Categories:

Di susun oleh: Syifaa Dinda Putri, Intan Septiana Mona Assivva, dan Nadine Farah Medellu

Setiap manusia pernah mengalami yang namanya kecemasan yang dimana khawatir terhadap sesuatu. Setiap individu yang mengalami gangguan kecemasan atau anxiety akan mempengaruhi hidupnya. Menurut riset, gangguan kecemasan tiap tahunnya terjadi lebih dari 2 juta kasus di Indonesia dengan sekitar 3,7% remaja, sekitar umur 10-17 tahun mengalami gangguan kecemasan.

  1. Mengenal apa itu Anxiety Disorder

Kecemasan atau yang dikenal juga dengan Anxiety selalu menjadi topik yang menarik. Bagaimana kecemasan dapat membuka jalur menuju gangguan kepribadian lainnya dan bagaimana manusia mampu beradaptasi mengatasi kecemasan itu sendiri.

Anxiety merupakan sebuah gangguan kecemasan yang berlebihan. Anxiety sering di alami oleh suatu indivdu yang dapat menimbulkan gangguan kecemasan seperti, cemas dan perasaan takut atau khawatir tentang apa yang akan datang atau bahkan hal tersebut belum terjadi. Sarason dan Spielberger (dalam Darmawanti 1998) menyatakan bahwa gangguan kecemasan merupasakan reaksi terhadap suatu pengalaman yang bagi individu dirasakan sebagai ancaman. Rasa cemas adalah perasaan yang tidak menentu, panik, takut, tanpa mengetahui apa yang ditakutkan dan tidak dapat menghilangkan perasaan gelisah dan rasa cemas tersebut.

Menurut kajian psikologi islam, kecemasan atau anxiety merujuk dalam Al- Qur’an yang menjelaskan anxiety sebagai emosi takut. Abdul Hasyim (dalam Cahyandari, 2019) menjelaskan bahwa kata khassyah dan derivasinya dalam Al-Qur’an disebutkan sebayak 39 kali. Dalam surat Al-Baqarah ayat 155 dijelaskan bahwa manusia akan diuji dengan ketakutan. Arti ayat tersebut sebagai berikut; “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buhan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar” (Q.S Al-Baqarah ayat 155).

  • Dzikir dan Butterfly-Hug dalam psikoterapi islam

Manusia pada hakikatnya terdiri dari dua substansi, yaitu fisik dan psikis. Atas dasar tersebut, manusia merupakan mahluk yang memiliki kesadaran. Dimana kesadaran manusia berpusat pada psikis atau jiwa, dan bersifat langsung. Tabiat jiwa adalah mengenal Allah swt dan senantiasa ingin mendekat kepada Allah swt melupakan Allah swt berarti penyimpangan dari tabiatnya, dan hal ini menjadi sumber gangguan jiwa (psikis).

Oleh karena itu, ketika seorang mukmin terganggu psikisnya ia perlu dibantu selain oleh psikiater namun juga dengan psikoterapi Islam. Psikoterapi Islam dilakukan dengan mendudukkan semua persoalan yang dihadapinya pada tempatnya sehingga ia dapat mengukur dirinya dimana posisinya berada, dapat merencanakan sesuatu untuk meluruskan yang tidak benar, dan mengharapkan ampunan serta petunjuk Allah.  Salah satu terapi yang digunakan adalah terapi dzikir.

Dalam Islam pengertian dzikir adalah mengingat Allah SWT di dalam hati serta melafalkannya dengan lidah. Dengan berzikir, kita senantiasa terus mengingat Allah SWT yang bisa membuat hati dan pikiran menjadi lebih tenang. Dzikir juga menjadi salah satu amalan yang sangat disukai oleh Nabi Muhammad SAW.

Individu yang di diagnosa Anxiety atau gangguan mental lainnya akan cenderung untuk mengalami yang namanya panic attack atau serangan panik secara tiba – tiba dimana mereka akan merasa sangat ketakutan yang diliputi oleh perasaan cemas yang luar biasa dan tidak sedikit pula yang sampai berkeringat dingin, gemetar atau bahkan pingsan.

Butterfly-Hug merupakan salah satu metode yang bisa dilakukan ketika seseorang mengalami episode panic attack karena dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan dapat membuat kita lebih tenang. Butterfly-hug dapat dilakukan dengan cara menyilangkan kedua tangan di dada kemudian menepukkan kedua tangan seperti kepakan sayap kupu-kupu. Lakukan sambil menarik napas perlahan dan menghembuskannya perlahan sembari memotivasi diri sendiri.

فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ

Artinya : “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepada mu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah lami ingkar kepada-Ku.” (Q.S Al – Baqarah ayat 152).

Melanalisir dari tafsir Al-Muyassar / kementerian agama Saudi Arabia, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kaum Mukmin untuk berdzikir (mengingat dan menyebutnya), dan menjanjikan kepadanya balasan yang paling utama berupa pujian di hadapan para malaikat yang paling tinggi kedudukannya bagi orang yang berdzikir (mengingat dan menyebut Nya), dan khususkanlah wahai orang – orang yang beriman rasa syukur kepada Ku secara lisan dan amalan, dan janganlah kalian mengingkari nikmat – nikmat Ku atas kalian.

Dari tafsiran ayat tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa dengan mengingat Allah niscaya hidup kita akan terasa tentram. Sehingga ketika kita mengalami yang namanya episode panic attack, sebagai seorang muslim kita bisa melakukan butterfly-hug, namun alih – alih memberikan sugesti seperti ; semuanya akan baik – baik saja, just breath, enggak apa – apa, dll, kita bisa melafazkan kalimat dzikir “La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin” yang memiliki arti “Tidak ada Tuhan selain-Mu ya Allah. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” atau kalimat – kalimat dzikir lainnya.

Kesimpulan

Kecemasan atau anxiety merupakan sebuah gangguan kecemasan yang di tandai dengan perasaan cemas, gelisah, takut dan panik yang tidak dapat di kendalikan atau berlebihan. Butterfly-Hug merupakan salah satu metode yang bisa dilakukan ketika perasaan cemas tersebut sudah menguasai pikiran penderita, sebab metode ini dapat meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh kita yang dapat menenangkan baik pikiran dan tubuh. Dalam psikoterapi islam, kita dapat melakukan metode butterfly-hug sembari berdzikir. Selain dapat membuat hati dan pikiran jauh lebih tenang dengan mengingat Allah, dzikir merupakan salah satu amalan kesukaan Rasulullah, dengan berdzikir kita juga akan mendapatkan pahala.

Daftar Pustaka,

https://nuraminsaleh.blogspot.com/2013/01/pengertian-kecemasan-menurut-para-ahli.html
https://www.researchgate.net/publication/346165005_Memahami_Kecemasan_Perspektif_Psikologi_Islam/fulltext/5fbd3478a6fdcc6cc6634113/Memahami-Kecemasan-Perspektif-Psikologi-Islam.pdf
https://tafsirweb.com/618-surat-al-baqarah-ayat-152.html

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *