Oleh: Aqil Faruq dan Ais Firza
Tak dapat dipungkiri bahwa perselisihan yang terjadi didalam rumah tangga menjadi faktor utama perceraian di Indonesia. Data dari menunjukkan bahwa pada tahun 2023 di Indonesia, terdapat 63% kasus perceraian yang disebabkan oleh perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus (Badan Pusat Statistik 2023). Menurut (Mufrida 2023), konflik dan perselisihan sering kali bermula dari berbagai isu yang sering dianggap remeh, mulai dari perbedaan persepsi, masalah komunikasi, hingga permasalahan kesetiaan.
Menjaga komunikasi menjadi hal penting dalam menghadapi perselisihan agar apa yang kita sampaikan dapat diterima, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dan tercipta keluarga yang sakinah. Menurut (hidayat, dkk 2024) Komunikasi asertif merupakan kemampuan berkomunikasi yang aktif, langsung, dan jujur. Dalam konteks ini, komunikasi asertif menjadi pendekatan yang tepat untuk membangun keluarga sakinah. Karena, setiap anggota keluarga dapat menyampaikan dan mempertahankan pendapat mereka tanpa melukai perasaan anggota keluarga lainnya (UTAMI & DEWI, 2024).
Telah dijelaskan dalam QS. Al-Isra ayat 53 yang artinya:
“Katakan kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik. Sesungguhnya setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.”
Komunikasi yang terbuka, jujur, dan penuh rasa hormat dapat menjadi kunci dalam keluarga sakinah.
Penerapan Komunikasi Asertif dalam Keluarga berdasarkan Al-Qur’an
1. Berempati kepada pasangan: dalam QS. Hujurat ayat 11, Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain; boleh jadi mereka yang diolok-olok itu lebih baik dari mereka.”
Ayat ini mengajarkan kita untuk menghargai pendapat keluarga. Ketika berkomunikasi, penting untuk memperhatikan apa yang disampaikan keluarga dan menunjukkan empati serta pengertian tanpa langsung menghakimi atau menyalahkan, karena belum tentu pikiran kita benar.
2. Berbicara dengan baik dan Jujur: Dalam QS. Al-Isra ayat 53, Allah berfirman:
“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang beriman, supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik. Sesungguhnya setan menimbulkan perpecahan di antara mereka.”
berkomunikasi dengan baik dan jujur tanpa menyakiti merupakan hal penting dalam keluarga yamg sakinah. Dengan berbicara baik dan jujur, akan mempererat hubungan dan mencegah kesalahpahaman.
Kesimpulan
Dengan menerapkan komunikasi asertif, insyaallah sekeluarga akan merasakan berbagai manfaat. Hubungan antar anggota keluarga akan semakin erat, penuh kasih sayang, dan saling mendukung, menjadi keluarga yang sakinah. Komunikasi yang jujur dan terbuka akan mengurangi kesalahpahaman dan membantu menyelesaikan konflik dengan lebih mudah. Setiap anggota keluarga akan merasa dihargai dan diperhatikan, menciptakan suasana yang lebih harmonis dan damai.
Pada akhirnya, keluarga yang mengutamakan komunikasi asertif, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an, akan mewujudkan kedamaian, ketenangan, dan keharmonisan sebagai inti keluarga sakinah.
Referensi:
Badan Pusat Statistik. (2023). Jumlah perceraian menurut provinsi dan faktor, 2023. Diakses pada 28 Desember 2024, dari https://www.bps.go.id
Mufrida, E. I. (2023, Mei 21). Perselisihan dan pertengkaran jadi faktor utama perceraian di Indonesia. GoodStats.Id. Diakses pada 28 Desember 2024, dari https://goodstats.id/article/perselisihan-dan-pertengkaran-jadi-faktor-utama-perceraian-di-indonesia-jsmD6
Utami, S. N., & Dewi, B. K. (2024, September 6). Cara membangun komunikasi asertif untuk menjaga kesehatan mental keluarga. Kompas.com. Diakses pada 29 Desember 2024, dari https://lifestyle.kompas.com/read/2024/09/06/215316420/cara-membangun-komunikasi-asertif-untuk-menjaga-kesehatan-mental-keluarga
Hidayat, R., Suyuti, N., & Kasim, H. S. (2024). Komunikasi asertif dalam lingkungan mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara (UNUSRA). Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 2(2), 339–344. Diakses pada 29 Desember 2024, dari https://jurnal.unusultra.ac.id/index.php/jisdik/article/view/219

No responses yet