16)“Ikatan yang memperkuat hubungan antara guru dan muridnya adalah menyebarkan ilmunya dan mengikuti prinsipnya.”
– Nyai Hj. Azzah Noor Laila Muhammad
17)“Jika ingin diberi kenikmatan secara abadi, kamu diajarkan untuk membaca dzikir ماشاء الله لاقوة الا باالله.
– Nyai Hj. Nawal Nur Arafah (PP. Al-Anwar, Sarang, Rembang)
18)“Jika ingin putra-putrinya hafal Qur’an. Syaratnya orang tua harus ikhlas jika anaknya menghafalkan Qur’an. Lalu orang tuanya mengirimi fatikhah kepada anaknya sehari semalam 100x, dan orang tua juga harus rajin qiyamul lail (tahajjud), berdoa kepada Allah supaya anaknya diberikan kemudahan dalam menghafal Qur’an.”
– Nyai Hj. Musyafa’ah Adlan, (PP. Walisongo, Jombang)
19)Bagi yang ingin keturunannya alim dan rezekinya berkah, yaitu ngakeh-ngakehno (memperbanyak) membaca يا فتاح يا رزّاق. “
– Nyai Hj. Khoiriyyah Baidlowi, (Kakak Ipar Kiai Maimoen Zubair)
20)“Upah kebaktian kita adalah kepada Allah azza wajalla.”
– Syaikhah Hj. Rahmah El Yunusiyah, (Reformator Pendidikan Islam)
21)“Kamu harus bisa ikhlas menerima keadaan, serahkan semua kepada Allah”.
– Nyai Hj. Masthi’ah Maimoen Zubair
22)“Jangan urusan dapur melupakanmu untuk berjuang di masyarakat.”
-Nyai Walidah Ahmad Dahlan, (Istri Pendiri Organisasi Muhammadiyah)
23)“Jangan takut tidak lancar, tapi takutlah kalau tidak nderes (tadarus). Pokoknya mau nderes (tadarus) ya insyaAllah lancar.”
– Nyai Hj. Hannah Zamzami, PP. Al-Baqoroh, Lirboyo, Kediri
24)“Menjadi wanita selain mumpuni juga harus luwes dalam segala aspek.”
– Nyai Hj. Lailatul Badriyah
25)“Aku tidak butuh santri yang pintar dan lancar Al-Qur’annya. Tapi aku butuh santri yang Istiqomah dalam belajar, tadarus Al-Qur’an, dan berjamaah.”
– Nyai Hj. Nur Halimah, PP. Darul Falah, Jerukmacan, Mojokerto
26)“Jika acara mauludan jajanan (makanan ringannya) yang bagus-bagus, jangan sampai seenaknya. Karena yang ditasyakuri adalah pemimpinnya semua manusia.”
– Nyai Hj. Maimunah
27)“Berterima kasihlah kepada guru-guru yang tak pernah lelah memberikan perhatiannya untuk kita semua. Karena nasihat guru ibarat tali kendali yang bisa menyelamatkan hidup kita.”
– Nyai Hj. Jazilah An-Nahdliyah
28)“Para santri punya bekal untuk bersaing di media online. Soal teknologi bisa sambil belajar. Pesan saya, jangan ragu, kita harus percaya (pede), media sosial membutuhkan anda semua.”
– Nyai Ienas Tsuroiya
29)“Nabi shalallahu alaihi wa salam mencintai Makkah, Madinah, Jazirah Arab sebagai tanah airnya. Kalau kita mencintai Indonesia sebagai tanah air kita, itu artinya kita seperti Nabi shallallahu alaihi wa salam yang mencintai tanah airnya sendiri.”
– Nyai Hj. Badriyah Fayumi, PP. Raudlatul Ulum, Kajen Tengah, Pati.
30)“Di dalam agama Islam, bukan saja kaum laki-laki yang harus dididik mengenai pengetahuan agama dan pengetahuan lainnya. Kaum wanita juga wajib mendapatkan didikan yang selasar dengan kehendak dan tuntutan agama.”
– Nyai Djuaesih, Ulama Perempuan Berpidato di Muktamar NU.

No responses yet