Categories:

Oleh:  Rilwan Raji Al Faruqi (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)

Pesantren sebagai lembaga pendidikan islam yang sudah lama berdiri di Indonesia mulai melanjutkan aktivitas belajar mengajarnya di pertengahan bulan Agustus. Seperti yang kita ketahui, dari awal bulan April sudah menyebarnya virus covid-19 yang menghambat semua kegiatan masyarakat mulai dari bekerja, belajar, dan melakukan aktivitas lainnya. Covid-19 ini menyebar sangat cepat sehingga banyak lembaga pendidikan, tempat makan, dan kantor yang ditutup sementara. Semua kegiatan dilakukan secara daring untuk menghindari penyebaran virus tersebut.

Beberapa pondok pesantren sudah mulai masuk dan menerapkan protokol kesehatan untuk melakukan kegiatan belajar. Kita semua tahu, pesantren adalah lembaga pendidikan yang memiliki ciri khas kebersamaannya dari mulai belajar, makan, sampai tidurnya pun selalu bersama-sama. Pada tahun ajaran baru 2020, para santri yang baru masuk harus melakukan semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh pihak pesantren, seperti membawa bukti surat hasil rapid test atau swab test dan sebagainya.

Salah satu pengasuh pondok pesantren Al Hidayah Cinere, Ust. Subhanul Khatib mengatakan ” Sebelum masuk tahun ajaran baru, semua ruangan di lingkungan pesantren sudah di semprot dengan cairan disinfektan dari mulai musholla, ruang kelas, tempat santri makan dan tidur, sampai toilet. Selain itu, disetiap sudut ruangan disediakan hand sanitizer dan juga tempat cuci tangan. Cara belajarnya pun para santri harus menjaga jarak dan memakai masker. Dari pihak pesantren telah menyediakan meja belajar individu untuk masing-masing santri.” Ia juga menekankan apabila ada santri yang terbukti positif corona maka santri akan di pulangkan ke rumahnya dan harus melakukan isolasi mandiri.

Memang pembiasaan seperti jaga jarak sangat sulit dilakukan oleh para santri, mengingat ciri khas mereka yang selalu bersama-sama dalam kegiatan apapun. Hal ini membuat para santri kesulitan untuk menyesuaikan diri pada era new normal.

Banyaknya kasus positif covid-19 di pesantren, membuat pakar kesehatan memberi saran untuk menghindari penularan agar pesantren tidak menjadi cluster penyebaran virus covid-19.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *