Apapun perbedaan Anda baik beda keyakinan, aliran, organisasi, partai, suku, dan lain-lain, maka selama Anda tidak membuat masalah, pasti Anda akan aman, dilindungi dan diurus negara baik dalam peribadatan, dakwah, menuntut ilmu, kesehatan, berusaha, dan berkarya. Diberi kebebasan pula dalam berbeda pendapat dan berekspresi.

Adapun yang menjadikan seseorang atau institusi terbelit masalah dan berurusan dengan aparat keamanan dan penegak hukum tidak lain karena ada pelanggaran hukum yang dilakukan, seperti :

a. tindakan kriminal dan melanggar undang-undang yang berlaku (termasuk pelanggaran SARA, ujaran kebencian, melecehkan simbol negara, penghinaan terhadap tokoh). Siapapun pelakunya baik pejabat, aparat atau rakyat, ulama, habib, atau orang awam, maka pasti akan diadili dan jika terbukti bersalah, pasti merasakan hotel prodeo (penjara).

b. Bertujuan mendirikan negara dengan sistem Khilafah atau daulah Islamiyyah yang bertentangan dengan ideologi Pancasila dan kebhinekaan. Maka jangan aneh jika sudah ada tiga organisasi yang dibubarkan karena mengusung ideologi komunis, khilafah, dan mendukung ISIS. Satu lagi partai Islam (Pe Ka Es)yang terancam dibubarkan karena tidak mau menjadikan Pancasila sebagai asas partainya.

Jadi bukan berarti pemerintah membungkam demokrasi kalau organisasi tersebut dibubarkan, melainkan karena pengikut organisasi itu tidak mau tunduk terhadap konsensus hidup berbangsa dan bernegara yang sudah disepakati bersama.

c. Separatis yang ingin memisahkan diri dari NKRI seperti OPM dan lain-lain. Di mana ini sangat bertentangan dengan konsep NKRI. Maka jangan heran jika golongan ini terus diburu dan ditumpas karena seringkali melakukan  perlawanan terhadap pemerintah, menteror, membunuh dan membakar fasilitas umum, rumah dan tempat ibadah.

d. Tidak mau menerima kebhinekaan, sehingga  memusuhi pihak yang berbeda agama atau aliran, dengan melakukan gangguan, penggusuran, bahkan sampai teror bom dan semacamnya. Golongan ini jelas menjadi musuh bersama. Karena mengancam keutuhan NKRI.

e. Mereka yang punya agenda politik kekuasaan dengan menggunakan politik identitas, membawa-bawa agama, memanipulasi ayat, dan ancaman lain atas nama agama seperti kasus Pilkada DKI lalu yang mengancam tidak menyolatkan jenazah yang tidak pro AB. Sentimen keagamaan ini bisa memicu konflik horisontal, saling perang opini, saling lempar ejekan, hinaan, ujaran kebencian, hoax dan lain sebagainya. Maka jika sudah keterlaluan, jangan heran jika ada pihak yang terciduk oleh aparat.

Alhasil, jika tidak bersentuhan dengan salah satu dari masalah-masalah di atas, dijamin Anda dan keluarga aman, kegiatan organisasi anda akan berjalan lancar.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *