Oleh : Ahmad Saefudin Husni (Mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang)
KH. Ahmad Rifa’i bin Muhammad Marhum, dilahirkan pada tanggal 9 Muharam 1200H/1786M. Di desa Tempuran, kabupaten kendal Jawa Tengah. Ayahnya bernama Muhammad Marhum bin Sujak Wijaya seorang pegawai keagamaan, dan Ibunya Siti Rahmah. KH. Ahmad Rifa’i menjadi murid sekaligus adik iparnya mbah Asy’ari yang tergolong ulama karismatik kala itu. KH. Ahmad Rifa’i juga pernah belajar di Makkah dan di Mesir.
Karena beliau termasuk seorang yang anti kolonial, sekembalinya beliau ke tanah air, beliau mendirikan sebuah pondok dan menyebarkan dakwahnya dengan di bantu para oleh para santri hingga beliau di asingkan. KH. Ahmad Rifa’i bukan hanya seorang ulama tetapi juga seorang pejuang. Hingga saat ini kitab-kitab beliau masih di kaji oleh golongan Rifa’iyyah, di antaranya ada di daerah weleri, pemalang.
Naskah ini berisi satu teks dengan judul Nadam Tasyrihatul Muhtaj, yang ditulis oleh KH. Ahmad Rifa’i Kalisalak. Naskah ini adalah salinan. Penyalinnya Kiai Hasan Dumejo bin Abu Hasan. Ukuran naskahnya 22X17 cm dan teksnya 15X11 cm. Naskah ini tidak lengkap, bagian awalnya tidak ada dan tidak ada pembukaannya. Tahun penulisannya disebutkan 1266 H. Alas tulis naskah ini adalah kertas Eropa. Tidak ditemukan watermark dan garis halus dan kasar di dalamnya. Naskah ini tidak setiap halamannya memiliki nomor halaman, tetapi memiliki kata alihan pada setiap halamannya. Dalam naskah ini tidak terdapat iluminasi dan ilustrasi yang menjelaskan isi teks. Tinta yang digunakan untuk menulis naskah ini berwarna hitam dan merah, ada rubrikasi di dalamnya.
Keadaan fisik naskah ini secara keseluruhan masih bagus. Semua teksnya masih dapat dibaca dengan baik, hanya sedikit yang tintanya pecah. Naskah ini tidak memiliki sampul dan benang jilidnya lepas. Setiap halaman terdiri dari 11 baris. Isi naskah ini menjelaskan tentang ilmu fikih, terutama fikih muamalah, antara lain: bab nikah, jual beli, ghasab, barang temuan, hibah, wasiat, dan diakhiri pembahasan tentang tasawuf. Pemilik naskah ini adalah KH. Amin Ridlo, yang disimpan di Pesantren Manbaul Anwar, Desa Krasak Mojotengah, Wonosobo. Pemotretnya Alfan Firmanto dan Yunani.
Kutipan awal:
Lan lamon ghosob wongiku tinemune * unamane natad tuwen gandum anane
Lan angamuraken wongiku ing halal artine * lan ten biso bedakaken samarunane
Hal wenang wongiku misah lanakunane * tudari arta ghosob kinaweruhan
Lan halal keduwe wongiku ingukuman * marintahaken arta segarane kawenangan
Terjemah :
Jika ada seseorang yang mengghosob * Seperti halnya (ghosob) uang tunai atau gandum
Kemudian ia mencampurkannya dengan harta halal (yang ia miliki) * (Serta) tidak bisa membedakan kesamaran keduanya (harta halal & harta ghosob)
Maka ia boleh memisahkan (dari keduanya) * Sekedar (mengambil) harta ghosob yang ia ketahui
Dan hukumnya halal (boleh) baginya * Menggunakan harta yang sudah terpisah (dari harta ghosob)
Kutipan akhir :
Ugo tulung Allah berkat Nabi lan beciq * syukure ing Allah sah bener kaniliq
Pasrah ing Allah kang luweh siddiq * wallahu a’lam wa billahit taufiq
Utawi Allah kang nyoto kinawerhan * lan ngudaneni ing sekabehan
Olo becik kawulane ora kesamaran * dunnyo tumeko akhirat tingalan
Lan kelawan Allah pitulunge di hajat * paring sah iman thoat netek syarat
Itu kagungan ing Allah gunge rahmat * lan kanugerahane langgeng dunnyo akhirat
Tammat dalam dino khamis kinaweruhan * sepuluh dino wulan rajab ingaranan
Tahun jim akhir hijriyah Nabi utusan * sayurung atos sadida enenm tahunan
Wasallallahu ala Muhammad wa alihi wa sahbihi walhamdulillahi rabbil alamin aamiin.
Terjemah :
Serta pertolongan Allah berkat Nabi yang lebih baik * bersyukur kepada Allah yang maha benar
Memasrahkan pada Allah yang maha benar * dan Allah lebih mengetahui dan dengan taufiknya
Allah yang tampak nyata * dan mengetahui semuanya
Jelek bagus hambanya tidak tersamarkan * dunia datang akhirat pergi
Dan dengan pertolongan Allah di kabulkan * diberi iman taat yang sesungguhnya
Itulah keagungan Allah yang maha kasih sayang * dan anugerah kelancaran dunia akhirat
Tamat di hari kamis * sepuluh hari bulan Rajab
Tahun jim akhir Hijriyah * tahun seribu dua ratus enam puluh enam
Dan sholawat kepada nabi Muhammad dan keluarganya dan sahabatnya segala puji bagi Allah yang merajai alam semoga Allah mengabulkan, amiin

No responses yet