Categories:

oleh: Najlaa Shafira Az-Zahra Panggabean dan Jasmine Nurhaliza Wirhadi, Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka 

“Harta yang paling berharga adalah keluarga, Istana yang paling indah adalah keluarga,

Puisi yang paling bermakna adalah keluarga, Mutiara tiada tara adalah keluarga”

Kalimat diatas berasal dari lagu yang “Harta Berharga” yang dinyanyikan oleh BCL. Lagu yang populer lewat film “Keluarga Cemara” itu menggambarkan tentang pentingnya keluarga dalam hidup. Sebagai unit terkecil dalam masyarakat, keluarga merupakan agen sosial pertama bagi anak. Dalam berkeluarga, tiap anggota memiliki perannya masing-masing. Anak akan belajar kerja keras dan tanggung jawab dari peran ayah, sedangkan kasih dan cinta dari peran ibu.

Family Dysfunction

Anak-anak akan belajar bagaimana cara berkomunikasi, pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi, kehangatan, hingga norma-norma sosial dari keluarganya. Ketika hal-hal di atas tidak dipenuhi dengan baik, seperti komunikasi yang buruk, kosongnya peran salah satu anggota keluarga, dan lain sebagainya, dapat dikatakan bahwa keluarga tersebut mengalami disfungsi atau family dysfunction (utaminingtyas, 2021)

Terjadinya disfungsi keluarga atau family dysfunction memberikan dampak negatif kepada anggota keluarga terkhusus anak. Anak akan kehilangan seseorang yang bisa ia jadikan contoh atau “panutan” sehingga sering kali mereka kehilangan arah dan melakukan penyimpangan-penyimpangan seperti, perilaku agresif, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan obat-obat terlarang. Selain itu, dampak psikologis seperti terganggunya kesehatan mental, perasaan rendah diri, hingga masalah akademis juga bisa menjadi dampak negatif yang dirasakan olehnya. Maka dari itu, penting sekali untuk mencegah hal ini terjadi dengan berusaha membangun keharmonisan dalam keluarga.

Ciri-ciri Keluarga Harmonis

Keluarga harmonis adalah keinginan setiap dari kita, keluarga yang harmonis yaitu yang bisa memberikan rasa kasih sayang, saling mendukung, dan memberikan rasa aman pada setiap anggota keluarga.

Berikut adalah ciri – ciri keluarga yang harmonis:

  • Saling memberi perhatian

Yaitu dalam mengontrol perkembangan anak, memberikan semangat pada anak dalam berperilaku, mencegah anak dari pergaulan bebas, dan selalu memberikan mereka nasihat serta motvasi.

  • Adanya komunikasi: Yaitu komunikasi yang jujur dan positif serta saling mendengarkan satu sama lain.
  • Mudah memaafkan: Memahami dan mendukung satu sama lain, tidak mudah marah ketika ada masalah dan di selesaikan menggunakan kepala dngin atau kekeluargaan.
  • Mengutamakan pendidikan agama: Mengutamakan moral agama di setiap aktivitas, serta membekali diri dengan ilmu agama dan moral.
  • Meluangkan waktu Bersama: Melakukan aktivitas keluarga Bersama seperti, menonton, makan Bersama, shalat berjamaah, serta berwisata Bersama.

Keluarga Harmonis dalam Prinsip Islam

Pengertian Keharmonisan Keluarga dalam pernikahan pada hakikatnya adalah sebuah ikhtiar manusia untuk memperoleh kebahagiaan hidup berumah tangga. Salah satu atensi

Islam terhadap kehidupan keluarga adalah terciptanya aturan dan syariat yang adil

Ilustrasi keluarga harmonis. pixabay/JillWellington

dan bijaksana. Dengan kata lain aturan ini dijalankan dengan jujur dan setia, maka tidak akan ditemukan adanya pertikaian. Kehidupan akan berjalan damai dan Sentosa yang tidak hanya dirasakan oleh keluarga yang menjalani, tetapi juga dinikmati oleh Masyarakat di sekitarnya.

,21Ayat Al-Qur’an yang menjelaskan mengenai keluarga harmonis surah Ar – Rum ayat yang Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.”

Keluarga Nabi Muhammad SAW: Teladan Keluarga Harmonis

Nabi Muhammad SAW adalah sosok teladan bagi seluruh umat manusia, termasuk dalam hal kehidupan keluarga. Beliau membangun keluarga yang penuh kasih sayang dan harmonis bersama para istri beliau, terutama Khadijah binti Khuwailid. Sikap Nabi Muhammad SAW yang berlaku adil dan penuh kasih sayang bisa dijadikan teladan bagi kita semua, diantaranya sebagai beriku:

  • Nabi Muhammad SAW sebagai suami yang penyayang: Beliau selalu memberikan perhatian dan kasih sayang kepada para istri beliau. Beliau juga selalu melibatkan istri-istri beliau dalam berbagai kegiatan.
  • Nabi Muhammad SAW sebagai ayah yang baik: Beliau sangat menyayangi anak-anak beliau, terutama cucu-cucu beliau, Hasan dan Husain. Beliau sering bermain dan bercanda dengan mereka.
  • Hubungan yang harmonis antara istri-istri Nabi: Meskipun memiliki banyak istri, istri-istri Nabi hidup rukun dan damai. Mereka saling menghormati dan saling membantu.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *