Oleh: Muhammad Banu Fakhruddin (Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA)
Didalam sebuah hubungan sering ditemukan masalah-masalah yang terjadi yang disebabkan oleh overthinking, dimana keadaan Ketika memikirkan sesuatu secara berlebihan, bahkan hal-hal yang tidak penting atau tidak perlu dipikirkan. Overthinking sendiri dapat terjadi di berbagai macam konteks dalam kehidupan pasangan suami istri. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of California, Los Angeles, Amerika Serikat, sebanyak 70% pasangan yang sudah menikah pernah mengalami overthinking dalam hubungan mereka. Simak pembahasan dibawah ini dalam mengatasi overthinking didalam sebuah hubungan.
Penyebab overthinking dalam hubungan pernikahan
Ada berbagai macam penyebab suatu hubungan mengalami overthinking diantar pasangan, berikut macam-macam yang dapat menimbulkan overthinking didalam suatu hubungan,
- Persepsi negatif terhadap pasangan.
Jika pasangan memiliki persepsi negatif terhadap pasangannya, mereka akan lebih cenderung untuk overthinking. Misalnya, pasangan yang merasa bahwa pasangannya tidak mencintainya lagi akan lebih cenderung untuk memikirkan hal-hal negatif tentang pasangannya, seperti apakah pasangannya selingkuh atau apakah pasangannya akan meninggalkannya.
- Kurang komunikasi.
Komunikasi yang buruk dapat menyebabkan pasangan saling curiga dan salah paham. Hal ini dapat membuat pasangan lebih cenderung untuk overthinking. Misalnya, pasangan yang tidak berkomunikasi dengan baik tentang kebutuhan dan keinginannya akan lebih cenderung untuk overthinking tentang apakah pasangannya mengerti kebutuhan dan keinginannya.
- Masalah pribadi.
Masalah pribadi yang dialami oleh salah satu pasangan juga dapat menyebabkan overthinking dalam hubungan pernikahan. Misalnya, pasangan yang mengalami stres pekerjaan akan lebih cenderung untuk overthinking tentang hubungannya.
Dampak overthinking dalam hubungan pernikahan
Ada banyak pasangan yang terbiasa memikirkan suatu masalah dalam hubungan secara berlebihan atau overthinking. Hal ini ternyata bisa menimbukan banyak masalah. Adapun beberapa dampak overthinking dalam suatu hubungan, yaitu.
- Membuat diri sendiri merasa tidak aman.
Salah satu dampak overthinking dalam hubungan adalah membuat seseorang merasa tidak aman secara terus-menerus, karena pikiran negative yang cenderung berlebihan.
- Suasana hati memburuk.
Membuat suasana hati seseorang cepat memburuk. Sebab, seseorang yang berpikir secara berlebihan biasanya akan memikirkan hal-hal negative.
- Memicu konflik.
Hal ini berkaitan dengan rasa curiga, seseorang bisa bertengkar dengan pasangannya akibat suatu kesalahpahaman.
- Tidak Bahagia.
Membuat pasangan tidak Bahagia karena sering bertengkar dan memikirkan masalah yang sebenarnya tidak perlu
Ini merupakan dampak yang terjadi diantara suatu hubungan Ketika tidak dapat mengendalikan overthinking, (5 bahaya overthinking dalam hubungan yang perlu diwaspadai, m.kumparan.com).
Kemudian, bagaimana cara agar mengatasi overthinking yang terjadi didalam suatu hubungan?, kalian dapat mencoba menggunakan teori kelurga Sakinah. Apa itu keluarga Sakinah?, pada dasarnya keluarga Sakinah merupakan suatu bangunan keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah, mendapat ridho dari allah SWT, dan mampu menumbuhkan rasa kasih sayang pada anggota keluarganya sehingga mereka memiliki rasa aman, tenteram, damai dan Bahagia dalam mengusahakan tercapainya kesejahteraan didunia dan di akhirat.
Dalam keluarga Sakinah terdapat prinsip-prinsip yang bertujuan untuk tercapainya keluarga Sakinah yang diinginkan. Berikut prinsip-prinsip keluarga Sakinah yang dapat digunakan untuk mengatasi overthinking didalam hubungan.
- Orientasi ilahiah dalam keluarga.
Orientasi bahwa seluruh anggota keluarga menyadari bahwa semua proses dan kegiatan serta keadaan kehidupan keluarga harus berpusat pada allah SWT. Artinya segala sesuatu yang diperbuat harus mengikuti aturan allah SWT, dan pengakuan yang tulus dan ikhlas bahwa semua berasal dari allah dan akan Kembali pada allah, allah adalah asal dan tujuan hidup.
- Pola keluarga luas.
Bahwa dalam suatu keluarga tidak hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak sebagai keluarga inti, tetapi dapat terdiri dari ayah, ibu, anak, kakek nenek, cucu, paman dan bibi. Artinya, nafkah mereka semua harus diperhatikan dan menjadi tanggungjawab kepala keluarga.
- Pola hubungan kesederajatan.
Hubungan antara anggota dalam keluarga bersifat egaliter. Hubungan ini berdasarkan kepada prinsip bahwa setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan adalah sama, yakni sama-sama sebagai makhluk allah. Perbedaan jenis kelamin, status, fungsi, atau peran tidak menimbulkan perbedaan nilai kemanusiaannya dihadapan olanglain.
- Perekat mawaddah wa rahmah (ada yang menganggap sebagai tali pernikahan).
Keadaan jiwa yang diliputi oleh rasa cinta dan kasih sayang, dan ia sekaligus mengandung substansi perasaan rekat secara sukarela pada oranglain dan rela berkorban, menjaga dan melindungi orang tersebut.
- Pemenuhan kebutuhan hidup sejahtera dunia dan akhirat.
Untuk mengetahui kebutuhan tersebut, sebaiknya dilihat terlebih dahulu potensi dasar manusia yang bersifat fitrah, yakni pemberian langsung dari allah sebagai karunianya.
Berikut itu merupakan prinsip dari keluarga Sakinah, prinsip-prinsip ini dimaksudkan dapat menjadi petunjuk kalian dalam mengatasi overthinking yang terjadi, yang pada umumnya meminta untuk lebih mendekatkan diri kepada allah menggunakan prinsip-prinsip yang disampaikan ini, agar dapat mengurangi overthinking.
Demikian pembahasan mengenai penggunaan teori keluarga Sakinah dalam mengatasi overthinking yang terjadi pada pasangan kalian. Semua ini dapat diatasi selama komunikasi antara pribadi terjalin dengan baik dengan pendekatan yang berdasarkan syariat islam.
LAMPIRAN
5 bahaya overthinking dalam hubungan yang perlu diwaspadai, m.kumparan.com https://kumparan.com/info-psikologi/5-bahaya-overthinking-dalam-hubungan-yang-perlu-diwaspadai-20d4l0yYpmx
Buku Muamalah untuk Perguruan Tinggi, (ditulis oleh afni rasyid, hilal Ramadhan, rahmat Dahlan, arif hamzah, M. Dwi Fajri).

No responses yet