Categories:

Oleh: Najma Zahidah (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)


Tak bisa dipungkiri bahwa zaman sekarang globalisasi dan modernisasi berkembang pesat sehingga ada kemungkinan besar akan lunturnya ilmu akhlak dan aqidah seseorang, terutama bagi remaja yang umpamanya sebagai penerus kemajuan bangsa. Para ahli psikologi berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa inilah hasrat seseorang sedang bergejolak dan terjadinya perubahan-perubahan mengenai kematangan fungsi jasmaniah dan rohaniah. Dan di masa inilah seseorang sedang mencari jati diri akan siapa dirinya, dan akan dibawa kemanakah jalan hidupnya.
Definisi Aqidah
Secara etimologi, aqidah diambil dari kata al-aqdu (pengikatan) dan i’tiqad (kepercayaan hati). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aqidah ialah kepercayaan hati dan pembenarannya terhadap suatu yang dipercayai dan diyakini oleh hati.
Dalam Qur’an surat An-Nisa ayat 136, Allah berfirman :
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya , rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”
Ayat diatas menjelaskan akan pentignya beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta kepada kitab-Nya, dari ayat ini kita juga bisa menyimpulkan bahwa ruang lingkup aqidah adalah susunan dari enam perkara atau yang lebih kita kenal sebagai “rukun iman”. Sesungguhnya dengan beriman kepada Allah adalah kebutuhan dasar tiap manusia agar menuju kebahigaan dunia dan akhirat yang kekal.
Tujuan dan implementasi aqidah bagi remaja
Keimanan seseorang tidak bisa diukur hanya dengan berbuat baik saja, karena belum tentu yang baik itu melakukan sesuatu sesuai dengan pedoman yang disampaikan rasulullah yakni al-qur’an dan as-sunnah. Maka dari itu, tujuan ilmu aqidah pada remaja ialah memberikan tuntunan tentang cara menumbuhkan iman agar bisa dijadikan pondasi dari seluruh aktivitas sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh al-qur’an dan as-sunnah. Jika keimanan sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari pastinya sudah tercermin melalui perkataan dan perbuatannya sehingga melahirkan akhlaqul karimah, dan apapun yang ia lakukan pasti selalu sesuai dengan nilai keagamaan, serta baik dalam mengontrol tingkah laku, karena orang yang beriman meyakini bahwa Allah Maha melihat apapun dan dimanapun situasi kita.
Namun jika melihat dari situasi saat ini remaja seperti kehilangan tujuan hidupnya dan menganggap apa yang ia lakukan adalah hal yang sepele mengingat tentang “Allah Maha Pemaaf” sehingga seseorang berpendapat bahwa kesalahan apapun yang dilakukannya pasti akan dimaafkan oleh Allah. Selain itu, alasan yang membuat lunturnya iman seseorang ialah gengsi akan melakukan kebaikan, mereka tidak mau dilihat sebagai “orang alim”. Maka dari itu alangkah baiknya kita tidak perlu memikirkan apa yang dilihat manusia, karena sejatinya kita beribadah hanya untuk Allah. Adapun hal-hal yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan aqidah pada masa ini ialah, 1). Mendekatkan diri pada al-qur’an, karena pada dasarnya al-qur’an memiliki segudang manfaat dan didalamnya terdapat ilmu yang bisa kita pelajari, 2). Mencari teman yang membawa kebaikan, karena teman adalah cerminan diri sendiri maka dari itu sangat amat penting dalam mencari teman, 3). Mempelajari ilmu agama, hal ini bisa kita lakukan dengan mendengar kajian para ulama di social media ataupun mendengarnya di majelis kajian secara langsung, 4). Menerapkan akhlak yang baik kepada masyarakat, 5). Tidak mudah larut dalam kesenangan dan pergaulan bebas, hal ini sering menjadi pemicu akan lunturnya akhlak dan dengan hal ini pula bisa menjadikan cikal bakal hancurnya masa depan.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *