Categories:

Oleh : Rizki Muharram Putra   (mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang)

Teks Latin:

Dunia juga diamat-amati

Mencari harta mengisi peti

Menjadikan lalai kepada hatimu

Mencari harta tiadalah jemu

Tandanya kita sudah tersemu

Di akhirat kelak jadi selemu

Harta itu harus dicari

Serta ilmu engkau pelajari

Amalakan olehmu sehari-hari

Supaya selamat badan sendiri

Harta itu cari olehmu

Sambilkan dengan mencari ilmu

Serta amalkan dengan yakinmu

Supaya jangan jadi salemu

Kebanyakkan orang mencari harta

Kesana-sini berbuat dusta

Dengan berbuat ia berkata

Menjadi haram semata-mata

Hendaklah ingat kita disini

Jangan berbuat yang demikian ini

Karena ditegahkan Tuhan yang Ghani

Menjadilah tidak Allah kasihani

Ada berniaga kesana kemari

Hingga berlayar ke sebuah negeri

Ibadah tinggal harta dicari

Lupalah ilmu yang dipelajari

Mencari harta tidakan suci

Sangkahanya ghalib dengan berniaga

Luput lalai sangat layak

Ibadah tak ingat barang seketika

Menjadi Allah sangatlah murka

Ingat-ingatlah kita sekalian

Jangan berbuat akal demikian

Tidakah takut hari kemudian

Di neraka akhirat jadi kerugian

Apa pulakan salahnya

Pesan

Melalui syair tentang kiamat kita dapat menyimpulkan bahwa teks tersebut mengingatkan dan kita hendaklah tidak melupakan ibadah dan ilmu agama yang telah dipelajari ketika berniaga atau mencari harta. Sifat lalai dan pelupa manusia akan membuat kita rugi dan menyesal di akhirat kelak. Dalam bait yang ada, pengarang memperingatakan manusia untk tidak rakus, mengendalikan nafsu yang dimiliki, dan berusha untuk mempersiapkan amalan dari dunia untuk di akhirat kelak. Semua tersebut merupak kunci untuk mendapat perhatian Allah dan menghindar dari tipu daya dunia yang ada.

Note

Berniaga disini sepertinya digunakan oleh penyair karena melihat mayoritas dari masyarakat yang Melayu yang sangat suka untuk berpindah tempat sedangkan untuk mencari atau cara bertahan hidup, masyarakat tersebut menggunakan cara berdagang ataua berniaga. Jika dikembalikan atau diorientasikan kepada zaman sekarang bisa kita katakan “pekerjaan” yang dimana dari sebuah pekerjaan orang tersebut mendapatkan penghasilan atau harta.

Manuskrip berjudul Syair Kiamat dapat ditemukan website Khasanah Pustaka Nusantara (KHASTARA) dengan Catalog ID 820639; kode W.228. Naskah atau teks ini dapat temukan dan akses secara gratis serta bisa didownload dalam bentuk digital (PDF). Manuskrip ini ditulis dengan aksara Arab (Jawi) dan menggunakan bahasa Melayu.  Bahasa yang digunakan dalam Syair  Kiyamah adalah Bahasa Melayu, namun tidak semuanya. Selain bahasa Melayu, di dalam Syair  Kiyamah juga terdapat Bahasa Arab, ada juga yang mengutip dari ayat-ayat Al Qur’an. Hal ini dikarenakan Syair  Kiyamah merupakan naskah yang berisi ajaran-ajaran Agama Islam. Naskah kuno juga tersimpan di Perpustakaan Nasional RI dengan nomor ML 485. Ukuran naskah sekitar 25cm x 16cm dengan jumlah baris sebanyak 19 baris pada halaman syair tersebut. Bahan naskah yang digunakan adalah kertas Eropa. Tulisan menggunakan tinta berwarna hitam. Kondisi kertas masih bisa dikatakn sangat baik,tidak lapuk dan tulisan yang ada masih bisa terbaca dengan jelas dan baik.

Latar yang digunakan dalam syair ini adalah akhirat, seperti kutipan berikut:

Tidakah takut hari kemudian

Di neraka akhirat jadi kerugian

Dalam teks tersebut terdapa pesan sangat berarti bagi manusia yaitu sebagai makhluk yang berakal didunia, hendaklah jangan lalai karena tipu daya dunia, sehingga melupakan kehidupan akhirat yang kekal. Semua ilmu yang bermanfaat haruslah di amalkan dalam berkehidupan didunia ini. Sejatinya akan menjadikan penyesalan ketika ilmu yang telah dipelajari tersebut tidak diterpakan dalam keseharian. Manusia yang senantiasa mencari harta untuk bertahan hidup, baik bagi dirinya ataupun orang sekitarnya, haruslah tidak menjadikannya lupa ataupun melakukan perbuatan yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Wallahu’alam.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *