Categories:

Oleh : Najwa Shafa Nurbaiti & Mardiatul Zahra, Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

“Waspadalah terhadap hasad (iri dan dengki), sesungguhnya hasad mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu.” (HR Abu Daud).

Apa itu Hasad?

Hasad yang berarti iri hati/dengki adalah keadaan psikologis dimana seseorang menginginkan perampasan suatu berkah,kebahagian, bakat, atau pahala yang dimiliki orang lain.

Penyebab Hasad

Kelebihan pada seseorang seperti Kepintaran, spiritualitas, dan akhlak tertentu, atau perbuatan baik dan shaleh, atau faktor lain seperti kehormatan, gengsi dan kekayaan dapat menimbulkan hasad. Hampir semua penyebab hasad disebabkan oleh perasaan rendah diri dan kesedihan. Ketika seseorang menganggap orang lain lebih sempurna dari dirinya, perasaan rendah diri menguasai dirinya, diperkuat oleh faktor eksternal dan kecenderungan batin, menimbulkan perasaan iri di dalam hatinya.

Dampak dari Penyakit Hasad

Hasad (iri hati) dapat mempengaruhi seseorang, seperti:

1.     Sulit merasa bahagia

Hasad dapat membuat seseorang sulit bahagia dalam hidupnya, karena fokus yang terlalu besar terhadap perasaan iri dapat mengurangi rasa syukur dan kebahagiaan seseorang.

2.     Merasa tidak cukup

Orang yang dikuasai hasad cenderung tidak merasa cukup, karena membandingkan dirinya dengan kesuksesan dan pencapaian orang lain.

3.     Mudah marah

Orang yang memiliki sifat hasad cenderung mudah marah, karena merasa mendapatkan saingan yang akan mengambil posisinya atau merasa sudah dikalahkan.

4.     Mengacaukan kehidupan diri sendiri

Orang yang iri hati memusatkan semua fokusnya pada urusan orang lain, sehingga urusan dirinya sendiri terabaikan.

5.     Membahayakan orang lain

Selain berbahaya bagi diri sendiri sifat ini juga membahayakan orang lain, karena sifat iri dapat membuat seseorang melakukan penyiksaan,penindasan, bahkan memfitnah kepada orang lain.

Cara menghindari sifat hasad

1.     Bersyukur dengan apa yang kita miliki

Syukuri segala nikmat yang telah Allah SWT berikan, bahkan pada hal yang kecil sekalipun dan jangan membandingkan kenikmatanmu dengan kenikmatan orang lain.

2.     Pahami diri sendiri.

Tidak ada manusia yang sempurna, jadi berdamailah pada kekuranganmu dan fokuskanlah dirimu pada perkembangan diri.

3.     Pilihlah lingkungan yang baik

Pilihlah lingkungan dan teman-teman yang baik, yang tidak memicu timbulnya sifat hasad.

4.      Berlatih rasa empati

Belajarlah memahami perasaan serta perjuangan orang lain dalam  mencapai kesuksesannya.

5.     Fokus pada pencapaian diri sendiri

Kamu pasti mempunyai harapan dan mimpi yang besar, oleh karena itu fokuskanlah dirimu dengan sungguh-sungguh dalam mencapai mimpi serta harapanmu.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *