berbeda. Yaitu :
- Ikhlas ahli ibadah, ini merupakan tingkatan terendah dalam ilmu ikhlas yang dapat dipelajari manusia. Seseorang yang mengamalkannya dapat terhindar dari ujub, riya dan sumah serta keluar dari kesombongan yang dapat merusak amal perbuatannya.
- Ikhlas orang muhibin, muhibin memiliki arti pecinta. yaitu orang -orang yang murni beribadah atas dasar cintanya terhadap Allah SWT dengan (lillahita’ala) tanpa mengharap pamrih sedikitpun
- Ikhlas orang makrifat, ini adalah tingkatan ikhlas tertinggi. Karena ia tidak memiliki tujuan apapun. Baik untuk mendapatkan pahala dan dijanjikan syurga, maupun agar dijauhkan dari api neraka. Tingkatan makrifat ini murni untuk menjalankan perintah Allah SWT
Ciri -ciri orang yang ikhlas :
- Mengutamakan Keridhaan Allah daripada Keridhaan Manusia
- Terjaga dari sesuatu yang diharamkan Allah
- Tidak senang dipuji
- Senang diberikan nasehat
- Melupakan amal baik yang telah dilakukan
- Melakukan suatu amal perbuatan dengan sepenuh hati
- Memiliki hati yang lapang
- Selalu berprasangka baik
Rasulullah SAW. pernah bersabda, “Ikhlaslah dalam beragama, cukup bagimu amal yang sedikit.” Dalam hadist lain pun Rasulullah SAW. bersabda,“ Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”
Manfaat dan Keutamaan dari ikhlas :
- Membuat hidup menjadi lebih tenang
- Amal ibadah akan diterima oleh Allah Swt.
- Dibukakannya pintu ampunan dan dihapuskannya dosa serta dijauhkan dari api neraka.
- Doa diijabah oleh Allah swt
- Merasa dekat dengan Allah.
- Mendapatkan perlindungan dan pertolongan dari Allah Swt.
- Kelak akan mendapatkan naungan dari Allah Swt di hari kiamat.
- Diberi hidayah (petunjuk) oleh Allah SWT sehingga tidak tersesat ke jalan yang salah.
- Mudah dalam memaafkan kesalahan orang lain
- Dapat memiliki sifat zuhud, yaitu (menerima dengan apa adanya yang diberikan oleh Allah Swt)
Cara agar dapat ikhlas dalam beribadah dan beramal :
- Berdoa agar Allah menjaga dan memperbaiki hati kita
Allah SWT berfirman dalam surah al -anfal ’24 :

- “Ketahuilah bahwa Allah membatasi antara manusia dan hatinya”.
Rasulullah bersabda :

- ” Sesungguhnya kalbu (hati) anak Adam berada di antara dua jari ar-Rahman seperti satu kalbu. Dia mengubahnya sesuai dengan kehendak-Nya.”
- Merasa malu kepada Allah swt.
Sesuai dengan sabda rasul yang artinya :
“Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan”
- Berjuang melawan hawa nafsu
- Memulai muhasabah dan mengintrospeksi diri
- Mengingat Allah dan takut akan siksaannya
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman pada surah al a’raf’201

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, bila mereka ditimpa waswas dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.”
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”.

No responses yet