Categories:

Oleh: Alya Paradisa Kautsari (Mahasiswi S1 Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka )

Setiap keluarga dapat meraih harmonis dan kesejahteraan sesuai dengan ajaran Islam.

Munculnya istilah Keluarga Sakinah merupakan penjabaran firman Allah dalam surat ar-Rum [30]: 21, yang menyatakan bahwa tujuan berumah tangga atau berkeluarga adalah untuk mewujudkan ketentraman atau ketenangan dengan dasar mawaddah wa rahmah  (saling mencintai dan penuh kasih sayang).

Taqwa atau ketakwaan kepada Allah adalah pondasi utama dalam membentuk keluarga sakinah. Setiap anggota keluarga, dimulai dari suami, istri (orangtua) sehingga anak-anak mencontoh dan diharapkan memiliki kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab mereka kepada Allah. Dengan taqwa, segala tindakan dan keputusan diambil dengan mempertimbangkan keberadaan-Nya. Dengan iman dan takwa yg kuat setiap hal yang dilakukan pasti untuk kebaiakkan untuk mencari ridho Allah. 

Dalam Islam, keluarga menduduki posisi yang sangat penting, karena guru pertama bagi anak adalah orang tua, dan tidak jauh dari mencontohkan setiap hal yang dilakukan oleh keluarganya, maka dari itu keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter individu. Dan mewujudkan keluarga sakinah menjadi tujuan utama bagi setiap Muslim.

Menjaga keluarga harmonis dan bahagia memang bukan perkara mudah. Setiap keluarga pasti menginkan keharmonasan dalam  rumahnya. Setiap anak menginginkan kehangatan juga dukungan dari orang tua, orang tua pun menginginkan anak yg menuruti kebaikan sesuai ajran islam. Untuk itu pentingnya kerjasama tiap individu dalam keluarga dalam mewujudkan keluarga yg harmonis satu sama lain. Konsep keluarga ini diartikan dengan keluarga yang damai tentram, penuh cinta kasih atau harapan, dan kasih sayang. Hal ini bisa menjadi landasan dalam berkeluarga, agar senantiasa mendapat keridhoan Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW telah menunjukkan kepada kita bagaimana menjaga ikatan keluarga dalam Islam. Beliau suka menghabiskan waktu bersama keluarga dan selalu mengingatkan keluarganya untuk tetap berada di jalan yang benar dan berbuat baik. Keluarga harmonis adalah rumah tangga yang dihiasi dengan ketenangan, ketentraman, kasih sayang, keturunan, kasih sayang, pengorbanan, saling melengkapi, menyempurnakan, saling membantu dan bekerja sama.

Berikut berbagai aspek dan nilai-nilai yang menjadi kunci dalam meraih kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga.

  1. Pendidikan Agama dan Moral:

Mendidik anak-anak dalam ajaran agama Islam dan nilai-nilai moral merupakan investasi jangka panjang untuk keluarga sakinah. Orangtua perlu memberikan teladan yang baik dan melibatkan anak-anak dalam kegiatan keagamaan untuk memperkuat iman dan karakter mereka. Sehingga mereka dapat memilih keputusan atau jalan yang selalu dalam kebaikan saat diluar kendali orangtuanya. Dan memiliki kesadaran sendiri untuk melakukan apa yg Allah perintahkan dan menjauhkan apa yang Allah larang.

  • Kasih Sayang dan Pengorbanan:

Rasulullah SAW mencontohkan kasih sayang dan pengorbanan kepada keluarganya. Suami dan istri perlu saling mendukung dan mengorbankan diri untuk kebahagiaan bersama. Anak-anak perlu merasakan kasih sayang yang hangat dan pemahaman dari orangtua mereka.

  • Komunikasi yang Terbuka:

Komunikasi yang baik menjadi kunci penting dalam membina hubungan harmonis di dalam keluarga. Penting untuk suami dan istri seharusnya yang saling berbicara juga saling mendengar dan memahami. Komunikasi yang terbuka dan penuh pengertian dapat menghindarkan kesalahpahaman dan memperkuat ikatan keluarga.

  • Pembagian Peran yang Adil:

Islam menekankan pentingnya adil dalam pembagian peran antara suami dan istri. Keterlibatan aktif dan pembagian tanggung jawab yang adil dapat menciptakan keseimbangan dalam keluarga. Suami dan istri seharusnya bersinergi dalam menjalankan peran masing-masing, baik dalam urusan rumah tangga maupun pendidikan anak. Istri yg memegang 2 peran sebagai ibu dan pekerja harus bisa menyeimbangkan dan melakukan kewajibannya.

  • Kesabaran dan Memaafkan:

Kesabaran adalah kunci menghadapi cobaan dan ujian kehidupan keluarga. Setiap anggota keluarga perlu bersikap sabar dan siap untuk berkompromi demi kebaikan bersama. Kesabaran akan memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan.

“Orang yang kuat bukanlah orang yang dapat mengalahkan orang lain (dalam gulat); sebaliknya, pria yang kuat adalah orang yang mengendalikan dirinya ketika dia marah.” [HR. Ahmad].

Tak luput dari itu Manusia membuat kesalahan dari waktu ke waktu pada manusia lain, termasuk keluarga mereka sendiri. Jika tidak ingin keluarga tak terpisah, maka kita harus memaafkan mereka dengan hati yang besar. “Siapa pun yang memaafkan dan membuat rekonsiliasi, hadiahnya adalah [karena] dari Allah.” (QS. An-Nuur: 22).

Setelah membaca dan memahami 5 point diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa, untuk mewujudkan keluarga sakinah tidaklah menjadi hal yang mustahil. Semua mudah didapatkan dengan adanya keinginann untuk terus memperbaiki diri bersama-sama menuju tujuan keridhoan Allah SWT. Dengan kesadaran akan nilai-nilai Islam, komunikasi yang baik, kasih sayang, pendidikan agama, pembagian peran yang adil, dan kesabaran, keluarga dapat mencapai kesejahteraan yang diinginkan. Setiap langkah kecil yang diambil oleh anggota keluarga merupakan investasi dalam menciptakan lingkungan yang penuh kedamaian, kebahagiaan, dan berkah. Semoga setiap keluarga Muslim dapat menjadi bagian dari masyarakat yang sejahtera dan bermanfaat.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *