Jamaah : “Kang aku sekarang sering menjumpai orang Berdo’a lewat medsos apa itu baik dan boleh?

Paijo : “Allah itu menyuruh kita berdoa kepada Nya, selama cara yang kita lakukan tidak melanggar prinsip dan bertentangan dengan syari’ah saya kira nggak masalah. Apalagi jika memperkuat substansi syari’ah maka itu baik. Dulu orang Berdo’a dengan media dirinya sendiri, kemudian memakai media binatang hasil ternak, hasil pertanian, kemudian pakai media tulisan entah di batu, kulit binatang daun lontar, kertas dan sekarang di Medsos. Media2 itu menunjukkan zaman manusia yg berbeda. Tapi substansi do’a hanya meminta kepada Allah harus tetap sebagai pondasi prinsipnya.”

Jamaah : “Apa tidak masuk kategori riya’ kang menunjukkan kepada orang lain?”

Paijo : “Hanya Allah yg Maha tahu kita riya’ atau tidak. Tapi prinsip do’a itu hanya mengakui bahwa Allah lah satu-satunya tempat meminta dan bergantung. Jadi buat apa kita memperhatikan posisi mahluq dalam konteks berdoa? Toh yang mengabulkan bukan mereka, jadi cukuplah dengan niat berdoa hanya pada Nya.”

Jamaah :”Begitu ya kang, jadi nggak papa jika aku merapal doa di medsos asal niatku hanya kepada Allah. Tapi kenapa aku masih merasa aneh saja ya Kang?”

Paijo : “Namanya juga hal baru, jadi kadang terasa aneh. Di zaman Akhir seperti sekarang ini kang, mempertahankan iman itu tidak mudah apalagi mendakwahkannya. Kalau kita menutup diri dari berbuat baik di arena medsos maka medsos akan dipenuhi hal-hal yang tidak bermanfaat. Padahal anak dan cucu kita nanti akan main di ruang ini juga. Makanya lihatlah fenomena ini sebagai tanda Kebesaran Allah yang sedang membuka semua hijab yang selama ini tertutup oleh nafsu kita.” #SeriPaijo

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *