Orang yg cuma taunya ngeruk rejeki tapi gak peduli Tuhan alias gak tawakal itu biasanya ngawur. Kita sering melihat akibat hidup serba materialistik jaman ini, ekosistem rusak, punahnya hewan2 dan ibu yang mulai gak suka menyusui anaknya dgn berbagai alasan, walau aslinya sanggup.

Padahal terjaganya ekosistem dan menjaga kesehatan ibu dan anak, terutama gerakan ibu mau menyusui anaknya ini penting bagi keselamatan hidup bumi dan manusia dari kerusakan.

Dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW

لو لا فيكم رجال خشع وبهائم رتع وصبيان رضع لصب العذاب على المؤمنين صبا

“Andai sudah tidak ada lagi orang yang khusyuk beribadah, hewan-hewan yang mencari makan dan bayi-bayi yang disusui ibunya, niscaya Gusti Allah telah menumpahkan adzab-Nya pada bumi dengan dahsyatnya”

Maka kalo kita memelihara hewan, menjadi penjaga hutan, jadi aktivis Greenpeace misalnya, niatnya biar bumi gak diadzab. Begitu juga saat menikah, kita niatnya bisa punya anak yg bisa disusui. Begitu juga saat kita ibadah.

Kalo niat semua itu untuk menghindari adzab Gusti Allah turun, artinya kita punya welas asih pada makhluk seluruh alam. Dan ciri2 waliyullah itu punya sifat rouf atau welas asih pada semua makhluk.

Gak heran sejak Kanjeng Nabi Muhammad SAW, para shohabat, para ulama hingga para Kyai kita, selalu memelihara berbagai macam hewan. Mulai unta, sapi, kambing, ular hingga perkutut. Semua demi menghindari adzab Gusti Allah dan wujud tawakal mereka.

Makanya, bagi jomblo atau kaum rebahan, paling nggak sholat diusahakan khusyuk atau pelihara hewan apa kek, biar bumi gak diadzab. Kalo bisanya cuma pelihara tikus di rumah, mungkin diniati menghindari adzab juga boleh.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *