Categories:

Oleh:  Muhammad Fathi Rahmatullah (fakultas Psikologi prodi psikologi Universitas Prof. Dr. Hamka(UHAMKA)

Pendidikan Islam adalah sistem pendidikan yang sengaja didirikan dan
diselenggarakan dengan hasrat dan niat atau rencana yang sungguh-sungguh untuk
menjelma ajaran dan nilai-nilai Islam, sebagaimana terkandung dalam visi, misi, tujuan program kegiatan maupun praktiknya. Karena itu, ada dua misi yang harus
ditempuh dalam pendidikan Islam. Pertama, menanamkan pemahaman Islam secara
komprehensif agar peserta didik mampu mengetahui ilmu-ilmu Islam sekaligus
mempunyai kesadaran untuk mengamalkannya. Dengan demikian, pendidikan Islam
sangat berbeda dengan pendidikan barat yang dalam mengonstruksi ilmu
pengetahuan bercorak sekuler yang melahirkan ilmu pengetahuan yang jauh dari nilai -nilai spiritual, moral dan etika. Itu sebabnya dalam kajian ini perlu sebuah pendekatan psikologi untuk melihat
pendidikan Islam lebih komprehensif dan terbuka sebagai wujud dalam khasanah
keilmuan. Pendidikan Islam sekarang ini dihadapkan pada tantangan kehidupan
manusia modern. Sehingga pendidikan Islam harus diarahkan pada kebutuhan
masyarakat modern. Dalam menghadapi suatu perubahan diperlukan suatu desain
paradigma baru di dalam menghadapi tuntutan-tuntutan yang baru. Menurut Thomas
Khun, apabila tantangan-tantangan baru tersebut dihadapi dengan menggunakan
paradigma lama, maka segala usaha yang dijalankan akan memenuhi kegagalan. Karena itu, pendidikan Islam perlu didesain untuk menjawab tantangan perubahan
zaman tersebut, baik pada sisi konsepnya, paradigmanya, pendekatannya serta
mengkonstruksinya agar dapat relevan dengan perubahan masyarakat. Perlu adanya
upaya yang urgen untuk melakukan rekonstruksi pendidikan Islam, dan yang mesti
dilakukan pertama kali adalah pandangan dunia Islam atau bagaimana epistimologi
Islam yang berdasarkan pada alquran dan al-Hadis ditambah dengan memahami
perkembangan dunia kontemporer. Walaupun disatu sisi pembangunan epistimologi Islam tidak mungkin
disandarkan pada disiplin-disiplin ilmu yang ada, akan tetapi perlu mengembangkan
paradigma-paradigma baru dimana peradaban Islam yang meliputi sains, teknologi, politik, ekonomi, psikologi dan sebagainya dapat dipelajari dan dikembangkan dalam
hubungannya dengan kebutuhan-kebutuhan dan realitas kontomporer (Ancok &
Suroso, 2004). Dalam hal ini adalah pendidikan Islam dan Psikologi, adanya sebuah
pendekatan psikologi untuk melihat pendidikan Islam secara komprehensif untuk
mewujudkan epistimologi dengan paradigma tersebut. Nilai-nilai Islam sebagai Fondasi Perilaku:
Nilai-nilai moral dan etika Islam memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku
seseorang. Pendidikan Islam tidak hanya tentang mendapatkan sebuah ilmu

pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang sesuai dengan ajaran agama. Cenderung nya seseorang menginternalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, kasih sayang, dan keadilan dalam perilaku sehari-hari mereka. Lingkungan yang Mendorong Perilaku Positif:
Lingkungan fisik dan sosial dalam pendidikan Islam juga turut berperan dalam
membentuk perilaku. Suasana yang terhitung penuh dengan dukungan dan
penghargaan terhadap perbedaan, menciptakan kondisi yang baik bagi
perkembangan positif perilaku seseorang, karena factor yang sangat berpengaruh ia
adalah lingkungan itu sendiri. Kesimpulan:
Studi ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran yang signifikan
dalam membentuk perilaku manusia. Dengan memahami faktor-faktor yang
memengaruhi perilaku, pendidikan Islam dapat ditingkatkan untuk lebih efektif dalam
membentuk generasi yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari- hari mereka. Studi ini memberikan landasan untuk pengembangan strategi
pendidikan yang lebih holistik dan responsif terhadap kebutuhan
Refrensi:
(Mansir, PENDEKATAN_PSIKOLOGI_DALAM_KAJIAN_PENDIDIKAN_ISLAM, 2018) by
PDF Document

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *