Setelah kita mengetahui bahwa pencipta segala sesuatu, mulai dari alam semesta, perubahan-perubahannya dan gerak-gerik makhluk, adalah Gusti Allah, maka melazimkan Gusti Allah pasti mengetahui segala detail yang terjadi pada makhluk ciptaan-Nya. Gak mungkin ada pencipta tapi gak tau ciptaannya.

Analoginya kayak kita merancang bangunan, pasti kita udah punya konsep nanti kayak gini, stylenya kayak gini. Sehingga kita bisa menyusun material, rancang ruang dan segala detailnya sesuai perkiraan kita. Berapa biaya yang diperlukan juga udah masuk perkiraan. Sehingga saat udah jadi, kita bisa bicara banyak tentang bangunan itu karena tahu detailnya. Dan saat ada yang rusak, hanya kita yang tahu masalahnya dan solusinya karena kita perancangnya. Kalo ada gak beres dan kita gak tau, artinya kita perancang bangunan yang goblok.

Begitu juga Gusti Allah yang menciptakan alam semesta. Dia pasti Maha Tahu apa yang di tiap-tiap bagian alam semesta ini keseluruhan, hingga yang terkecil dan yang tersembunyi. Karena Gusti Allah-lah yang telah menciptakan semuanya, baik yang lahir dan yang di batin. Semua hakikat ciptaan pun hanya Gusti Allah yang Maha Tahu. Inilah sifat ‘Ilm Gusti Allah.

Cerminan sifat ‘Ilm Gusti Allah itu bisa kita rasakan. Kita misal ada masalah di luar lalu ketemu ibu. Tiba2 beliau tanya, “Aku kok ngimpi gini, kamu ada masalah ya?”

Reaksi kita mak deg! Trus kita mbatin “Kok ibu bisa tau ya?”. 

Nah, ini ilham dari Gusti Allah Yang Maha Tahu. Lewat mimpi ibu, Gusti Allah memberi tahu bahwa putranya sekarang butuh bantuan atas satu masalah akibat sesuatu di masa lalu. Kalo gak, si anak dapat kejerumus lebih dalam di masa depan. Ilham yang diterima ibu kita tentang anaknya tersebut adalah cerminan dari sifat ‘Ilm dari Gusti Allah.

Imam Ghozali dawuh

وأنه عالم بجميع المعلومات، محيط بما يجري من تخوم الأرضين إلى أعلى السموات، لا يعزب عن علمه مثقال ذرة فى الأرض ولا في السماء”

“Sesungguhnya Gusti Allah itu Maha Mengetahui segala sesuatu yang jadi keputusan-Nya, pengetahuan-Nya menyeluruh meliputi bagian yang terkecil dan tersembunyi hingga yang paling besar di jagat raya, baik materi maupun non materi. Tidak ada kesamaran bagi Gusti Allah tentang keadaan sesuatu dari hal yang terkecil di muka bumi dan di langit, baik di masa lalu, sekarang dan masa depan”

Maka, dengan meyakini sifat ‘Ilm dari Gusti Allah, kita bisa berhati-hati dalam berperilaku, baik secara lahir dan batin kita. Juga dengan memahami sifat ‘Ilm Gusti Allah, membantu kita memperbaiki niat. Niat baik akan menimbulkan laku dan lingkungan yang baik.

Sehingga kita gak perlu ada omongan protes kayak orang kapitalis, “Kok saya ibadah tapi miskin terus, ada orang sholeh kok menderita, ada orang miskin kok didzolimi, mana keadilan Tuhan?”. 

Itu semua omongan orang yg gak paham sifat ‘Ilm Gusti Allah. Karena Gusti Allah Maha Mengetahui keseluruhan hidup makhluk-Nya. Gak ada yang tidak diketahui Gusti Allah. Senang susahnya makhluk, hidup matinya makhluk, sudah diketahui Gusti Allah. Bahkan Dia mengetahui segala sesuatu yang telah lewat, yang sedang terjadi dan yang bakal terjadi.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *