Perbuatan yang menjadikan ALLOH ridlo ataupun murka itu hanya satu. Dan apa satu itu, hanya ALLOH yang tahu. Hal itu dirahasiakan oleh ALLOH. Hal itu ALLOH rahasiakan agar kita tidak meremehkan amal baik maupun dosa walaupun kecil.

إن الله أخفى خمسا في خمس. أخفى رضاه في عمل من الأعمال الصالحات، وأخفى سخطه في معصية من المعاصي …

Oleh karena itu, jangan mudah menghukumi seseorang.

Sebagai contohnya, Wahsyi seorang budak asal habasyah yang mahir memainkan tombak. Saat perang Uhud, ia ikut berperang hanya bertujuan untuk membunuh Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib paman Nabi. Hal itu dilakukannya karena ia dibebaskan dari perbudakan bila mampu membunuh Hamzah. 

Setelah peristiwa Fathu Makkah, Wahsyi pun masuk islam. Dan pada masa Kholifah Abu Bakar, tepatnya pada perang Yamamah, Wahsyi membunuh Musailimah Al-Kadzab pemimpin orang-orang yang murtad. 

Wahsyi berkata:

بك قتلت خير الناس حمزة وبك قتلت شر الناس مسيلمة

Sebagai contohnya, Kholid bin Al-Walid saat perang Uhud melihat para pemanah turun dari bukit, sehingga bukit kosong hanya tersisa sedikit dari para pemanah. Ia bersama pasukannya menyerang pasukan islam dari balik bukit. Pada akhirnya, pasukan islam kalah pada perang itu.

Kholid bin Al-Walid memang menjadi kunci kemenangan kaum Quraisy. Akan tetapi ia melihat bahwa kekalahan orang Islam dikarenakan pasukan panah melanggar larangan Nabi untuk tidak meninggalkan bukit apapun yang terjadi. Mereka turun dari bukit karena menginginkan ghonimah perang. 

“Kalahe wong islam kerono seneng donyo”.

Pada akhirnya, Kholid bin Al-Walid menjadi muslim setelah peristiwa Fathu Makkah. Ia ikut berjuang bersama Nabi, sampai pada masa kekhalifahan Sayyidina Abi Bakar dan Umar. Kholid ikut berjuang membebaskan Syam dari pendudukan Romawi dengan raja Hiroql atau Hercules.

Oleh karena itu, bila melakukan suatu dosa, maka seharusnya juga melakukan suatu hal baik yang bisa menjadi pelebur dosa. Seperti yang dilakukan oleh Wahsyi dan Kholid bin Al-Walid.

Wong wani nglakoni doso, kudu nduwe ngamal apik kanggo ngelebur doso.

إن الحسنات يذهبن السيئات

Kramatsari 3.

Ditulis setelah membaca status kang Muhammad Aly Qomaruzzaman mengingat saat ngaji kepada Syaikhona Maimoen.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *