Categories:

Oleh: Multazamah (mahasiswi Fakultas Psikologi UHAMKA)

Pendidikan dalam tumbuh kembang anak merupakan suatu proses yang sangat kompleks yang timbul dari potensi pribadi anak dalam kaitannya dengan lingkungan. Pendidikan yang paling penting berasal dari lingkungan keluarga. Orang tua menjadi sosok orang pertama yang paling berperan dalam mengubah perilaku dan kepribadian anak. Keluarga merupakan pendidikan anak yang pertama dan terpenting, karena anak berada dalam keluarga sejak dalam kandungan sampai dewasa. Oleh karena itu peran orang tua sangat penting dalam perjalanan seorang anak.

Parenting anak merupakan hal yang paling penting dalam membentuk karakter dan perkembangan anak. Dalam islam, konsep parenting yang baik didasarkan pada ajaran agama yang penuh hikmah. Dengan memahami prinsip-prinsip islam dalam parenting, orang tua dapat membantu anak anak mereka tumbuh dan berkembang dengan baik dalam segala aspek kehidupan.

Prinsip-pinsip parenting

Di dalam parenting anak ada prinsip-prinsip yang harus dipatuhi oleh orang tua dalam mendidik anak.

Ada 4 prinsip yang harus dipatuhi. Yaitu:

1. Memelihara Fitrah Anak (Al-Muhafazhah) 

Dalam hadits disebutkan bahwa semua anak dilahirkan di alam. Arti fitrah adalah mengeluarkan keimanan sejak dalam kandungan. Karena sifat ini, orang cenderung menerima kebenaran. Keadaan alamiah ini harus dijaga oleh orang tua yang beragama islam selama proses pendidikan, karena perkembangan keyakinan seorang anak (apakah ia tetap beriman atau pindah agama) sangat bergantung pada parenting orang tua terhadapnya.

2. Mengembangkan Potensi Anak (Al-Tanmiyah)

Selain prinsip Al- Muhafazhah, orang tua juga mempunyai kewajiban untuk mengembangkan potensi fitrah anak. Mengembangkan potensi anak bertujuan untuk menjamin agar anak berkembang menjadi individu yang stabil dan kuat.

3. Memberi Pengarahan (Al-Taujih)

Anak mempunyai potensi untuk beriman sejak dalam kandungan, namun manusia lahir ke dunia ini tidak hanya dengan membawa fitrah keyakinan saja, namun juga keyakinan positif dan negatifnya, dan harus di didik agar tidak lepas dari keyakinannya. Hal ini membebankan pada orang tua kewajiban untuk membimbing anak anaknya menuju kesempurnaan, mengajarinya dengan berbagai aturan diniyah. Tidak menuruti segala permintaannya dan sebagainya.

4. Bertahap ( Al-Tadarruj)

Mendidik seorang anak seharusnya dilaksanakan dengan penuh kesabaran dan penundaan, tidak terburu-buru untuk melihat hasilnya melainkan bertahap, sedikit demi sedikit hingga anak mengerti dan memahami pengarahan orang tuanya. Pendidikan hendaknya dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kinerja dan tingkat perkembangan anak. Sebagaimana Allah SWT mengajarkan kepada Nabi Muhammad SAW tentang ajaran alquran, maka ketika pendidikan dilakukan secara bertahap, maka anak dengan mudah menerima, memahami, menghafal, dan mengamalkan perintah orang tuanya.

Mengingat pentingnya keberadaan anak yang dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan fitrahnya serta amanah yang diberikan kepadanya, maka orang tua tentu mempunyai berbagai kewajiban untuk menunaikan dan menjalankan amanah tersebut. Orang tua adalah pendidik pertama bagi anak, oleh karena itu sudah sharusnya orang tua menempatan anak di tempat yang layak dan memperhatikan anak dengan baik serta melindunginya dari segala macam celaka dan bahaya. Jika orang tua tidak memperlakukan anak anaknya seperti demikian, maka orang tua tersebut dapat dikatakan tiak menghargai amanah itu dan juga tidak menghargai pula dzat yang telah memberikan amanah.

Aspek-Aspek parenting Islami

1. Menanamkan kegembiraan, bermain dan bercanda pada anak.

 Dalam islam, orang tua dianjurkan untuk membahagiakan anaknya. Kegembiraan adalah pengaruh yang luar biasa dan kuat terhadap jiwa seorang anak. Selain itu, kegembiraan memberikan dampak positif bagi jiwa anak dan memberikan kebebasan. Artinya anak harus siap menerima perintah dan saran dari orang tua. Rasulullah SAW mengajarkan kita bagaimana membahagiakan anak dengan cara menciumnya, bercanda dengannya, menyapanya, menggendongnya, menimangnya, makan bersamanya dan memberinya makanan. Permainan bersih dan sederhana biasanya didambakan setiap anak. Orang tua harus selalu memberikan arahan yang cukup dan memperhatikan perilaku semua anak. Permainan  adalah dunia anak-anak. Dalam permainannya, anak bebas bereksplorasi dan berimajinasi sesuai keinginannya. Bermain membantu mengembangkan kecerdasan. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang bermain dan memiliki sedikit kesempatan bermain dengan teman-temannya secara kognitif tertinggal dibandingkan anak-anak lain. Mendapatkan pelajaran praktis bagaimana cara bermain yang baik dengan anak, berlarian, berpelukan, memanggil namanya, tertawa, bercanda, dll sesuai Hadits Nabi. Bercanda, bermain, atau bercerita kepada anak-anak adalah cars Nabi berinteraksi dengan anak-anak. Dia memberikan jiwa mereka kegembiraan dan cinta yang jujur, jauh dari sikap dingin kekejaman dan pengingkaran hak.

2. Memenuhi rasa kasih sayang pada anak.

Ketika anak masih kecil, kebutuhannya akan kasih sayang semakin besar. Hal ini mempunyai peranan yang besar bagi anak perempuan karena anak perempuan lebih membutuhkan kasih sayang dibandingkan anak laki-laki. Jika anda sayang pada anak anda, sebaiknya anda tidak memaksakannya karena dapat mengakibatkan perilaku yang salah pada anak. Karena begitu besarnya kasih sayang orang tua kepada anaknya, maka mereka percaya bahwa anaknya tidak boleh mengalami kesulitan yang mereka rasakan.

3. Memiliki budi pekerti.

Orang tua tidak boleh memiliki rasa lelah untuk mengingatkan anak bahwa orang yang memiliki budi pekerti lembut lebih disukai orang lain dan bisa menarik kasih sayang dan cinta.

Kesimpulan

Parenting keluarga yang baik dalam islam merupakan tnggung jawab utama orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anak mereka agar tumbuh menjadi insan yang baik dan berakhlak mulia sesuai dengan ajaran agama islam. Memahami dan menerapkan prinsip-prinsip islam dalam parenting meliputi Memelihara Fitrah Anak, Mengembangkan Potensi Anak, Memberi Pengarahan, Bertahap. Dengan demikian diharapkan dapat membentuk keluarga yang harmonis dan anak-anak yang terdidik dengan  baik, serta menjadi kontributor aktif dalam membangun masyarakat yang islami.

Referensi

Goffar, A., & Kurniawan, S. (2018). Konsep Parenting Dalam Keluarga Muslim. Edupedia, 2(2), 53–61. https://doi.org/10.35316/edupedia.v2i2.331

Parenting, K., Qur, D. A.-, & Dan, A. N. (2023). Konsep parenting dalam al- qur’an dan aplikasinya dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Pingky, L., Sari, F. P., Putri, S., & Putri, Y. F. (2022). PARENTING ISLAMI dan KEDUDUKAN ANAK dalam ISLAM. Jurnal Multidipliner Bharasumba, 1(2), 351–363.

Susanto, A., & Khaldun, R. (2021). Parenting Islami Sebagai Upaya Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak. Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming, 15(2), 55. https://doi.org/10.20414/qawwam.v15i2.4563

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *