Sejatinya kesalehan itu terbagi dua yakni kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Keduanya harus berkumpul pada diri setiap Muslim. Belumlah dikatakan baik dan benar keIslaman seseorang jika baru rapi dalam ibadah ritualnya saja (hablum minallah). Namun sangat perlu juga membenahi ibadah sosialnya antar sesama makhluq ALLAH (hablum minan naas).

Bahkan secara tegas, ALLAH mengajarkan kita agar dapat memadukan kedua bentuk kesalehan tersebut agar selamat dari segala bentuk kehinaan (Q.S.Ali Imran:112).

Di antara kesalehan sosial yang sangat penting dan utama untuk diaplikasikan adalah menjaga mulut kita dari perkataan yang tidak berguna, yang dapat menyakiti orang lain atau yang dapat menimbulkan banyak fitnah, musibah dan aneka kerugian lainnya.

Dalam hadits shohih dijelaskan ada seorang sahabat wanita (shohabiyyah) yang dilaporkan kepada Rasulullah s.a.w. bahwa ia wanita yang tekun beribadah. Siang harinya digunakan untuk berpuasa dan malam harinya diisi dengan qiyamul lail. Namun sayang kekurangan nya adalah tidak dapat mengontrol mulutnya dari kebiasaan menyakiti orang lain. Banyak orang yang merasa terhina dan tersakiti hatinya oleh kejahatan mulut wanita itu. Lalu sahabat bertanya: “Apakah ia termasuk ahli surga atau ahli neraka ya Rasulullah?”

Lalu Beliau menjawab : Dia termasuk ahli neraka.” Na’uudzu billaahi min dzaalik.

Maka, janganlah kita salah dalam menerapan kehidupan beragama, dengan hanya mementingkan dan memfokuskan diri kepada pelaksanaan ibadah-ibadah ritual semata (seperti sholat, puasa, zakat, dan haji baik yang fardhu maupun yang sunnah, i’tikaf, dzikir, baca al-Qur’an dan lain sebagainya), sementara hubungan dengan sesama manusianya sangat buruk, seperti jarang bergaul, sombong, merasa benar sendiri, melecehkan orang lain, dusta, ingkar janji, suka memprovokasi/mengadu domba, menebar gossip dan fitnah, hasud/iri dengki, buruk sangka/su’u zhon dan lain sebagainya. Semoga kita semua menjadi orang yang saleh ritual dan saleh sosial. Aamiin yaa Mujiibas saailin

Wallohu a’lam bish showaab

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *