Categories:

Oleh:M. Elva Nur Farid (Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaiora UIN Walisongo Semarang )

Banyak sekali peninggalan dari orang-orang terdahulu yang diwariskan kepada kita, dan tugas kita adalah menjaga agar tidak rusak maupun hilang sesuatu yang telah diwariskan. Termasuk dalam hal Manuskrip yang tersebar di Nusantara, oleh karena itu dilakukan digitalisasi naskah yang bertujuan untuk menyelamatkan naskah dari kerusakan maupun kehilangan. Manuskrip ini merupakan salah satu dari sekian banyaknya manuskrip yang ada di Nusantara yang berasal dari Jawa Barat. Manuskrip ini berjudul Tahyirah yang dikarang oleh Haji Ahmad Rifa’i bin Muhammad namun didalamnya tidak terdapat tahun penulisan. Sejak kecil beliau sudah mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki teman sebayanya, keistimewaan ini merupakan tanda kekuasaan dari Allah sebagai alamat cikal bakal ulama besar di kemudian hari.

Naskah ini menggunakan kertas Eropa berjumlah 224 halaman dan setiap halaman terdiri dari 11 baris; 20×15 cm. Ditulis dengan aksara Arab ( jawi ) menggunakan tinta berwarna hitam dan merah sebagai rubrikasi, warna hitam digunakan untuk menunjukkan makna dan komentar, sedangkan warna merah digunakan untuk menunjukkan ayat al-Qur’an, hadis, perkataan ulama, dan setiap kata awal dari paragraf. Penulisan ini sesuai dengan kaidah penulisan kitab-kitab Arab dengan budaya bangsa sejak zaman Sultan Agung Mataram XVI. Setiap halaman tidak ada kata alihan dan tidak terdapat ilmunasi,  naskah ini menjelaskan tentang ilmu Tauhid yang meliputi makna dua kalimat syahadat dan hal yang berhubungan dengan keimanan, termasuk dalam hal sahnya iman, alim, adil, fasiq, dan targhib. Naskah ini berada di web Manuskrip Nusantara dan tersimpan di Puslitbang Lektur Kementerian Agama RI. Keadaan naskah sebagian besar masih bisa dibaca, namun jilidan hampir lepas karena robek dan terkena cairan berwarna. Meskipun menggunakan bahasa jawa, naskah ini mampu menembus daerah pedesaan yang memakai dialektika bahasa sunda seperti daerah Indramayu, Karawang, Cirebon, dan Subang.             Naskah ini terdiri dari prosa dan nadhom, dibuatkannya nadhom bertujuan untuk menyesuaikan kondisi masyarakat pada saat itu serta agar lebih mudah menghafal dan memahami isi kitab. Saat kita membaca manuskrip ini maka akan menemukan pandangan beliau tentang rukun islam dengan teks “Utawi rukune Islam iku sawiji beloko yoiku angucap syahadat roro kang wes kasebut” menurut beliau rukun islam itu hanya satu yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat. sementara sholat, zakat, puasa, dan haji adalah kewajiban menjalankan syariat setelah menjadi muslim. Setelah itu dilanjutkan dengan menyebutkan rukun iman yang berbunyi  “Utawi rukune iman iku nem perkoro kang dihin angimanaken ing Allah, kapindo angimanaken ing sekehe Malaikat Allah, kaping telu angimanaken ing sekehe Kitabe Allah, kaping pat angimanaken ing sekehe Utusane Allah, kaping limo angimanaken ing dino akhir kiamat, kaping nem angimanaken ing pasten becik lan olo saking Allah ta’ala” . Kemudian di maknai oleh paragraf berikutnya ditandai dengan tulisan warna merah Utawi artine iman iku ngastoaken jazem lan asih ingsun ing barang kang didatengaken dene Rosulullah, utawi syarat sahe iman lan syahadat iku arep asih ing sakabehe syareate nabi Muhammad. Dan beliau juga menyebutkan tentang syaratnya Iman “ Utawi syarat sahe iman iku arep asih ing sekabehe syareate nabi Muhammad “. Secara teks kalimat ini terlihat sederhana namun jika dikaji lebih dalam akan menghasilkan makna yang sangat penting yang menyangkut sah dan tidaknya iman serta syahadat seseorang. Bisa dikatakan sah syahadat dan iman seseorang apabila dia telah benar-benar bisa menerima dan mengamalkan apa yang telah disampaikan nabi Muhammad tanpa melakukan tawar menawar  Manuskripini menggambarkan tentang pentingnya iman yang harus diajarkan di masyarakat melalui metode dakwah dengan menggunakan syair ( nadhom ) yang lebih mudah dipahami dengan cara dilagukan sedemikian rupa agar menarik minat pembaca dan pendengar. Wallahualam bishawab

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *