Categories:

Nabi Musa meminta kepada Allah “Gusti…temukan saya dengan Nabi Adam yg gara2 dia menyebabkan dia dan keturunannya dikeluarkan dari surga”

Lalu terjadilah dialog kurang lebih seperti berikut.

Nabi Musa : “Wahai Nabi Adam, anda ini adalah yg diciptakan sendiri olehNya, para malaikatpun diperintahkan sujud menghormat padamu, kemudian Allah menempatkanmu di surga, Demi Allah andai saja bukan karena efek perbuatanmu maka tidak akan ada satupun dari manusia yg akan masuk neraka”

Nabi Adam : “Musa…kamu ini piye lho, kamu ini kan Rasul pilihanNya to, terlebih kamu ini bisa langsung berbicara langsung denganNya tanpa perantara siapapun dari makhluqNya, lalu kamu menyalahkanku terhadap suatu hal yg sudah Allah tetapkan dan sudah tertulis di lauhil mahfuzh sejak sebelum aku diciptakan, gitu?”

Walhasil…kita tidak boleh menisbatkan bahwa Nabi Adam telah melakukan dosa, melainkan nabi Adam melakukan satu hal tersebut adalah karena sebuah ketaatan dari dasar ketahuan beliau akan ketetapan yg sudah ditetapkan olehNya. 

Minimal seperti itu yg harus kita tanamkan dalam diri kita.

Oleh karenanya munajat Imam Abi Hasan AsSyadzili di bawah ini sangat keren kita ikuti menjadi satu hal pokok yg selalu kita langitkan pada Sang Rabb untuk diri kita.

اللهُمَّ اجْعَلْ سَيّئَاتِنَا سَيِّئَاتِ مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَا تَجْعَلْ حَسَنَاتِنَا حَسَنَاتِ مَن أَبْغَضْتَ فَالْإِحْسِانُ لَا يَنْفَعُ مَعَ الْبُغْضِ مِنْكَ وَاْلإِسَاءَةُ لَا تَضُرُّ مَعَ الْحُبِّ مِنْكَ 

“Ya Allah, jadikanlah kejelekan2 kami ini sebagai kejelekan orang yg Engkau cintai, dan janganlah jadikan kebaikan kami ini sebagai kebaikan orang yg Engkau murkai, karena sesungguhnya kebaikan itu tidak ada manfaatnya jika disertai dengan kemurkaanMu, dan kejelekan itu tidak ada kemadhorotanya jika disertai dengan kecintaanMu.”

Sumber: FB Chabib Thowus Ainul Yakin

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *