Adanya keterangan pers Presiden Repubik Indonesia di Istana Negara pada tanggal 22 Desember 2020, disitu Pak Presiden Jokowi telah mengumumkan beberapa mentri baru, termasuk mengumumkan Mentri Agama (Menag) yang baru yaitu Yaqut Qholil Qoumas yang sebelumnya telah dijabat oleh Jend (Purn) Fachrur Razi.
Siapa sih yang tidak mengenal beliau ? seorang tokoh sekaligus ketua umum GP Ansor, sering disapa sebagai Gus Yaqut atau Gus Tutud yang dianggap sebagai tokoh kontroversial oleh orang – orang yang tidak menyukainya, terlebih setelah insiden pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan juga insiden pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh anggota Banser.
Kini warga NU turut berbangga karena jabatan Menag kembali diduduki oleh tokoh NU sendiri, yang sebelumnya juga diduduki tokoh NU yaitu Bapak Lukman Hakim Syaifudin sebelum dipegang oleh tokoh militer.
Sebagai seorang Menag pastinya dalam bernegara mengurusi hal – hal yang berkaitan dengan keagamaan termasuk lembaga – lembaga yang berada dibawahnya, termasuk juga yang sampai saat ini masih rame – rame nya yaitu kasus Radikalisme, yaitu paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis.
Maka dari itu, mungkin ini lah alasan Pak Jokowi untuk memilih beliau sebagai Menag, yang memiliki sepak terjang sebagai ketua umum GP Ansor yang sangat luar biasa dalam perannya untuk ikut berpartisipasi dalam melawan dan memberantas paham – paham radikalisme, karena paham – paham radikalisme di Indonesia sangat berpotensi untuk merusak Kebhinekaan Tunggal Ika.
Terpilihnya tokoh NU sebagai Menag juga sangat menguntungkan kaum sarungan dan berpeci nantinya, terlebih pas ketika perayaan Hari Santri Nasional (HSN) yang biasanya mengundang ketua GP Ansor sekaligus Menag, kini nantinya panitia pelaksana perayaan HSN bisa mengirit surat undangan, karena ketua GP Ansor sekarang juga merupakan Mentri Agama.
Intinya saya ucapkan selamat bertugas untuk Gus Yaqut, semoga amanah, bisa memberantas paham – paham radikalisme, bisa membuat inovasi – inovasi dalam pendidikan keagamaan di Indonesia dan jangan sampai permalukan warga NU, dan jangan lupa pula pak nasi berkatnya untuk syukuran hehe…. (peace)

No responses yet