_”Kemudharatan yang berat boleh dihilangkan dengan kemudharatan yang lebih ringan”_

Kaidah Fikih

Tidak jarang dalam hidup kita dihadapkan pada dua pilihan yang serba sulit. Dua pilihan pelik yang harus dipilih salah satu akibat tuntutan dari sebuah keadaan yang mendesak. Apalagi jika yang harus kita pilih adalah satu dari dua kemudharatan atau bahaya yang sama-sama berpotensi mendatangkan kerusakan. Tentu untuk kasus seperti ini kita harus pandai menimbang di antara dua pilihan yang sama-sama berat, selain tentu kita harus berpikir keras dengan memeras otak. 

Untuk memilih di antara dua pilihan yang sama-sama dapat menimbulkan potensi buruk, lebih-lebih terkait dengan kemudharatan maka kita harus memilih kemudharatan yang lebih ringan. Kemudharatan yang dampaknya berat harus kita tinggalkan meskipun harus memilih kemudharatan yang lebih ringan. Meskipun tidak ada jaminan pasti dengan memilih kemudharatan yang lebih ringan akan baik-baik saja pada akhirnya. 

Menentukan pilihan atas kemudharatan yang berdampak lebih ringan guna menghilangkan atau menghindari kemudharatan yang lebih berat adalah satu pilihan tepat. Hal ini selaras dengan  sebuah, kaidah fikih yang berbunyi, “Kemudharatan yang berat boleh dihilangkan dengan kemudharatan yang lebih ringan”.  Dengan menggali hikmah dan pesan moral dari kaidah fikih ini, maka menjadi terang bahwa dalam 

menentukan antara dua lita harus memilih  kemudharatan yang berat harus kita tinggalkan. Sebagai jalan yang terbaik.

Jika dalam kaidah yang  lain di katakan bahwa untuk menghilangkan kemudharatan tidak boleh timbul darinya kemudharatan yang sama, maka meninggalkan kemudharatan yang lebih ringan untuk menghengkangkan kemudharatan yang lebih berat adalah pilihan tepat. Pilihan jitu untuk melenyapkan kemudharatan yang lebih besar.

Satu contoh dari memilih kemudharatan yang dampkanya lebih ringan adalah sekolah tatap muka di tiadakan selama pandemi Covid-19. Memang pembelajaran jarak jauh tidak tatap muka tidak pasti afektif bagi siswa untuk menyerap pelajaran secara maksimal–belum lagi anak-anak seringkali merasa jenuh dengan pembelajaran jarak jauh atau daring. Akan tetapi inilah keadaan yang memaksa untuk memilih. Meksi dengan meniadakan. pembelajaran dengan tatap muka yang berpotensi menelan korban jiwa–sebab serangan virus Covid-19.

Nah demikianlah tips memilih antara dua hal yang sama-sama memberi dampak madharat. Meski Jika memilih salah satunya tidak selalu baik, namun inilah cara terbaik untuk meminimalisir dampak yang lebih  buruk.

Wallahu A’lam Bisshwab.

Kediri, 04-01-2021

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *