31)“Abaikan mereka yang sering mencaci, dan sibukkanlah diri untuk berbakti dalam kebaikan.”

 – Nyai Hj. Shinta Nuriyah

32)“Kita tidak pernah tahu amal mana yang akan diterima. Ridho Gusti Allah bisa diberikan pada amal yang nampaknya kecil dan sederhana. Oleh karena itu, ikhlaskanlah berbuat baik kepada sesama makhluk.” 

– Ibu Nyai Hj. Khusnul Khotimah Warson, PP. Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta

33)“Kalau tidak hafal Qur’an, minimal bacaan Qur’annya lancar, bisa membenarkan orang yang bacaannya sah. Karena belajar Al-Qur’an itu wajib.” 

– Ibu Nyai Hj. Luthfiyyah Baidlowi

34)“Kita tidak bisa menyatukan manusia dalam agama yang sama, tetapi kita dapat menyatukan umat beragama apapun untuk mengatasi problem kemanusian yang sama.” 

Nur Rofi’ah, bil. Uzm.

35)Baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam bersabda, ‘Jadilah manusia yang memiliki sifat murah senyum. Jangan jadi manusia yang mrungut (tidak senyum). Jika disapa senyum lah, jangan mrengut, orang pada tidak senang melihatnya. yang melihat tidak senang, Gusti Allah juga tidak senang.’ 

– Nyai. Hj. Maimunah Baidlowi

36)“Perempuan kalau pintar akan keluar sendiri kecantikannya.” 

– Nyai Hj. Hasyimah Munawwir, PP. Krapyak, Yogyakarta

37)“Mencari ilmu harus dibarengi tirakat (riyadhoh) dan harus bersedia menanggung kesulitan. Pasti di kemudian hari akan diberikan kemudahan oleh Allah SWT.”

 – Ibu Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli

38)“Obatnya hati itu Qur’an jadi kalau hatinya sedang sakit kembalikan pada Qur’an, bacalah yang banyak biar penyakitnya hilang.” 

– Ibu Nyai Hj. Siti Rohmah Marzuki

39)“Disiplin terhadap aturan merupakan wujud pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.”

 – Nyai Hj. Durroh Nafisah Ali

40)“Saya hanya bersandar kepada Allah. Tidak pada laki-laki atau yang lainnya. Begitupun dengan para lelaki jangan menjadikan perempuan sebagai tempat bersandar. Cukup Allah sandaran kita.” 

– Nyai Hj. Masriyah Amva

41)“Siapa saja yang memiliki ilmu harus diajarkan kepada orang lain, meskipun itu ilmu memasak. Siapa tahu dari situ menjadikan amal kebaikan untuk kita, sebab ilmunya bermanfaat.” 

– Nyai Hj. ‘Ainusy Syifa’

42)“Tidak usah terlalu peduli perkataan orang lain tentang diri kita. Tapi yang terpenting diri kita terus berusaha menjadi orang yang baik dan berbuat baik kepada siapa saja.”

 – Nyai Hj. Maimunah Badlowi

43)“Karena bejo /bahagia itu tidak ada resepnya, tidak ada undang-undangnya, maka dari itu kita memohon pada Allah agar menjadi bejo /bahagia dunia akhirat. Sebab bejo/ bahagia itu tidak dapat diraih dengan harta, tapi itu adalah pemberian dari Allah.” 

– Nyai Hj. Ida Fatimah Zainal Munawwir.

44)“Jangan ukur kebahagiaan dengan hal-hal duniawi yang sifatnya sesaat. Ukurlah kebahagiaan dengan seberapa besar ras syukurmu, maka akan kamu rasakan kebahagian yang tak pernah putus-putus.” 

– Nyai Hj. Jazilah An-Nahdliyah

45)“Ndarus ngaji itu yang ikhlas, karena Allah jangan karena lainnya.” 

– Nyai Hj. Khotomatul Khoiriyah

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *