Masjid Gedang: Tempat KH. Hasyim Asy’ari Menghabiskan Masa Kecilnya

11
747

Oleh : Ah. Ginanjar Sya’ban

Sebuah foto tua yang mengabadikan bentuk klasik Masjid Gedang (Tambakrejo, Jombang, Jawa Timur) yang diambil pada tahun 1950-an. Di masjid kecil inilah, dulu KH. Hasyim Asy’ari menghabiskan masa penempaan keilmuan pada waktu kecilnya dengan belajar dasar-dasar ilmu keislaman kepada ayahnya, KH. Asy’ari, dan kepada kakeknya dari jalur ibunya, yaitu KH. Usman.

Di masjid kecil inilah, pada perempat terakhir abad ke-19 silam, karakter dan alam pemikiran KH. Hasyim Asy’ari terbentuk dengan sangat kokoh dan mengakar. Di sini, di bawah cahaya lampu damar yang temaram, KH. Hasyim menghabiskan malam-malam yang syahdu dan penuh keberkahan dengan belajar membaca al-Qur’an dan menghafalkannya, melalar matan Jurumiyah, mendaras kitab Safinah, mengkaji Sanusiyah, dan mengaji kitab-kitab asas lainnya yang diperuntukkan bagi kalangan mubtadi’in.

Menginjak remaja, KH. Hasyim Asy’ari lalu melanjutkan pengembaraan thalabul ilmi-nya ke pesantren-pesantren tua di Jawa dan Madura, seperti Pesantren Siwalan Panji (Sidoarjo, Jawa Timur), Pesantren Langitan (Tuban, Jawa Timur), Pesantren Darat (Semarang, Jawa Tengah), dan Pesantren Kademangan (Bangkalan, Madura) dibawah asuha Hadratul Waliy KH. Kholil b. Abdul Lathif.

Masjid Gedang sendiri konon didirikan pada tahun 1826 oleh KH. Abdussalam, buyut KH. Hasyim Asy’ari dari jalur ibu (mertua KH. Usman). KH. Abdussalam adalah seorang ulama asal wilayah Mataraman (Solo, Jawa Tengah) yang juga pasukan Pangeran Abdul Hamid Diponegoro. Setelah usainya Perang Jawa (1825-1830), KH. Abdussalam beserta sekitar 25 orang santri pengikutnya membuka hutan belantara di Kampung Gedang dan mendirikan sebuah pesantren dan masjid di sana.

Dari Pesantren Gedang inilah kemudian lahir jaringan keturunan dan murid KH. Abdussalam yang menjadi ulama agung dan mendirikan pesantren-pesantren besar di Jombang pada generasi berikutnya, seperti KH. Hasyim Asy’ari (Pesantren Tebu Ireng), KH. Hasbullah Said (Pesantren Tambak Beras), KH. Bisri Syansuri (Pesantren Denanyar), KH. Tamim (Pesantren Peterongan), KH. Maksum Ali (Pesantren Seblak), KH. Anwar (Pesantren Pacul Gowang), dan lain-lain.

نفعنا الله تعالى بهم وبعلومهم في الدارين آمين

Sumber : FB Ahmad Ginanjar Sya’ban

11 KOMENTAR

  1. Aw, this was an incredibly good post. Spending some time and actual effort to make a great article… but what
    can I say… I put things off a whole lot and never manage to get anything done.

  2. Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew of any
    widgets I could add to my blog that automatically tweet
    my newest twitter updates. I’ve been looking for a plug-in like this for quite some time and was hoping maybe you would have some experience with something like this.
    Please let me know if you run into anything. I truly enjoy reading your blog and I look forward to your new updates.

  3. Woah! I’m really loving the template/theme of this website. It’s simple, yet effective. A lot of times it’s challenging to get that “perfect balance” between user friendliness and visual appearance. I must say you’ve done a very good job with this. In addition, the blog loads very quick for me on Firefox. Superb Blog!

  4. Hi my family member! I want to say that this post
    is awesome, great written and come with almost all important infos.
    I’d like to look more posts like this .

  5. When I originally commented I clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and now each time a comment is added I get four emails with the same comment. Is there any way you can remove me from that service? Thanks!

  6. Porque ha llegado su momento. Los hombres con síndrome metabólico tienen presión arterial alta, colesterol alto, niveles elevados de insulina y exceso de grasa alrededor de la cintura.

  7. La impotencia sexual, a pesar de no ser un problema de salud que acarree riesgos de vida, puede traer consecuencias indeseables en la vida personal del paciente, influyendo en sus relaciones y en su autoestima, pudiendo, incluso, llevar al paciente a la depresión. De hecho, ambos trastornos a veces se potencian mutuamente y empeoran el uno al otro.

  8. Muchos médicos sugieren que la elección de los tratamientos para la impotencia o disfunción eréctil que han de seguirse deberían ir de menos a más invasivo. Si quieres saber más, pulsa sobre el botón que se encuentra abajo, o lee el resto de artículos que te he preparado. En casos más graves puede llegar a originar problemas de eyaculación precoz. Esta disfunción es más común a medida que se envejece pero no es parte natural del envejecimiento.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here