Setiap orang memiliki kemampuan yg berbeda, karena anugerah kelebihan yg diberikan oleh Allah Yang Maha Kuasa. Peran dan fungsi kemanusiaannya, tergantung juga dari kesadaran kelebihan yang dimilikinya. Dengan berbagai macam cara dilakukan, demi untuk satu tujuan yg mulia yaitu memberi manfaat bagi orang lain. Saya rasa, semua orang harus sadar dan sabar, tentang apa yg bisa mereka lakukan dgn skill mereka masing2.

Esensi Hidup

Sebab esensi dari hidup dan kehidupan adalah memberi sebanyak2 kebaikan. Kalau dalam Islam, ada hadist mengatakan, “Sebaik2nya manusia adalah yg paling memberi manfaat bagi manusia lainnya.”

Atau kalau mengutip salah satu filsuf Stoa nama sebuah aliran atau mahzab filsafat Yunani Kuno yg didirikan di kota Athena, oleh Zeno dari Citium Siprus (334 – 262 SM). Saat itu Athena menjadi pusat belajar filsafat, dimana saat itu Zeno, dipengaruhi oleh Socrates, (meninggal 399 SM, Athena klasik) : “Bukan masalah seberapa lama kita hidup (durasi), tapi sebanyak apa kontribusi yg bisa kita lakukan pada sesama.”

Ketidaktahuan apa yang dilakukan

Masalahnya, banyak orang tidak tahu apa yg bisa mereka lakukan. Padahal ruang berbuat baik itu opsinya banyak. Jadi bagi saya, jika seseorang tidak punya skill sekalipun, kebaikan selalu bisa dilakukan.

Perbanyak Kebaikan

Perbanyaklah kebaikan, dgn mengerjakan semua aktifitas, dgn landasan memberi manfaat kepada diri sendiri, dan orang lain, dgn niat ibadah, sukarela tanpa harus dibebani ada balasan materi dari sesama, niscaya kebaikan itu akan memantulkan hasil baiknya. Semakin banyak karya yg diberikan, semakin produktif dan semakin banyak output manfaat, akan semakin banyak amal kebaikan dan semakin banyak pula keberkahan (kebaikan yg berkelanjutan).

Renungan untuk aksional

Kiranya perlu menjadi renungan kita semua, bahwa mengapa orang lain lebih maju dari kita ? Boleh jadi, karena mereka lebih produktif, lebih banyak memberi makna pada sesama, lebih banyak bersyukur dgn memanfaatkan apa yg dimiliki, lebih hemat dan tidak boros, lebih banyak menghargai hak orang lain, lebih banyak simpati dan empatinya serta lebih banyak amal kebaikannya tanpa harus selalu disuruh. Marilah kita mulai perbaiki diri kita untuk menjadi lebih baik lagi, karena sebaik2nya diri adalah yg hari ini jauh lebih baik dari hari kemarin.

Kalau seseorang punya bidang keahlian atau kemampuan tertentu, tentu saja harus dimanfaatkan. Tidak selalu bermotif uang, tapi seberapa besar keikhlasannya. Kadang, itu yang jadi ujian utamanya. Antara ikhlas dan pamrih dalam bertindak sulit dibedakan, kecuali bagi mereka yg sadar tujuan memberi manfaat untuk kemaslahatan.

Peran dan Kemampuan

Sekarang, kita semua punya peran masing2, sesuai dgn kemampuan atau bidang yg kita miliki. Jika tujuan baik itu memang datang dari keikhlasan diri, kita selalu punya jalan untuk memulainya. Skill yg telah kita gunakan untuk orang lain, bisa mencerminkan pesan kebaikan apa yg ingin kita sampaikan.

Bagi sebagian orang, pasti sudah sadar bahwa skill yg kita punya, bisa dimanfaatkan untuk kebaikan orang lain. Dan apa yg kita lakukan ini selalu berujung pada kebahagiaan.

Kebahagiaannya itu kadang tidak ternilai dgn uang saja. Misalnya seseorang, ketika membuat tulisan yg bersifat edukasi, lalu ada pembaca yg mengatakan mereka senang dgn tulisan yg dia buat.

Sedekah Kemampuan 

Sedekah bisa kita lakukan dengan beragam cara. Sesuai dgn kondisi, potensi, dan kemampuan yg kita miliki. Bagi siapa saja yg diberi kelebihan harta, maka ia bisa bersedekah dgn materi ataupun non materi. Bagi siapa saja yg diuji dgn kekurangan harta, maka pintu sedekah tidak tertutup baginya. Ia bisa bersedekah, dgn beragam cara dan meraih pahala sedekah, sebagaimana yg didapatkan oleh orang2 berharta. Sedekah dgn kelebihan dan kemampuan masing2, dgn cara masing2, berbasis keihklasan tanpa pamrih dalam kebaikan yg bermanfaat untuk orang lain, kebaikan yg dilakukan itu, sbg bentuk rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, atas karunia-Nya.

Semoga beragam kelebihan dan kemampuan masing2 orang, tidak hanya di pergunakan untuk mencari dunia semata, Harus ada kesadaran praktikal-religius dgn cara bersedekah sesuai kemampuan masing2 untuk kebaikan yg bermanfaat bagi orang lain. Setiap orang khususnya muslim, bebas memilih cara bersedekah sesuai kemampuannya, baik dgn hati, lisan, harta, ilmu, tenaga, tulisan maupun perbuatan. Semoga Allah selalu menggerakkan hati dan memudahkan langkah kita untuk bersedekah sesuai kelebihan dan kemampuan kita, sbg manifestasi spirit-syukur kepada Allah, meraih ridho dan Rahmat-Nya.

Semoga bermanfaat.. Wallahu a’lam

from a variety of sources by Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *