Oleh: Zalfa Amanda Khairuunisa (Mahasiswi dari ITB Ahmad Dahlan Jakarta)
Salat Istikharah adalah salah satu salat sunnah yang dilakukan dengan tujuan untuk meminta petunjuk dari Allah SWT. pada saat berada dalam beberapa pilihan dan merasa ragu-ragu pada saat memilih atau pada saat akan memutuskan suatu hal. Melakukan salat istikharah tidak dibatasi kapan dan bagaiman. Seseorang dapat melakukan salat istikharah contohnya pada saat akan memilih akan kuliah dimana dan dengan jurusan apa, atau saat memilih suatu perusahaan untuk bekerja dan saat memilih pasangan hidup yang terbaik untuk hidupnya. Seseorang yang sudah melakukan salat istikharah biasanya akan diberikan kemantapan hati dalam memilih pilihan oleh Allah SWT.
Hukum Salat Istikharah
Hukum salat istikharah adalah sunnah dan tidak wajib. Seperti yang terdapat dalam Hadis Riwayat Bukhari Nomor 2678 yang dimana Nabi Saw didatangi oleh seseorang dan bertanya tentang islam, kemudian Nabi menjawab “Salat lima waktu sehari semalam” lalu orang itu bertanya lagi dengan berkata “Apakah aku mempunyai kewajiban salat lainnya?” dan Nabi menjawab “Tidak ada, kecuali jika engkau ingin menambahnya dengan mengerjakan salat sunnah”.
Siapapun yang memiliki suatu masalah atau ingin meminta petunjuk dalam memilih yang terbaik, maka disunnahkan untuk melakukan solat dua rakaat dan berdoa dengan doa yang sudah diajakkan oleh Nabi Saw.
Selain itu, Jabir juga mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda “Apabila seseorang diantara kalian hendak melakukan suatu hal, maka hendahklah dia salat dua rakaat yang tidak wajib.”
Waktu Melakukan Salat Istikharah
Waktu melakukan salat istikharah tidak ditentukan kapan, melainkan salat tersebut dapat dilakukan kapan saja. Walau dapat dilakukan kapan saja, tetapi dianjurkan melakukan salat istikharah pada waktu sepertiga malam terakhir. Melakukan salat istikharah boleh secara berulang-ulang. Karena salat istikharah memiliki arti berdoa, dan berdoa tentu saja boleh dilakukan secara berulang-ulang.
Melakukan salat istikharah yaitu sudah pasti setelah melaksanakan salat wajib. Selain itu, salat istikharah bisa dilakukan setelah melaksanakan salat wajib 5 waktu, setelah melakukan salat tahajud, setelah mengerjakan salat rawatib, atau setelah mengerjakan salat tahiyatul masjid.
Salat istikharah hanya dilakukan untuk masalah-masalah yang mubah saja (bukan dalam masalah wajib dan sunnah). Maksud dari masalah mubah adalah suatu masalah yang memang sangat membutuhkan pertimbanganserta petunjuk kepada hukum pelaksanaannya. Seperti, melakukan salat istikharah dengan tujuan untuk menentukan pilihan dalam memilih pasangan hidup yang baik, bukan dilakukan dengan tujuan untuk menentukan pilihan anatara menikah atau tidak.
Salat istikharah juga tentu saja tidak boleh dilakukan untuk masalah yang tergolong makruh atau bahkan haram yang memang sudah di dilarang oleh Allah SWT. Karena, jika masalah tersebut sudah tergolong dalam hal yang makruh atau haram bagaimana Allah akan memberikan petunjuk terhadap maslah tersebut. Tentu Allah SWT. tidak akan memberikan petunjuknya.
Cara Melakukan Salat Istikharah
Salat istikharah dapat dikerjakan dengan paling sedikit dua rakaat sampai dengan dua belas rakaat (enam salam). Setelah membaca Surah Al-Fatihah dalam rakaat pertama, duitamakan untuk membaca Surah Al-Kafiruun sebanyak satu kali. Kemudian, dalam rakaat kedua setelah membaca Surah Al-Fatihah, diutamakan untuk membaca Surah Al-Iklas sebanyak satu kali. Dalam salat istikharah pada saat setelah membaca surah Al-Fatihah diperbolehkan untuk membaca surah yang lain, baik saat melakukan rakaat pertama atau rakaat kedua. Karena surah Al-Kafiruun dan surah Al-Iklas hanya surah yang diutamakan saja, dan bukan kedalam surah yang wajib dibaca.
Pada saat setelah rakaat terkakhir dan salam, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa istikharah serta mengatakan apa saja masalah yang sedang dihadapi dan meminta petunjuk terbaik dari Allah SWT. Ada sebuah hadis yang berisi tentang doa setelah salat istikharah, hadis tersebut berasal dari Jabir bin Abdullah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah saw telah mengajarkan doa salat istikharah yang berbunyi :
“Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagiku dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini buruk untukku, agamaku dan jalan hidupku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan di mana pun kebaikan itu berada dan ridhailah aku dengan kebaikan itu”. (Hadits Riwayat Al Bukhari)
Jawaban Atas Salat Istikharah
Jawaban dari salat isthikarah tidak hanya datang pada saat sedang tidur dan melalui mimpi atau bahkan pada saat membuka secara acak Al-Quran dan mencari jawaban melalui ayat yang tidak sengaja terbuka. Karena hal tersebut tidak memiliki dalil atau hadis yang kuat.
Salat istikharah dilakukan dengan tujuan supaya segala masalah kita dimudahkan dalam memilih yang tepat. Maka tentu saja, jawaban tersebut tidak datang melalui mimpi yang dimana dalam mimpi perasaan seseorang juga dapat mempengaruhinya.
Tidak ada dalil dan hadis yang mengatakan bahwa jawaban dari salat istikharah berasal dari mana. Karena yang sebenarnya memilih adalah diri sendiri melalui doa yang dilakukan dalam salat istikharah tersebut, bukan Allah yang memilihkan untuk kita. Maka, jawaban dari salat istikharah adalah dengan Allah memberikan suatu kekuatakan untuk hambanya dalam memilih pilihannya tersebut.
Dengan demikian, melakukan salat istikharah memiliki arti yang sama dengan berdoa. Dimana salat istikharah dilakukan dengan tujuan untuk meminta petunjuk terbaik dari Allah SWT. Serta salat istikharah dapat dilakukan dimana saja dan secara berulang-ulang.

No responses yet