Oleh: Rifda hamid
Kata orang cinta memang tak dapat dipaksakan, cinta hadir dengan sendirinya. Hadir karena budi baik pelakunya. Cinta memang tak akan pernah bisa untuk diadakan atau dihilangkan begitu saja. Tapi cinta dapat hadir karena kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan. Cinta dapat hadir, karena perlakuan yang memukau. Dan cinta dapat hilang, ketika ada orang baru yang datang. Tapi percayalah, cinta akan tetap kekal jika kita mampu menghadirkan kesetiaan seperti yang dilakukan oleh Putri Akal ini. Dia mencintai dengan kesetiaan yang mendalam.
Setiap manusia pasti ingin dicintai, tapi perlu kita ketahui bahwasannya kita tidak akan pernah mungkin dicintai apabila kita tak mencintai. Sebab, cinta itu seperti hukum Newton III aksi-reaksi. Berbalik. Apabila kita mencintai seseorang dengan sepenuh hati maka kita pun akan mendapatkan cinta yang seperti itu pula. Memang dalam beberapa kasus, hal ini kadang tidak berlaku, tapi pada kebanyakan orang hal ini nyata adanya. Maka dari itu, untuk mampu belajar mencintai dengan baik dan benar, marilah kita belajar mencintai dari Syair Putri Akal.
Apa Itu Syair Putri Akal?
Syair sering kali diartikan sebagai puisi lama. Syair Putri Akal ini merupakan syair yang terdapat di perpusnas RI. Naskah ini memiliki panggilana dengan ML 21. Syair ini ditulis dengan menggunakan aksara Jawi, yaitu huruf yang bentuknya seperti huruf Arab namun menggunakan bahasa Melayu. Syair ini menceritakan tentang seorang putri yang bernama Putri Akal, ia merupakan seorang perempuan yang cantik jelita, kecantikannya tersebut masyur hingga keberbagai daerah. Hingga putra Raja Damsyik pun tertarik kepada putri Akal tersebut. Dan mencoba untuk meminang Putri Akal.
Mulanya Putri Akal menolak pinangan itu, namun akhirnya Putri Akal pun menerimanya. Akan tetapi ketika telah resmi menikah Raja pun menyia-nyikan Putri Akal, Putra Raja memberikan Putri Akal kepada pelayan istananya dan memilih istri mudanya. Namun, karena kecerdikan dan budi baik Putri Akal dia pun mendapatkan cinta suaminya kembali.
Apa yang Dilakukan Oleh Putri Akal Hingga Mendapatkan Cinta Suaminya Lagi?
Hal pertama yang dilakukan oleh Putri Akal ialah tetap setia kepada suaminya meskipun suaminya telah menyerahkan Putri Akal kepada pelayan istananya. Putri Akal tetap tidak mau disentuh sedikit pun oleh pelayan istananya tersebut. Putri Akal menjaga kesucian dirinya dari laki-laki yang bukan suaminya. Bagaimana pun caranya, Putri Akal tetap tidak mau tersentuh oleh pelayan istana suaminya itu.
Setelah setia seperti itu, Putri Akal pun mampu berpikir cerdik dan rela berkorban. Hal itu dibuktikan dengan idenya yang merayu istri muda suaminya agar mau bertukar ranjang dengannya. Dan sebagai ibalannya Putri Akal akan memberikan madunya itu patung emas. Mulanya madunya itu tidak mau tapi karena menginginkan patung emas tersebut akhirnya ia mau menuruti keinginan Putri Akal tersebut. Padahal patung emas itu ialah patung yang diinginkan Putri Akal sebelum ia menikah dengan putra Raja Damsyik.
Setelah berpikir cerdik dan rela berkorban hal yang dilakukan oleh Putri Akal untuk mendapatkan cinta suaminya kembali ialah dengan bersabar. Setelah ia bertukar ranjang dengan istri muda suaaminya itu, ia pun hamil dan tetap bersabar meski diperlakukan dengan tindakan yang tidak adil seperti itu. Hingga kemudian Putri Akal dan istri muda Raja melahirkan, Raja tidak mengetahui bahwa anaknya ialah anak yang terlahir dari Rahim Putri Akal, sedangkan anak yang terlahir dari istri mudanya ialah anak pelayan istananya.
Ketika mengetahui hal itu putra Raja Damsyik itu pun murka, dan menjatuhkan hukuman mati kepada pelayan istananya tersebut. Serta mengembalikan istri mudanya, dan Putri Akal pun mendapatkan kembali cinta dari suaminya itu.
Bosan Itu Pasti, Tapi Setia Itu Harga Mati!
Dalam menjalin hubungan dengan pasangan, memang kerap kali rasa bosan datang tanpa diundang. Namun, ketika kita merasa bosan janganlah pergi, berlari, apalagi mengkhianati pasangan kita. Ketika kita sedang merasa bosan dan kesal kepada pasangan halal kita, kita hanya butuh rehat senejak. Sebab sebosan apapun kita kepada pasangan dia tetaplah menjadi orang yang harus kita sayang hingga ajal yang memisahkan.
Setia dan khianat itu memang sebuah pilihan. Setiap kita dibebaskan untuk memilih mana yang akan menjadi pilihan kita tersebut. Namun, setiap pilihan tentunya memiliki efek yang timbulkan. Kesetiaan akan menghadirkan kedamaian, sedangkan pengkhianatan akan mendatangkan keresahan dan kehancuran.
Seperti Putri Akal, yang tetap memilih untuk setia ketika suaminya mendua. Mampu berpikir cerdik ketika hatinya terusik. Serta tetap bersabar meskipun suaminya berbuat tidak adil. Namun pada akhirnya, kehidupan pun berbaik hati kepada putri Akal agar dia dapat kekal bahagia bersama suaminya dengan rasa kesetiaan yang mendalam. Kesetiaan dan kesabaran memanglah hal yang harus sellau dimiliki oleh setiap pasangan. Sebab, kedua hal tersebut mampu mendewasakan dan mengajarkan kita akan arti kehidupan.
Bosan itu memang mungkin akan datang, tapi kesetiaan itu harga mati yang harus dilakukan. Jadi, yuk belajar mencintai seperti Putri Akal, agar kebahagiaan yang kita miliki menjadi kekal.
Bionarasi:
Nama saya Rifda Nur Hamidah, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Saya bercita-cita untuk menjadi seorang guru, psikolog anak, dan sastrawan.
Sumber Gambar: Perpusnas RI (https://khastara.perpusnas.go.id/landing/detail/569539)

No responses yet