Masing-masing pondok tentu punya cara khas dalam melatih santri agar semakin baik. Diantaranya adalah dengan tirakatan. Karena tirakatan selain melestarikan tradisi para sesepuh terdahulu, juga sebagai salah satu strategi mengkarantina santri di masa korona.

Maksudnya, saat ini walaupun belum total, santri sudah ada yang datang. Santri yang di pondok inilah dilatih prihatin dengan tirakatan agar waktu yang ada tidak dipakai untuk kemana mana, tapi untuk wiridan (tentu sesudah belajar online dan ngaji di pondok). Puasa bagi santri muda pasti akan mendatangkan rasa lapar. Dengan lapar, otomatis mengisolasi diri di kamar, tidak kemana-mana…

Santri ada yang tirakatan dengan wiridan sholawat nuridzati, ada yang laqodja, ada yang bismillahi ladzi la yadlurru, ada juga sholawat masyiyiyah, sholawat mukhatab,

hizib bahr, hizib thoir, hizib Rifai, hizib maghrabi, hizib barqi, Ibnu Alwan, Waidza bathostum hingga wirid kecerdasan dari KH. Hasyim Asy’ari dll.

Kata pengurus, saat ini tirakatan sudah menginjak ke 7 kali (sekali tirakat minimal 3 hari ada juga yang 7 hari). Bagusnya tiap doa ada yang sudah mereka tirakati 2 atau 3 kali tirakat.

Tirakatannya kalau tiga hari dimulai dari Selasa, Rabu dan Kamis. Tapi banyak yang pada Senennya juga sudah puasa.

Tentu kami senang mereka semangat puasa bahkan anak saya yang masih Madrasah Ibtidaiyyah juga ikut puasa walau baru tiga kloter, kalau yang Muallimin sudah sama dengan yang lain yang dewasa. Sehingga di masa korona ini mereka lebih “khusuk” hanya di gotakan pondok…

Jangan bandingkan tirakatannya dengan para kiai dan pendekar yang pasti lebih hebat. Saya kenal banyak pendekar ada yang puasa terus entah ngrowot atau nDaud hampir sepanjang waktu.

Semoga mereka sukses nantinya serta tirakatannya bisa menjadi bekal agar tangguh dan siap prihatin saat menghadapi kehidupan di masa dewasanya.

***

Malam tadi dikumpulkan pengurus briefing tirakatan untuk kloter hari ini. Paginya ada yang latihan bagi yang istirahat dulu puasanya sedang sore ini juga latihan.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *