Categories:

Oleh : Siti Mudrikah Amalia dan Vera Oktavandini

Program Studi Psikologi-Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk memberitahu pada masyarakat di era modern saat ini, mengatasi kecemasan dan stres yang menjadi masalah yang umum dihadapi oleh banyak orang bisa di hadapi dengan dampingan Spiritualitas Islam. Seperti, (1) Ketenangan pikiran, islam mengajarkan kita untuk selalu menghubungkan diri dengan Allah SWT untuk mencapai ketenangan batin dan pikiran. (2) Rasa harapan, Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki tuhan yang maha pengasih dan penyayang. (3) Penerimaan dan definisi makna hidup, Islam juga mengajarkan apapun yang terjadi ialah takdir yang telah di tetapkan oleh Allah SWT, segala ketetapan yang telah di tetapkan oleh Allah SWT sudah pasti jalan yang terbaik. (4) Kontrol emosi, Islam mengajarkan kita untuk bisa ber-etika dan mengontrol diri sesuai anjuran-anjuran yang ada pada Al-Qur’an dan Hadits. (5) Pengaruh sosial, spiritualitas islam juga sangat mempengaruhi kegiatan bersosialisasi, dalam komunitas Islam, kesolidaritasan, dan dukungan sosial dapat membantu mengurangi kecemasan.

  1. Pendahuluan

Manajemen stress berhubungan erat dengan spiritualitas Islam. Kecemasan dan manajemen stress adalah bentuk ujian yang tidak dapat di hindari dalam pandangan Islam. Untuk mengatasi ujian tersebut Islam memberikan beberapa pedoman. Tawakkal adalah salah satu kunci dari memanajemen stress, yaitu dengan percaya penuh kepada Allah SWT dan menyadari bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya. Dengan memiliki keyakinan seperti itu pikiran akan menjadi lebih tenang.

Kurangnya pemahaman lebih mengenai agama Islam membuat manusia berfikir kesehatan mental dan spiritual agama itu tidak berdampingan. Padahal keyakinan agama seseorang mempunyai pengaruh penting terhadap kepribadian dan pandangan hidupnya yang berarti mempengaruhi pola pikir dan tingkat stress yang dimiliki individu. Dengan bertawakal kepada Allah, seorang mukmin meminimalkan tekanan pada dirinya dengan mengurangi tanggung jawab dan kekuasaannya untuk mengendalikan kegagalannya.

Agama Islam sering kali telah terbukti memiliki pengaruh positif terhadap kesehatan mental seseorang. Seperti islam mengajarkan kita untuk selalu ingat segala sesuatu yang terjadi adalah takdir dari Allah SWT, dengan percaya itu batin akan terasa jauh lebih legowo.

  1. Pengembangan

Spiritualisme di dalam agama adalah kepercayaan, atau praktek praktek yang berdasarkan kepercayaan bahwa jiwa-jiwa yang berangkat (saat meninggal) tetap bisa mengadakan hubungan dengan jasad. Sedangkan spiritualitas islam sendiri adalah segala bentuk ibadah (Khos ataupun ‘Am) yang tulus dilakukan karna Allah SWT.Jenis-jenis Spiritualitas Islam sendiri ada Sholat, Zakat, Puasa yang biasa disebut ibadah Khos. Ataupun ada Menafkahi istri, Menjaga kebersihan yang bisa di sebut ibadah ‘Am.

Kecemasan sendiri merupakan respon dari suatu ancaman yang sumbernya tidak diketahui, bersifat internal (dari dalam), samar-samar dan bersifat konflik. Stres memiliki beberapa gejala seperti kemurungan, lekas marah atau marah, merasa kewalahan, pusing, kesepian, mual dan perasaan tidak bahagia secara umum. Sedangkan kecemasan termasuk perasaan gelisah, tegang, gugup dan perasaan takut secara umum.

Contoh stres dan kecemasan. Stres adalah tekanan yang mungkin dialami saat membuat presentasi di rapat tim atau untuk menyelesaikan proyek tepat waktu. Sedangkan kecemasan adalah kekhawatiran bahwa presentasi mungkin tidak berjalan dengan baik atau proyek tidak selesai tepat waktu.

  1. Pembahasan

Secara psikologis, agama adalah ilusi manusia. Manusia lari kepada agama karena rasa ketidakberdayaan menghadapi bencana. Dengan demikian, segala bentuk perilaku keagamaan merupakan perilaku manusia. Itu membuat adanya kegiatan Spiritualitas Islam sangat mempengaruhi kesehatan mental seperti dapat memanajemen stress dan kecemasan.

Dalam Islam terdapat banyak cara dalam mengatasi kecemasan, salah satunya adalah dengan berzikir. Agar memiliki jiwa yang tenang, tentram dan emosi terkendali, serta pengendalian emosi, ajaran Islam memberikan solusi yaitu zikir untuk mengatasi kecemasan. Karena zikir dapat menenangkan pikiran sekaligus hati. Selain itu juga bisa dengan Sholat sudah pasti, Sholat adalah tempat kita berkomunikasi dengan Allah SWT. Dengan kita meyuarakan dalam doa setelah sholat semua yang ada dipikiran dalam doa setelah Sholat, itu dapat membantu menghilangkan stress dan kecemasan dalam diri. Karena pada dasarnya Sholat adalah kegiatan yang dapat membuat umat manusia di berbagai penjuru dunia merasa tenang.

Salah satu contoh kasus keberhasilan spiritualitas Islam menangani kecemasan dan stres dapat dilihat dari kehidupan seorang muslim yang mampu mengatasi kecemasan dan stres melalui pengamalan ajaran agamanya. Kesuksesannya dalam mengatasi kecemasan dan stres hasil dari keimanan, pengabdian kepada Allah SWT, serta menjalankan ajaran Islam dalam setiap aspek kehidupannya. Dalam hal ini, spiritualitas Islam memberikan pijakan penting bagi individu untuk mengasah kekuatan kepribadian dan menghadapi tantangan hidup dengan keyakinan yang kokoh.

  1. Referensi

“The Islamic Stress Management and the Believer’s Mindset” oleh Sayyid Muhammad Rizvi.

“Islamic Perspective in Stress Management – IslamiCity” https://www.islamicity.org/6575/islamic-perspective-in-stress-management/

https://media.neliti.com/media/publications/144631-ID-peran-agama-sebagai-sarana-mengatasi-fru.pdf
https://muhammadiyah.or.id/tujuh-tingkat-spiritual-dalam-islam-apa-saja/

http://rsuddrloekmonohadi.kuduskab.go.id/?p=1859

https://m.mediaindonesia.com/humaniora/446924/yuk-ketahui-beda-stres-dan-kecemasan
https://conferences.uinsgd.ac.id/gdcs
https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/72087/1/_Futuhati%20Madaniah.pdf

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *