Oleh: Siti Fitrilya Aziziyatuzzaida (Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka)
Bicara wacana rasa syukur, yg pertama kita wajib mengerti apa itu rasa syukur. Rasa
syukur ialah perasaan hormat pada Allah dan perasaan relatif. cukup ialah kita mendapatkan keadaan
atau kondisi kita. ketika kita bersyukur secara tertentu kita menyatakan rasa hormat pada si pemberi, rasa
syukur perlu buat mengapresiasi yang kita terima serta yang kita miliki. contoh rasa
syukur, contohnya kita diberi sebuah sepeda oleh orang tua kita pada hari ulang
tahun, ketika kita mendapatkan sepeda tersebut, apa respon kita ? Tentunya Jika benar kita merasa
bersyukur, itu akan tergambar lewat respon kita. Kita akan pertama-tama sekali mengucapkan terima
kasih, lalu memakai sepeda tersebut dan menjaganya.
kemudian bagaimana jikalau kita berada pada masa sukar, bisakah kita bersyukur ?
Sukar merupakan jauh dari rasa aman, mungkin sedang kesulitan secara finansial, sedang berjuang
melawan penyakit, sedang berduka, atau sedang bergumul menggunakan masa depan. Apapun bentuknya,
masa sukar seringkali kali menghasilkan kita gagal fokus. Kita tidak bisa melihat hal-hal
baik waktu sedang pada masa sukar. misalnya, mirip sebuah kertas putih yg ditengahnya ada setitik
tinta, Jika kita tanya orang-orang perihal apa yang mereka lihat, kebanyakan akan menjawab titik hitam.
Padahal ada lembaran putih kertas yang begitu luas. Masa sukar membentuk kita lupa apa yang kita
miliki.
Menumbuhkan rasa syukur ?
Menumbuhkan artinya sebuah istilah kerja, yg ialah sesuatu yg mampu kita sebaiknya. Ternyata, rasa
syukur itu sesuatu yg kita kerjakan. Bagaimana cara mengerjakannya ?
yang pertama, kita wajib sadar siapa diri kita seutuhnya.
Kita merupakan makhluk kreasi yg kuasa yang paling mulia. Diciptakan
segambar dan serupa menggunakan Allah, mempunyai hadiah yg tak dimiliki oleh kreasi lainnya.
Kita memiliki talenta serta bakat. yang kedua, kita wajib mengerti tujuan kita dicipta. Apa tujuan kita
dicipta ? Mungkin akan terdapat poly versi jawaban yg timbul. tetapi, Jika diteliti lebih di, sejatinya kita
dicipta buat memuliakan pencipta kita. Bagaimana cara memuliakan-Nya ? menggunakan melakukan hal-
hal yang baik serta benar, dan memaksimalkan talenta dan bakat yang kita
punya buat kebaikan sekitar kita. yg ketiga, menyadari bahwa kita merupakan makhluk social. adalah,
kita saling membutuhkan satu sama lain menggunakan manusia lainnya.
saat kita memahami ketiga hal tadi, waktu terdapat masa sukar datang, kita cukup mengingat ketiga
hal tadi. contoh masa sukar, yaitu ketika kita mengalami bencana alam. Mungkin pada insiden mala alam,
kita kehilangan rumah serta orang-orang yg kita sayangi. Bagaimana
mungkin mampu bersyukur pada masa sukar itu ? Mungkin, masa sukar
memang tidak bisa dihindari tetapi mampu kita hadapi secara tidak sama.
Kita mampu mulai menggunakan melihat hal baik ditengah bencana. Apa itu ? Kita hayati saat kita sadar
siapa diri kita, kita akan mulai melihat situasi menggunakan sudut pandang baru.
Bagaimana menunjukkan rasa syukur disaat terjadi mala alam mirip ini ? Pertama, berterima
kasih pada Allah karena kita hidup dan yang ke 2, lihat sekeliling serta bantulah orang lain semaksimal
mungkin memakai apa yang kita punya.
Menumbuhkan rasa syukur dimasa sukar memang tidak simpel, tetapi bukan berarti tidak bisa.
KESIMPULAN:
Bersyukur pada waktu-ketika susah tidak berarti bahwa kita senang menggunakan keadaan kita. Itu
berarti bahwa kita menggunakan iman buat melihat pesan tersirat di balik kesulitan-kesulitan
kita ketika ini.
Referensi:
https://www.kompasiana.com/melvirosalina1087/61cc0a044b660d14e26e0e72/menumbuhkan-rasa-
syukur-dimasa-sukar

No responses yet