1. Ada kolega yang sering memberi semangat dan terjun membantu orang yang kena kopid dituduh meremehkan kopid (walaupun sebenarnya tidak ada yang meremehkan, karena kopid makhluk Tuhan juga yang bisa dipelajari), maka kolega ini menjawab dengan logika yang syantik, “Silakan tuduh saya meremehkan kopid, tapi sekali-sekali saya tidak meremehkan sistem pertahanan tubuh kita yang merupakan karunia Tuhan, dimana manusia adalah ciptaan terbaik dari seluruh makhluk .”
2. Ada juga kolega lain yang mengatakan bahwa sistem pertahanan tubuh pemberian Tuhan ini adalah makhluk cerdas yang dicipta agar mampu mengenali dan membereskan anasir luar yang masuk ke tubuh.
3 Mari kita pupuk semangat diri agar sistem pertahanan tubuh kita makin kuat dan canggih. Janganlah sistem pertahanan tubuh dibuat lemah atau disugesti menjadi lemah karena nanti bisa betul-betul menjadi lemah. Akhirnya Tuhan mengabulkan beneran sugesti kita bahwa sistem pertahanan tubuh kita adalah lemah dan kalah. Prasangka kita adalah penting.
4. Mari kita syukuri pemberian Tuhan berupa sistem pertahanan tubuh, agar tambah kuat berlipat ganda. Jangan diremehkan dengan menganggap sebagai sistem yang akan kalah oleh anasir luar.
5. Jangan juga sistem ini kita abaikan tanpa ada support nutrisi, malah fokus kepada ketakutan berlebih pada anasir luar sehingga anasir luar tampak besar dan kuat yang siap mencekik kita. Tentu kita tetap hati hati dan waspada sesuai dengan kapasitas kita.
6. Jangan pula kita nafikan sistem pertahan tubuh ini karena nanti bisa “ditegur Tuhan” sebagai hamba yang tidak bersyukur. Padahal jika bersyukur akan ditambah karunia (kekuatan) oleh Tuhan.
***

No responses yet