Saya menulis tentang “Beragama Jadi Robot dan Tak Berperikemanusiaan…”, baca di bawah ini: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=882706339193458&id=100023623007183. Lalu muncul  komentar dari makhluk tidak jelas wajahnya maupun namanya. Wajahnya tanpa foto, dan namanya ditulis tidak pakai huruf Arab maupun latin, lihat FB di bawah  ini:

https://www.facebook.com/profile.php?id=100063909151661.

Orang yang nampaknya adalah simpatisan Wahabi ini mengirim postingan bahwa ada ulama yang ketika ditemui orang yang dianggap ahli bid’ah meninggal, lalu ulama itu berkata bahwa andai kabar kematian ahli bid’ah itu didengar tidak di keramaian, maka ulama ini akan sujud syukur atas kematian orang yang dicap sebagai ahli bid’ah tersebut.

Saya belum menelusuri kisah itu dari buku aslinya, tapi jika pernyataan ulama itu benar, maka bisa didiskusikan lebih lanjut dengan meminjam logika hukum Wahabi.

1. Simpatisan Wahabi ini  lupa bahwa perkataan ulama bagi kelompok Wahabi bukan sumber dalil. Wahabi banyak membantah amalan Nahdliyin saat kita menggunakan argumen bahwa amalan itu juga dilakukan oleh ulama kita. Biasanya kelompok Wahabi  berkata bahwa pendapat ulama harus dihadapkan dengan Alquran, as-Sunnah yang tentu dalam pemahaman mereka.

2. Andaikan perkataan ulama tentang sujud syukur itu diikuti, maka secara otomatis seluruh warga NU akan dalam posisi perlu disujudsyukuri bila meninggal. Karena bagi kelompok Wahabi, seluruh warga NU telah melakukan amalan bid’ah. Konsekuensinya, mereka akan sujud syukur setiap mendengar warga NU meninggal. 

3. Kalau demikian,  pasti akan membuat warga NU tambah antipati terhadap kelompok Wahabi yang ada di sekitarnya. Siapa yang tidak emosi bila ada keluarga yang meninggal malah ada yang sujud syukur.

4. Wahabi memang tidak bisa hidup berdampingan dengan warga NU selama masih tetap kaku dengan pendapatnya. Kalau mereka besar pasti kepongahan akan muncul. Tidak hanya pongah, sikap represif dan menekan liyan akan dilakukan bila mereka mampu.

***

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *