Oleh : Lutfiah Urbaningrum (Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang)
Keberadaan manuskrip jarang sekali mendapat perhatian di khalayak umum. Namun seiring berkembangnya zaman, proses digitalisasi naskah kuno (Manuskrip) kian marak. Hal ini sangat menguntungkan sekali bagi kalangan akademisi maupun masyarakat awam. Dalam rangka penyelamatan naskah kuno baik fisik maupun kandungannya menjadikan proses digitalisasi sangat penting. Sehingga ketakutan akan hilangnya suatu naskah tidak akan lagi menjadi momok dalam kajian filolog. Seperti halnya Naskah Syarh al-Kafiyah ini.
Naskah dengan judul Syarh al-Kafiyah ini dapat di akses bebas dalam web Khastara Pustaka Nusantara dengan katalog ID 70388 dan kode A12. Naskah ini dapat di download secara gratis oleh umum dalam bentuk digital (pdf) pada laman https://khastara.perpusnas.go.id/landing/detail/70388/1. Naskah ini tersimpan di Perpustakaan Nasional RI.
Naskah dengan bahasa Arab ini memiliki tebal 67 halaman. Di dalamnya tidak terdapat kolofon dan juga tidak diketahui nama pengarangnya. Naskah ini juga tidak terdapat sampul. Kondisi naskah masih bagus, rapi dan juga dapat dibaca. Naskah ini ditulis dengan tinta merah dan hitam. Tinta merah digunakan pada awal pembahasan/pokok pembahasan dan juga digunakan untuk catatan-catatan khusus. Sedangkan penjelasannya menggunakan tinta berwarna hitam. Seperti pembahasan tentang kalam, pada tulisan kalam menggunakan tinta merah sedangkan penjelasannya menggunakan tinta berwarna hitam. Hal tersebut terus diulang hingga akhir pembahasan.
Jumlah baris dalam setiap halaman naskah ini adalah 32 baris. Terkecuali pada halaman pertama, yang hanya terdapat 21 baris itupun beserta bismillah. Pada akhir Naskah, terdapat keunikan yaitu teks yang berbentuk mengerucut ke bawah dengan jumlah 23 baris.

Adapun pembukaan Naskah tersebut adalah
Bismilahi r-Rahmani r-Rahim. Wabihi nasta’in watammama bi 1-khain, amadu-hu kama yastahiqqu an yuhma washallalahu ‘ala Rasulihi l-Mushafa Muhammadin wa alihi th-thayybina al-muhathirina l-majalin wa ashabili l-kirani lghurri l-muhajalin.
Secarakeseluruhan naskah ini membahas tentang ilmu Nahwu/tata bahasa Arab yang diambil dari kitab al-Kafiyah karya al-Hajib. Pembahasan dalam naskah tersebut seperti pengertian kalam, wadho’, isim, fiil dan lain sebagainya. Pada awal pembahasan yaitu kalam, tentang pengertian kalam atau kalimat dalam bahasa Arab.
Alkalamu lafzhan, haqiqatan au taqdiran mislu huwa fi Zaidun dlaraba wamitsluhu.
Kalam yaitu lafadz yang pasti atau kira-kira contohnya zaidun memukul.
Adapun tentang isim, fiil dan khuruf berbunyi sebagai berikut
Wa hiya ismu, wa fi’lu wa kharfu ai hiya munqasimatun li hadihi tsalasatun anqosima kalami li zaja isnani fayashokha itlafu maqsumu ala kulli min aqsami kalami li jazai li annaha ma lan qadra ala ma’na fi nahsiha au binafsiha mustaqilatun min ghairi dzakara muta’alaqon fi ista’al.
Adapun akhiran/penutup Naskah tersebut adalah
Wa l-mukhafatu tuhdzafu li s-sakinaini li iltifa,l s-sakinaini fayaqulu idlrib bi l-qaumi bifathi ma qablaha liyadulla ‘alaiha wa fi l-waqfi fayuraddu ma hudzifa, min harfu ilatin, wa i’rabu fataqulu fihal tadrlribanna hal yadlribuna bi l-wawi wa n-nuni I-mahdzufataini, wafi idribanna idribu bi l-wawi, wal-maftuhu ma qablaha tuqlabu alifan, kaqaulika fidlribna idlriba tasyabbaha laha bit-tanwini.
Wallahu a’lambisshawab.
Sumber gambar : Khastara.perpusnas.go.id

No responses yet